Menjadi Sehat secara Batin dalam Perspektif Ilmu Psikologi

By SHIETRA - September 12, 2019

CANTIK, Dijual perhiasan emas imitasi impor cantik berkualitas KWANG EARRING, Toko Online Jakarta
Kesehatan mental (mental health), merupakan khazanah yang tidak kasat mata, sehingga menyukarkan masyarakat dalam mengidentifikasi anggota di tengahnya yang pengidap gangguan kesehatan mental. Bisa jadi, orang terdekat dalam lingkungan keluarga pada kediaman kita sendiri menderita turbulensi mental yang tidak dikenali sehingga si ‘sakit’ terlantarkan.
Kesehatan mental masih menjadi topik ‘kelas dua’ dalam penanganan maupun menjadi fokus paling belakang dari perhatian masyarakat. Selama ini, masyarakat awam menilai, kesehatan hanya berhubungan dengan ragawi, makanan fisik dan obat-obatan fisik.
Namun benarkah, hanya tubuh yang dapat terluka dan mengalami kerusakan serta kerapuhan? Mungkinkah mengobati tubuh secara kuratif tanpa mengatasi ‘sakit mental’ sang penderita yang bisa jadi menjadi akar penyebab utama berbagai keluhan fisik yang dirasakannya? Fokus perhatian tersebut jarang mendapat sentuhkan sosialisasi di tengah masyarakat, dimana program pemerintah barulah menyasar segmen kesehatan ragawi badaniah.
Berbagai laporan riset memperlihatkan kaitan antara penyakit kronis dengan gangguan mental emosional. Yang mengejutkan, penelitian mendapati sebesar 11,58% penduduk usia 15 tahun di Indonesia tahun 2007 mengalami gangguan mental emosional.
Angka gangguan mental emosional ditemukan pula sangat tinggi pada penderita penyakit kronis. Dari sepuluh penderita penyakit kronis, dua sampai lima penderita, mengalami gangguan mental emosional. Tingginya kejadian gangguan mental emosional tersebut diindikasikan kuat terkait erat dengan kondisi penyakit kronis yang dialami oleh mereka.
Secara fisik maupun sosial, anggota masyarakat yang mengalami gangguan mental emosional dapat memperparah gangguan fisik penyakit kronis yang dialaminya. Kondisi tersebut disaat bersamaan juga berimbas pada terganggunya hubungan individu dengan lingkungannya yang berpotensi menjadikan individu tersebut masuk pada fase gangguan jiwa.
Siapa yang akan menyangka, depresi ditengarai sebagai penyebab disabilitas, baik pada pria maupun wanita. Pentingnya mengetahui lebih dini kondisi gangguan mental emosional pada penderita, pasien dapat dirujuk pada spesialis kesehatan mental. Dengan demikian, pengobatan bisa dilakukan secara simultan, dimana pengobatan akan lebih efektif, juga menurunkan biaya pelayanan kesehatan karena menurunnya prevalensi.
WHO mendefinisikan, kesehatan merupakan keadaan fisik, mental, dan sosial yang sejahtera, bukan hanya keadaan terbebas dari penyakit. Definisi ini menunjukkan bahwa kesehatan mencakup tiga aspek yang saling terhubung: yaitu aspek fisik, mental, dan sosial.
Arus importasi budaya lewat globalisasi lintas batas yang tidak terbendung, menjadikan perubahan gaya hidup yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan manusia, baik fisik maupun psikis. Guna mengantisipasi distorsi sosial yang tidak dikehendaki, kesehatan mental mulai mendapat sorotan.
Kesehatan mental masyarakat adalah suatu kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap feneomena-fenomena yang terjadi di seputar kehidupannya. Masyarakat yang sehat secara mental akan mampu mengaktualisasikan potensinya secara optimal, sehingga dengan demikian akan mendorong hasil serta prestasi yang lebih baik.
Selain permasalahan adaptasi perilaku, peristiwa yang kerap dijumpai pada masyarakat pedesaan adalah perlakuan tidak tepat terhadap penderita gangguan jiwa, khususnya skizofren, yang oleh ketidaktahuan sang keluarga mengenai gangguan jiwa, pada akhirnya menempuh cara dipasung.
Sementara itu yang dimaksud dengan Kesejahteraan Psikologis, ialah gambaran kesehatan psikologis suatu individu. Hal demikian akan bersinggungan dengan ranah “emosi”—yakni adalah suatu kompleks keadaan dari kewaspadaan yang meliputi sensasi dalam diri & ekspresi dalam tampilan luarnya, yang merupakan kekuatan untuk memotivasi individu dalam bertindak. Ia merupakan pola yang kompleks dari perubahan yang terjadi pada fenomena fisiologis, perasaan subjektif, proses kognitif, dan reaksi perilaku.
Emosi sukar diberikan pemaknaan, namun dapat kita katakan bahwa emosi selalu terkait dengan perasaan, perilaku, perubahan fisiologis, dan kognisi, yang pada gilirannya terkait erat dengan kesehatan mental dan tubuh bila mampu disalurkan dan dikelola secara cerdas.
Mungkin saja, antara rasa dan emosi, keduanya menjadi jembatan penghubung antara jiwa/batin dengan fisik/ragawi. Mental yang sehat selalu dimulai dari emosi yang tersalurkan secara terkendali, sekaligus disaat bersamaan mampu menanamkan motivasi positif.
Sumber rujukan:
- Giri Widakdo dan Besral, Efek Penyakit Kronis terhadap Gangguan Mental Emosional, dalam Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7, No. 7, Februari 2013, hlm. 310—315.
- Kartika Sari Dewi, BUKU AJAR Kesehatan Mental, Diterbitkan oleh : UPT UNDIP Press Semarang, Semarang, 2012.
- Berbagai karya ilmiah lainnya. 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Ikuti juga sosial media kami pada business.facebook, dengan akun : "Expat 2 Local Thai" / @guideriana

Rincian layanan JasTip (Jasa Titip) produk Thailand, dapat dilihat pada menu "Jasa Pencarian, Jasa Titip, dan Pengiriman Produk Thailand ke Indonesia".

Rincian layanan Private Tour Guide di Bangkok-Thailand, dapat dilihat pada menu "Private Tour Guide Riana".

NOTE REDAKSI : Seluruh info kontak dalam website ini diperuntukkan khusus untuk tujuan pemesanan dan bagi pengguna jasa layanan yang kami tawarkan dalam website ini. Menghubungi kami diluar peruntukan tersebut, dimaknai sebagai menyalah-gunakan nomor / email kontak kerja profesi kami, tidak akan ditanggapi.

Mohon kesediaan menunggu sejenak bila belum ada tanggapan secara segera, karena faktor kesibukan atau karena lain sebab. Pemesanan akan kami respons sesegera yang kami mampu.

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 [PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon];
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Konsumen / pengguna jasa dapat melakukan pemesanan pada nomor kontak / email yang tercantum dalam menu "HUBUNGI KAMI" atau pada rincian "contact person" di atas, bukan pada kolom komentar pada posting website.

Kami tunggu pesanan teman-teman sekalian dimana pun berada, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.

Salam hangat dari Bangkok, Thailand.
ttd
GUIDE RIANA