Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA

By SHIETRA - September 02, 2019

Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Masakan berkuah bumbu rempah ini bernama TOM YUM, yum yum yummy...
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Mau coba? Bikin lapar?
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Si udang sudah memanggil-manggil minta untuk disantap, serius tidak mau? Yum yum yummy...

Salah satu wisata yang paling menarik di Thailand, tentu saja tidak lain ialah “wisata kulineryang khas Thai dan seakan tidak lengkap rasanya bila tidak “berpetualang” kuliner yang di masing-masing daerah di Thailand saling beragam dan khas. Wisata kuliner, ini yang biasanya paling ditunggu-tunggu turis mancanegara disamping berfoto-foto.
Namun, tidak mungkin juga turis mancanegara akan mencicipi seluruh hidangan kuliner khas Thailand selama berwisata di Thailand, karenanya perlu dipahami corak dan karakter kuliner khas di masing-masing daerah di Thailand—dan, rekomendasi dari seorang Private Tour Guide sangat bermanfaat.
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Thailand adalah raja-nya (Raa-Cha dalam Bahasa Thailand, artinya “raja”) negeri dengan hidangan rebusan meja. Jika sekarang ini di Indonesia sedang tren restoran di mall yang mengusung konsep hidangan sayur dan daging rebusan yang direbus sendiri oleh konsumen, maka sejatinya konsep tersebut diadaptasi dari ciri khas kuliner di Thailand. Artinya, hidangan kuliner rebusan dan bumbu khas Thailand, adalah menu paling utama yang perlu wisatawan mancanegara cicipi.
Tentu saja, di Thailand juga terdapat beragam hidangan berbasis “mie”, namun kebanyakan berupa “mie rebus”, dan menurut Private Guide RIANA, hidangan “mie” di Thailand kurang selezat dan kurang sekaya rasa kuliner “mie” di Indonesia, sehingga Private Guide RIANA kurang merekomendasikan kuliner “mie” selama turis asal Indonesia berwisata di Thailand.
Hal yang paling unik di Thailand, terutama Bangkok, ialah begitu mudahnya kita menemukan berbagai “Street Food” yang dijajakan oleh pedagang informal warga lokal Thai. Di setiap jalan hampir dapat dijumpai penjaja jajanan “Street Food”.
Jangan kita bayangkan seperti di Indonesia, “Street Food” di Thailand sangat beragam dan sifatnya agak sedikit menyerupai dunia “mode”, yakni musiman tren jenis makanan ringan dan ceminal yang dijajakan oleh berbagai penjual “Street Food” secara “kompak”.
Street Food” ini menjadi salah satu daya tarik bahkan bagi warga lokal Thai, karena tren makanan yang disajikan akan berbeda dari satu musim ke musim berikutnya—meski kadang rasanya kurang enak, bahkan agak aneh, namun tampilan makanan yang dijajakan “Street Food” tetap mengundang minat banyak pembeli (selera di mata, bukan di lidah). Mirip seperti mode pakaian, bukan? Dan satu hal yang pasti, jajanan di Thailand serba terjangkau, dijamin puas!
“Thai Milk tea”, yang juga sedang nge-tren di Indonesia, lapak-lapak penjual “Thai Milk tea” begitu menjamur di Indonesia, baik di pasar dekat rumah, sampai di mall dan pusat perbelanjaan, juga bersumber dari kuliner jajanan di Thailand.
Pengalaman paling unik dari Private Guide RIANA ketika pertama kali menetap di Thailand, saat hendak meminum “Thai Milk tea” yang original langsung dari pedagang lokal Thai di Thailand, Private Guide RIANA meminta agar “milk tea”-nya tidak perlu diberikan es, karena kebetulan Private Guide RIANA sedang sakit tenggorokan. Apa yang terjadi kemudian, membuat Private Guide RIANA terkejut bukan kepalang. Ada tahu mengapa?
Coba datang ke Thailand, dan silahkan mencobanya sendiri, dan lihat apa yang kemudian akan terjadi... Sobat akan diberikan oleh si penjual, segelas “Thai Milk tea” berisi “separuh berisi” (alias “separuh kosong”)! Sejak kejadian itulah, Private Guide RIANA baru menyadari, memesang segelas “Thai Milk tea”, sama artinya memesan dan membeli “separuh gelas berisi es batu”!
Turis yang baru pertama kali ke Thailand, perlu memahami, bahwa kuliner makanan di Thailand agak “serba asam”—tapi itu bagus buat lambung, dan terutama bagi orang-orang dengan lidah yang menyukai rasa asam dan terbiasa dengan “sayur asem” khas Indonesia, sehingga rasanya menurut Private Guide RIANA tetap akan dapat diterima perut turis asal Indonesia.
Di Thailand, banyak akan kita jumpai pohon asam, dimana buah asamnya besar-besar (sebesar ibu jari orang dewasa) dan banyak juga yang dijadikan manisan serta dijajakan sebagai oleh-oleh untuk turis bawa pulang (dijual dalam bentuk kotak kemasan).
Bentuk pohonnya mirip menyerupai pohon asam di Indonesia, hanya saja lebih besar buahnya. Konon, pohon asam adalah pohon yang memiliki cengkeraman akar paling kuat, sehingga resiko tumbang terkena badai sangat kecil.
Di Thailand juga ada beberapa penjual sate kecap, dan SANGAT LARIS! Ternyata, sate yang terbiasa dikonsumsi warga Indonesia, cukup populer dan diminati masyarakat lokal Thailand. Namun Private Guide RIANA tidak akan membawa rombongan turis asal Indonesia untuk mencicipi sate kecap di Thailand. Jauh-jauh ke Thailand dari Indonesia, hanya untuk makan sate!?
Kuliner di Thailand, jarang sekali menggunakan kecap, sangat kontras dengan resep kuliner di Indonesia. Bagi turis asal Indonesia yang selama ini menjadi penyuka kecap, mungkin harus membiasakan diri berpuasa kecap selama di Thailand.
Di Indonesia juga kini mulai tren masakan “tom yam”, yakni rebusan udang, jamur, potongan cumi, cabe, dan rempah-rempah yang kaya rasa, disajikan selagi hangat dalam satu mangkuk. Namun, “tom yam” adalah asli berasal dari Thailand, sehingga wisatawan asal Indonesia perlu mencoba “tom yam” asli khas Thailand.
Wisatawan asal luar negeri juga mulai perlu membiasakan diri dengan budaya unik di Thailand, yang terkadang dapat membuat kaget karena “gegar budaya” yang mengundang “salah-kaprah”, seperti contohnya pengunjung restoran sehabis makan harus membereskan mejanya sendiri sebelum meninggalkan restoran, sehingga sangat berbeda dengan pemandangan dan kebiasaan pada kondisi restoran di Indonesia. Bila langsung membayar dan pergi begitu saja, akan dinilai sebagai pengunjung yang tidak sopan.
Jadi, pengetahuan akan adanya perbedaan budaya menjadi penting untuk diketahui oleh turis yang berwisata ke Thailand, dan itulah tepatnya kegunaan Private Tour Guide untuk memandu dan memberi pemahaman agar tidak terjadi salah-kaprah terhadap kebiasaan-kebiasaan warga lokal di Thailand selaku tuan rumah, tidak terkecuali Private Guide RIANA yang pastinya bisa lebih memerhatikan setiap anggota rombongan saat pertama kali menjejakkan kaki di Thailand—bandingkan dengan Agen Tour Leader konvensional yang harus melayani puluhan anggota rombongan sehingga tidak seluruh anggota rombongan mendapat perhatian secara memadai.
Untuk oleh-oleh dibawa pulang ke negeri asal sang wisatawan, Private Guide RIANA merekomendasikan turis untuk mampir dan membeli sekantung besar cumi panggang original dan cumi panggang bumbu selai sambal yang gurih di Chiangmai. Cumi panggang ini begitu populer bahkan dikalangan warga lokal Thai, sehingga memang menjadi salah satu daya tarik Chiangmai selain cita-rasa kuliner di Chiangmai yang banyak disukai turis asing.
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Oleh-oleh kedua yang patut dibawa pulang oleh wisatawan, ialah sejenis kue “bakpia” khas Thailand, bernana “ka nom pia”, dengan citarasa yang sangaaaat lembut di lidah. Bila biasanya bakpia di Indonesia dapat membuat panas dalam tenggorokan yang mengkonsumsinya, bakpia khas Thai ini dapat dikonsumsi lebih tenang.
Wisata kuliner dan makanan khas Thailand di Bangkok bersama Private Tour Guide Riana
Yang unik dari “ka nom pia”, bila bakpia khas Indonesia berbentuk bundar namun gepeng seperti koin, bakpia khas Thailand ini bentuknya bulat seperti telur dengan ukuran yang sangat menyerupai telur ayam kampung sehingga sukar untuk dibedakan—bahkan kotak kemasannya pun menyerupai kotak kemasan telur ayam kampung.
Wisata kuliner dan makanan khas Thailand di Bangkok bersama Private Tour Guide Riana
Wisata kuliner dan makanan khas Thailand di Bangkok bersama Private Tour Guide Riana
Bisa dibilang “ka nom pia” ini disamping cumi panggang, adalah oleh-oleh wajib yang kudu dibawa pulang dari Thailand sebagai bingkisan untuk sanak-keluarga di rumah. Entah juga apakah bakpia pertama kali diciptakan di Thailand ataukah di Indonesia, Private Guide RIANA untuk satu ini bukanlah ahli sejarah kuliner di dunia, sehingga tidak dapat membuat kepastian.
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA

Jangan lupa juga untuk manfaatkan kesempatan berbuat kebaikan dengan berdana makan bagi para Bhikkhu yang menjalankan praktik latihan Uposatha, sebagai ladang untuk menanam jasa perbuatan bajik.
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA
Wisata Kuliner di Thailand Bersama Private Tour Guide RIANA

Sobat KWANG juga mungkin suka menyimak artikel terkait “layanan unggulan” kami ini: (pada link di bawah ini)
Karena KWANG adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Ikuti juga sosial media kami pada business.facebook, dengan akun : "Expat 2 Local Thai" / @guideriana

Rincian layanan JasTip (Jasa Titip) produk Thailand, dapat dilihat pada menu "Jasa Pencarian, Jasa Titip, dan Pengiriman Produk Thailand ke Indonesia".

Rincian layanan Private Tour Guide di Bangkok-Thailand, dapat dilihat pada menu "Private Tour Guide Riana".

NOTE REDAKSI : Seluruh info kontak dalam website ini diperuntukkan khusus untuk tujuan pemesanan dan bagi pengguna jasa layanan yang kami tawarkan dalam website ini. Menghubungi kami diluar peruntukan tersebut, dimaknai sebagai menyalah-gunakan nomor / email kontak kerja profesi kami, tidak akan ditanggapi.

Mohon kesediaan menunggu sejenak bila belum ada tanggapan secara segera, karena faktor kesibukan atau karena lain sebab. Pemesanan akan kami respons sesegera yang kami mampu.

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 [PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon];
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Konsumen / pengguna jasa dapat melakukan pemesanan pada nomor kontak / email yang tercantum dalam menu "HUBUNGI KAMI" atau pada rincian "contact person" di atas, bukan pada kolom komentar pada posting website.

Kami tunggu pesanan teman-teman sekalian dimana pun berada, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.

Salam hangat dari Bangkok, Thailand.
ttd
GUIDE RIANA