Keterbatasan Bukan Menjadi Alasan untuk Tidak Sukses

By SHIETRA - August 01, 2019


Percaya pada diri, potensi diri, dan kepada kebaikan hati diri kita sendiri, apapun kata orang lain terhadap kita, CITRA DIRI YANG POSITIFPepatah mengatakan, sampai kita berjumpa dengan seseorang yang tidak memiliki kaki, barulah kita menghargai kaki kita meski berjalan kaki membuat kaki kita letih. Ketika kita merasa bosan karena hanya dapat melihat pemandangan yang “itu-itu saja”, maka kita akan terperangah ketika mendapati orang-orang yang buta warna atau bahkan tidak mampu melihat sama sekali.
Kita pun jangan hanya menilai keberhasilan seseorang terlepas dari proses yang telah mereka jalani dan lalui untuk bisa meraih puncak tangga keberhasilan. Kita justru paling harus belajar dari proses yang telah mereka lalui, sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran agar dapat menapak di tangga keberhasilan yang sama.
Salah satu kisah yang KWANG sukai, ialah sang pengarang novel Harry Potter, dimana penjualan buku dan kisahnya dalam layar kaca mampu menghasilkan pendapatan miliaran dolar Amerika bagi pengarangnya yang bernama Joanne Kathleen Rowling alias bernama pena J.K. Rowling.
Sejak kecil Rowlong sudah punya kebiasaan menulis, berlanjut hingga dewasa. Ia pun konon suka menceritakan kisah-kisah buatannya kepada teman dan kerabat. Sejak terbitnya 7 seri novel Harry Potter, Rowling kini dikenal sebagai seorang penulis yang paling kaya di Inggris, dan bahkan di dunia.
Namun, siapa yang akan menyangka bila Rowling memiliki kisah pribadi yang pahit sebelum namanya mulai dikenal. Semula, Rowling merupakan salah satu warga yang mendapat santunan dari pemerintah Inggris, karena masuk dalam kategori sebagai warga miskin yang layak mendapat santunan pemerintah.
Himpitan kemiskinan menjadi alasan untuk meraih kesuksesan, karena mendesak J.K. untuk merampungkan naskah Harry Potter pertamanya. Awalnya, naskah tak langsung jadi begitu saja. Selepas perceraian dari suami pertamanya, Rowling yang terpaksa hidup pas-pasan dengan ekonomi yang serba terbatas, membuatnya makin terpacu untuk menyelesaikan naskah.
Jirih payahnya membuahkan hasil, pada tahun 1995 ia berhasil menyelesaikan naskah buku pertamanya. Namun ternyata itu justru menjadi awal dari perjuangan. Karena sangat miskin, ia terpaksa mengetik ulang naskah hingga beberapa rangkap dengan mesin ketik tua manual yang murah, hanya karena tak mampu membayar biaya fotokopi.
Tidak heran bila Rowling pernah berkomentar, "Anda mungkin tak pernah tahu, betapa menyedihkannya hidup tanpa uang sama sekali. Kecuali jika Anda sudah pernah mengalaminya, seperti yang aku alami."
Berkat dorongan untuk berjuang dan bertahan tetap hidup, maka Rowling berusaha sekuat tenaga untuk menjual kisah karangannya. Sayang, layaknya penulis pemula lain yang namanya belum terkenal, naskah itu pun mengalami penolakan berkali-kali dari berbagai penerbit, semata karena ia menggunakan nama seorang wanita sebelum kemudian ia menyingkat namanya menjadi berinisial “J.K. Rowling” sehingga tidak dikenali sebagai seorang penulis wanita. Untungnya ada seorang agen bernama Christopher, Bloomsbury pun kemudian bersedia menerbitkan kisah tersebut.
Ajaibnya, bagai sihir, naskah yang sempat ditolak oleh berbagai penerbit itu kini menjelma buku yang laku sangat keras dan menjadi best seller. Rowling pun ia mendapat berbagai penghargaan atas karyanya tersebut.
Kisah hidup Rowling kini mulai berubah drastis. Dari orang yang sangat miskin, hanya dalam waktu kurang dari delapan tahun, ia mampu hidup berkecukupan dari karya Harry Potter yang dikarangnya.
Namun yang unik, Rowling tak melupakan latar-belakang hidupnya. Keuntungan dari penjualan buku-bukunya ia sumbangkan bagi sejumlah yayasan sosial, khususnya lembaga yang banyak melakukan penelitian tentang penyakit yang sempat merenggut nyawa ibunya.
Meski memulai kehidupan tidak seperti negeri dongeng yang ditulisnya, hidup serba kekurangan sejak bercerai dengan suaminya. Bahkan masuk kategori sebagai orang miskin yang layak mendapat santunan dari pemerintah.
Dorongan kuat muncul dalam dirinya, sebagai semangat untuk bertahan hidup. Ia merasa kemampuan menulis bisa menjadi jalan keluar. Persoalannya, penulis satu ini tidak mempunyai fasilitas yang memadai karena hanya ada mesin tik tua.
Rowling juga tidak mempunyai uang untuk membayar biaya fotokopi sehingga memperbanyak naskahnya dengan cara mengetik ulang hingga beberapa kali agar bisa diserahkan ke beberapa penerbit yang berbeda. Sanggupkah kita berjuang sekeras Rowling? Jika kita tidak berani berkorban dan berjuang sekeras Rowling, mengapa kita dapat mengharap sesukses Rowling?
Miskin, tidak punya peralatan canggih, bukanlah alasan untuk tidak meraih sukses. Justru segala keterbatasan diluar diri kita tidak memiliki arti dibandingkan keterbatasan yang ada di dalam diri kita sendiri, seperti sikap pemalas, pragmatis, manja, takut gagal, tidak berani sengsara menjalani proses, dan tidak memiliki komitmen dalam mengasah keterampilan.
Saat kini, kita memiliki segudang peralatan dan sumber daya canggih. Potensi diluar diri kita mungkin saja “segudang”, namun bila kita gagal mengasah potensi yang ada di dalam diri kita, maka berbagai sumber daya di luar diri kita akan menjelma tiada artinya bila kita tidak berhasil membuat potensi dalam diri kita menjadi bersinar.
Sukses atau gagal, bukan terletak pada modal (meski ada pentingnya juga), namun terutama pada daya tekad untuk berjuang, kemauan keras, komitmen, kerelaan untuk berkorban, berani gagal, mau mengambil resiko, bersusah-payah, tidak mengeluh, mau belajar, dan mengambil kesempatan.
Tidak ada kesempatan yang lebih berharga daripada saat ini juga, apapun kondisinya, seterbatas apapun sumber daya yang kita miliki, sekalipun itu hanya sebuah mesin ketik tua. Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Ikuti juga sosial media kami pada business.facebook, dengan akun : "Expat 2 Local Thai" / @guideriana

Rincian layanan JasTip (Jasa Titip) produk Thailand, dapat dilihat pada menu "Jasa Pencarian, Jasa Titip, dan Pengiriman Produk Thailand ke Indonesia".

Rincian layanan Private Tour Guide di Bangkok-Thailand, dapat dilihat pada menu "Private Tour Guide Riana".

NOTE REDAKSI : Seluruh info kontak dalam website ini diperuntukkan khusus untuk tujuan pemesanan dan bagi pengguna jasa layanan yang kami tawarkan dalam website ini. Menghubungi kami diluar peruntukan tersebut, dimaknai sebagai menyalah-gunakan nomor / email kontak kerja profesi kami, tidak akan ditanggapi.

Mohon kesediaan menunggu sejenak bila belum ada tanggapan secara segera, karena faktor kesibukan atau karena lain sebab. Pemesanan akan kami respons sesegera yang kami mampu.

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 [PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon];
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Konsumen / pengguna jasa dapat melakukan pemesanan pada nomor kontak / email yang tercantum dalam menu "HUBUNGI KAMI" atau pada rincian "contact person" di atas, bukan pada kolom komentar pada posting website.

Kami tunggu pesanan teman-teman sekalian dimana pun berada, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.

Salam hangat dari Bangkok, Thailand.
ttd
GUIDE RIANA