REMEMBERTHAI Mengucapkan Selamat Hari TRISUCI WAISAK

By SHIETRA - May 26, 2020

REMEMBERTHAI Mengucapkan Selamat Hari TRISUCI WAISAK

For our friends who celebrate Vesak Day, we want to wish you a happy and peaceful Vesak Day.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia dan terlindungi oleh karma baik mareka masing-masing. Hindari perbuatan buruk, perbanyak perbuatan bajik, sucikan hati dan pikiran, itulah ajaran Para Buddha.

"Aku tidak mengajar untuk menjadikanmu sebagai murid-Ku. Aku tidak tertarik untuk membuatmu menjadi murid-Ku. Aku tidak tertarik untuk memutuskan hubunganmu dengan gurumu yang lama. Aku bahkan tidak tertarik untuk mengubah tujuanmu, karena setiap orang ingin lepas dari penderitaan. Cobalah apa yang telah Kutemukan ini, dan nilailah oleh dirimu sendiri. Jika itu baik bagimu, terimalah. Jika tidak, janganlah engkau terima." (Lord Buddha Gotama, Sutta Udumbara)

"Aku akan menderita usia tua, aku belum mengatasi usia tua.

Aku akan menderita sakit, aku belum mengatasi penyakit.

Aku akan menderita kematian, aku belum mengatasi kematian.

Segala milikku yang kucintai dan kusenangi akan berubah, akan terpisah dariku.

Aku adalah pemilik perbuatanku sendiri

Pewaris perbuatanku sendiri

Lahir dari perbuatanku sendiri

Berhubungan dengan perbuatanku sendiri

Terlindung oleh perbuatanku sendiri

Apapun perbuatan yang kuperbuat

Baik atau buruk

Itulah yang akan kuwarisi.

Hendaklah ini kerap kali direnungkan.” (Lord Buddha)

Rajin berbuat banyak kebaikan, artinya banyak menabung untuk kebahagiaan kita di kehidupan mendatang.

Menghindari perbuatan buruk, artinya menghindari diri kita dari hutang apapun dari siapapun.

Mensucikan hati dan pikiran, artinya menghindari diri dari perbuatan yang akan kita sesali sendiri di masa mendatang, dan dapat sekaligus menemukan makna dari hidup ini.

"Perbuatan baik, artinya tidak menyakiti makhluk hidup lainnya dan juga tidak menyakiti diri sendiri. Berbuat baik artinya memberikan kebaikan kepada orang lain namun tanpa perlu menjelek-jelekkan diri sendiri." (Lord Buddha)

Karya hidup dan perjuangan terbesar yang diwariskan oleh Sang Buddha kepada generasi penerusnya, ialah perjuangan untuk mencapai pencerahan dengan perjuangan sendiri. Karena diri kita sendirilah, kita terjatuh dalam derita. Karena diri kita sendirilah, kita dapat menemukan kebahagiaan. Derita atau bahagia, bukan pemberian siapa pun ataupun dari makhluk di luar sana, namun dari perbuatan (kamma) sendiri.

Kita mewarisi perbuatan kita sendiri, berhubungan dengan perbuatan kita sendiri, berkerabat dengan perbuatan kita sendiri, terlahir dari perbuatan kita sendiri. Perbuatan apapun, yang diakui ataupun yang tidak diakui, yang ingat ataupun yang terlupakan, yang besar maupun yang kecil, perbuatan itulah yang akan kita warisi.

Menyadari akan prinsip kebenaran ini, tiada lagi yang dapat kita curangi dalam hidup ini, juga tiada lagi orang-orang yang dapat kita curangi. Kita bertanggung jawab masing-masing atas kehidupan kita sendiri.

Tour Religi Spiritual di Bangkok Thailand, keindahan dan kedamaian hidup Agama Buddha

Seorang Buddha mencapai pencerahan sempurna bukan atas dasar pemberian, namun atas perjuangan  sendiri, menjadi teladan dan contoh nyata bagi para umatnya untuk juga berjuang merealisasi pencerahan sempurna, dengan mengandalkan usaha sendiri, sementara Sang Buddha menjadi pemberi petunjuk arahnya.

Sang Buddha sebelum menjadi guru dari para manusia dan para dewa, ketika masih seorang Boddhisatta, menanam banyak benih perbuatan bajik (parami) dalam banyak kehidupan sebelumnya yang tidak terhitung jumlahnya, dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya. Perjuangan tanpa kenal lelah dari satu kehidupan ke kehidupan lain, tetap menjaga keluruhan dan kemurnian hati serta sikap (dapat dibaca kisahnya pada Jataka, salah satu bagian dari Tripitaka, Sutta Pitaka). 

Sikap pantang menyerah, ketekunan, kegigihan, disamping moralitas yang tanpa cela, menjadi teladan sempurna bagi umat Buddhist saat kini maupun di masa lampau serta di masa yang akan datang, menjadi berkah bagi para manusia, bagi para dewa, bagi alam, serta bagi semesta.

Warisan terbesar dari Sang Buddha ialah ajarannya lewat teladan mengejai jalan menuju "terputusnya belenggu rantai karma" (break the chain of kamma), sebuah jalan yang dinamakan sebagai jalan berfaktor delapan, sebuah jalan yang bersifat moderat.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, (Bahasa Pali) yang bila diterjemahkan berarti : semoga semua makhluk hidup berbahagia.

"Do not let the behavior of others destroy your inner peace." ~ Dalai Lama.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments