Kecanduan Gadget Membuat Pemakainya Mengalami Gangguan Jiwa

By SHIETRA - October 26, 2019

Kecanduan Gadget Membuat Pemakainya Mengalami Gangguan Jiwa

Entah lucu, atau entah harus merasa prihatin. Jika diberitakan adanya seseorang yang dilarikan ke rumah sakit karena tersengat lebah di kebun saat sedang melihat-lihat dan menikmati bunga, mungkin masih dapat dimaklumi. Namun jika ada dikabarkan seseorang dilarikan ke rumah sakit akibat terlampau banyak makan, atau bahkan dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) akibat kecanduan handphone, sejak kapankah hal tersebut menjadi hal yang lumrah?
Ternyata, yang cukup mengejutkan, kasus-kasus demikian sudah banyak terjadi dan telah berjatuhan banyak contoh-contoh korbannya. Gadget, pada mulanya dirancang dan diciptakan sebagai alat bantu bagi manusia—namun ternyata kini mampu “membudaki” umat manusia.
Apa yang sebetulnya mereka kejar dengan mencandu serta demikian melekatnya pada gadget, sehingga mereka merasa lebih baik tidak makan dalam satu hari daripada tidak melihat layar gadget dalam sehari? Mengapa nenek-moyang kita dapat tetap melanjutkan hidup mereka dengan penuh kebebasan dan dapat cukup berbahagia dan menikmati kegembiraan hidup tanpa dibebani beban bernama gadget demikian?
Daripada terkagum-kagum menyaksikan berbagai kuntum mawar dan anggrek di layar ponsel, bukankah akan lebih harum dan indah menyaksikannya langsung di dunia nyata dan berpetualang dalam kehidupan sebenarnya (semanis dan sepahit apapun perjalanan yang harus ditempuh dalam realita)?
Judul berita berikut ini saja sudah bisa membuat merinding, “Ratusan Anak di Jabar Jadi Pasien RSJ karena Kecanduan Game Online di HP, Ada yang Rawat Inap”. Sudah tahu gadget dapat membuat kanak-kanak mencandu, mengapa juga orang tua mereka masih memberikan buah hati mereka gadget yang penuh godaan demikian?
Mungkin orang tua mereka berpikir, memberikan anak mereka gadget akan membuat anak mereka sibuk dengan dirinya sendiri, tanpa harus menganggu orang tua mereka “yang tidak ingin diganggu oleh anak mereka sendiri”. Akibatnya, anak-anak mereka benar-benar hidup dengan dunianya sendiri di dalam layar ponsel.
Dikabarkan, sudah ratusan anak di Jawa Barat yang kecanduan bermain handphone (HP) hingga dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, dr Elly Marliyani-lah yang mengungkapkan jumlah anak kecanduan handphone yang dirawat pada rumah sakitnya.
Menurutnya, sejak 2016 hingga saat kini di tahun 2019, sudah ada 209 pasien yang dirawat di RSJ Cisarua. Bukan hanya anak yang berusia di atas 10 tahun saja. Ternyata, ada juga pasien anak yang berusia 5 tahun! Sehingga, rentang usia pasien anak kecanduan gadget di RSJ ini adalah 5-15 tahun.
Pasien anak kecanduan gadget tersebut harus ditangani dengan cara rawat jalan, bahkan ada juga pasien yang harus rawat inap. Segawat itukah?
Di RSJ yang dikelolanya, ada 16 tempat tidur untuk pasien lak-laki. Sedangkan, pasien perempuan digabungkan dengan pasien dewasa.
"Sejak tahun 2016 pemakaian tempat tidur untuk pasien anak yang kencanduan ponsel sudah lebih dari 60 persen jadi trennya memang ada kenaikan," ujar Elly, saat ditemui di RSJ Cisarua, Selasa (15/10/2019).
Menurut Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, RSJ Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budianti, pasien anak kecanduan HP yang ditangani RSJ Cisarua kebanyakan disebabkan karena bermain game online secara berlebihan.
Saat ini, anak-anak pun dapat dengan mudah mengakses game online dan browsing melalui perangkat seluler genggam mereka. Dalam satu pekan, ada dua hingga tiga pasien ditangani oleh pihaknya. Lebih lanjut Elly menjelaskan, ada banyak faktor penyebab anak kecanduan HP.
Faktor itu di antaranya adalah gaya hidup anak zaman sekarang yang gampang mengakses hal negatif melalui HP secara berlebihan. Bahkan dikabarkan pula, ada seorang bocah cilik mengalami masalah penglihatan karena kecanduan gadget.
"Jadi untuk sekarang banyak yang mengalami gangguan jiwa itu remaja," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Kamil menyatakan, untuk menekan banyaknya pasien yang kecanduan ponsel tersebut pihaknya mendukung dengan sekolah yang sudah mengadakan program terkait pembatasan penggunaan handphone. Bagi Anda orang tua, sebaiknya harus mengetahui apakah anak kecanduan gadget atau tidak.
Terdapat beberapa ciri mencolok saat anak kecanduan gadget. Dimulai dari anak akan selalu minta diberikan gadget. Jika keinginannya tidak terpenuhi, si anak akan marah atau mengamuk—KWANG menjadi ingat berita beberapa waktu lampau dimana seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar berubah menjadi agresif akibat kecandungan produk bakaran tembakau, terutama ketika keinginannya menghisap produk tembakau tersebut tidak dipenuhi oleh orangtuanya. Kecanduan, sungguh suatu keadaan yang patut diwaspadai dan tidak dapat dipandang remeh.
Praktisi psikologi anak dan remaja Anrio Marfizal menilai kalau kasus ratusan anak dibawa ke rumah sakit jiwa karena kecanduan gadget adalah tamparan bagi semua keluarga di Indonesia.
"Kasus ini adalah tamparan untuk semua keluarga di Indonesia," ujar Anrio kepada Okezone, Sabtu (19/10/2019).
Pasalnya, menurut Rio, kasus ini didasari oleh salahnya pola asuh dari setiap orangtua terhadap anak-anak. Kebanyakan dari mereka justru sibuk bekerja, dan membiarkan anak bermain gadget.
Kecanduan gadget, dapat membuat anak Anda mengalami gangguan kejiwaan. Yang dibutuhkan oleh anak-anak adalah bermain dan mengeksplorasi dunia nyata. Di saat mereka ingin bermain, namun tidak ada lagi alat yang digunakan, maka gadget merupakan salah satu alat agar anak-anak bisa menemukan dunianya.
"Orangtua cuma bisa membatasi gadget tapi enggak bisa ngasih subsitusinya apa, sedangkan dunia anak memang dunia bermain, mereka bermain dan mereka enggak punya pilihan, mau apalagi?" terang Rio.
Seperti diketahui, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat (Jabar) merawat ratusan anak yang mengalami gangguan jiwa, akibat kecanduan gadget atau gawai.
Hasil pemeriksaan tim medis menyatakan masalah kejiwaan yang dialami anak-anak ini disebakan penggunaan gawai yang berlebihan. Rata-rata pasien kecanduan mulai dari game online, browsing internet dan sejumlah aplikasi lainnya.
Rasa penasaran, mungkin itulah yang coba dikejar dan terus diikuti oleh si pemain gadget. Namun, apakah bila kita menurutinya, semua itu akan ada akhir dan habisnya atau akankah kita menemukan titik menuju kata terpuaskan dan benar-benar akan puas? Apakah pernah, puas mengenal kata “akhir”?
Bagai meminum air laut yang asin, alih-alih melepas dahaga, justru membuat peminumnya semakin merasa kehausan. Rasa penasaran, adalah sebentuk energi itu sendiri, yang perlu diarahkan dan dibina lewat disiplin diri. Disiplin diri artinya, suka atau tidak suka, harus mencoba untuk berlatih mendisiplinkan diri kita sendiri. Dengan cara begitulah kita dapat menggunakan waktu kita secara produktif.
Gadget, menjadi produktif bila digunakan untuk hal-hal yang produktif. Ia hanyalah alat dan sarana. Sebaliknya, ia bisa menjadi bumerang bila tujuan penggunaannya tidak mampu diarahkan secara rasional dan proporsional.
Untuk itu, kita perlu mengingat kembali tujuan paling awal pembentukan berbagai gadget tersebut, dan untuk apakah kita memberikannya pada anak-anak kita, yakni untuk membantu manusia dalam bekerja ataukah sebaliknya menambah banyak beban bagi pemakainya?
Sama sekali melarang, juga bukanlah solusi yang ideal. Pertama-tama, pada mulanya, biarkan mereka mengeksplorasi sebuah gadget, setelah itu kita pun sebagai orang dewasa dapat memberi edukasi pada mereka bahwa memainkan seluruh permainan demikian, apakah ada ujung pangkal serta ujung akhirnya? Apakah tiada hal lain yang dapat dikerjakan secara menyenangkan disamping bermain gadget? Adakah hasil yang positif-bermanfaat dan produktif dari seluruh proses permainan gadget demikian, atau justru mendapatkan lebih banyak mudarat?
Dengan mengajak mereka berpikir dewasa, diharapkan mereka dapat memahami bagaimana cara bersikap dengan perangkat gadget mereka dan mulai lebih mampu untuk bertanggung-jawab atas kebaikan bagi diri mereka sendiri secara berdaya dan memiliki kesadaran pribadi tanpa menunggu untuk ditegur maupun diawasi sepanjang harinya.
Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊
Sumber Rujukan:
https:// bogor.tribunnews .com/2019/10/16/ratusan-anak-di-jabar-jadi-pasien-rsj-karena-kecanduang-game-online-di-hp-ada-yang-rawat-inap
https:// nasional.okezone .com/read/2019/10/19/337/2119073/ratusan-anak-masuk-rsj-karena-kecanduan-gadget-jadi-tamparan-semua-keluarga

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email, telepon, atau chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS