Jangan Sengaja Menantang Maut ataupun Memandang Remeh Potensi Musibah

By SHIETRA - January 09, 2020

Jangan Sengaja Menantang Maut ataupun Memandang Remeh Potensi Musibah

Antisipasi, mitigasi, serta “tidak mencari penyakit sendiri”. Mengapa maskapai penerbangan selalu memastikan kondisi cuaca sebelum diizinkan lepas landas dari bandara udara? Karena keselamatan penumpang pesawat menjadi taruhannya, maka seorang pilot yang baik tidak akan mengendarai kendaraan yang dikemudikannya dengan membawa “resiko yang tidak perlu” bagi keselamatan para penumpangnya.
Baru-baru ini saat KWANG menuliskan artikel ini, beredar kabar resmi, bahwa otoritas terkait pemantauan iklim dan cuaca di Indonesia memprediksi serta menghimbau agar warga mengantisipasi serta waspada terhadap kondisi curah hujan yang tinggi hingga derajat ekstrim disertai badai petir (thunder strom). Bahkan pemerintah Amerika Serikat mempublikasikan pesan kepada seluruh Warga Negara USA yang sedang berada di teritori indonesia, agar keluar dari Indonesia agar tidak terjebak dalam musibah alam.
Akan tetapi, sekalipun telah di-share pemberitaan mengenai prediksi cuaca dengan potensi bencana banjir dengan disertai angin topan demikian, salah seorang sahabat KWANG yang berprofesi sebagai dokter pada salah satu kota di Indonesia, tetap pada pendirian semula dirinya yang hendak mengadakan bakti-sosial pengobatan bagi berbagai warga pada daerah yang telah diprediksi akan terancam terlanda musibah alam akibat cuaca ekstrim yang mana gelagat ekstrim fenomena alamnya sudah di depan mata.
Sang dokter berkata, semoga karma baik dan niat baik akan melindungi dirinya dalam perjalanan, karena warga di lokasi tersebut juga sedang membutuhkan “uluran tangan”. KWANG tidak dapat memaksa siapapun untuk mengurungkan niatnya, namun pepatah selalu berkata, terlebih dahulu tolong diri kita sendiri disaat-saat genting, barulah kita dapat menolong orang lain yang kita kasihi.
Semisal di dalam kabin pesawat, saat terjadi turbulensi, maka para orangtua itu sendiri-lah yang harus terlebih dahulu menyelamatkan diri dengan memasang masker oksigen pada dirinya sendiri sebelum mengurusi anak mereka ataupun orang lain. Jika diri kita sendiri tidak dapat menjaga diri, maka bisa jadi orang lain yang akan mengalami kerepotan menjaga diri kita.
Banyak orang-orang baik, dengan niat-niat baik, semisal para dokter dan suster yang mengobati para tentara dan korban sipil di medan perang. Namun, niat baik demikian tidak menjamin diri mereka selamat dari bencana peperangan, bahkan bisa jadi jiwa mereka yang terenggut sewaktu-waktu terkena peluru “nyasar” ataupun ledakan mematikan.
Orang-orang yang cukup malang, sehingga tewas karena musibah alam, penyakit, maupun bencana kemanusiaan, tidak lagi dapat memberi testimoni serta nasehat kepada orang-orang yang masih hidup, agar : Tidak mencari penyakit sendiri, serta untuk tidak menantang maut agar tidak bernasib sama seperti mereka.
Janganlah menantang maut, serta tidak perlu pula kita “berspekulasi” dengan nasib. Orang mujur, tidak selamanya akan bernasib mujur. Antara orang “bodoh” dengan orang “bijaksana”, selalu terdapat perbedaan yang kontras garis pemisahnya—yang mungkin dapat diilustrasikan lewat contoh berikut di bawah ini.
Seseorang diragukan kejujurannya, lalu ditantang untuk memasukkan jari tangannya ke atas api kompor yang menyala. Jika jarinya tidak terbakar, maka artinya orang tersebut benar-benar adalah orang yang jujur. Sementara bila jari tangannya terbakar, itu menjadi bukti bahwa kejujurannya benar-benar patut diragukan. Padahal, apa hubungannya antara api yang membakar tangan dengan tingkat kejujuran seseorang? Yang bodoh bukan hanya si penantang, namun orang-orang yang mengikuti tantangan juga sejatinya sama bodohnya.
Jika memang orang baik akan selamat dan panjang umur, maka bolehlah kita berkata: semua orang yang mati muda adalah orang-orang jahat penipu busuk “bau tengik”. Maka, berlaku pula logika sebaliknya: semua orang yang panjang umur adalah orang-orang baik yang budiman nan bijak mulia. Namun, apakah alam kita bekerja dengan hukum alam semacam itu? Keyakinan yang melanggar realita, sama artinya mempercepat serta memperparah penyakit. Kita yakin sehat, namun pola hidup kita tidak sehat, sama artinya merusak diri sendiri.
Dunia manusia tidak seideal dunia dalam kisah-kisah dongeng, dimana orang-orang baik akan menang dan selamat. Kita tidak bisa memaksakan “logika milik alam” untuk menyesuaikan diri dengan kemauan kita, kita hanya bisa beradabtasi dan menyesuaikan diri, sehingga kita janganlah “keras kepala” terlebih “over estimated” diri kita sendiri dengan menantang alam dan hukum maupun logikanya sendiri dengan sama sekali tidak mengikuti “omong kosong” milik manusia maupun keyakinannya yang kadang cukup “kekanak-kanakan”.
Sekali lagi, kitalah yang perlu menyesuaikan diri dengan alam, mempelajari dan mengikuti hukum alam, termasuk diantaranya hukum fisika, hukum termodinamika, hukum gravitasi, hukum matematika, hukum kimia, dsb. Mereka yang arogan, akan cenderung mencoba menantang hukum-hukum alam tersebut.
Semisal bercerita panjang-lebar bahwa bila kita memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan, maka gunung pun akan pindah lewat keyakinan kita. Berarti, bila gunung itu masih berdiri di tempatnya semula, artinya kita tidak punya keyakinan sama sekali, oleh sebab batu kerikil kecil sekalipun tidak mampu tergerak oleh keyakinan kita. hukum gravitasi tetaplah hukum gravitasi, apapun keyakinan kita. Meyakini gravitasi itu tidak ada, tidak dapat memungkiri realita adanya hukum gravitasi yang berlaku terhadap diri kita.
Untuk bisa bertahan hidup, para makhluk pada zaman purba bukan mencoba menjadi sekuat dinosaurus yang besar perkasa, namun menjadi mampu beradabtasi dengan lingkungannya. Kegagalan terbesar kaum dinosaurus, ialah kegagalan mereka untuk beradabtasi dan menyesuaikan diri dengan alam. Sekalipun si dinosaurus meyakini bahwa dirinyalah makhluk terkuat di rimba belantara, namun itu tidak mengubah fakta apapun bahwa mereka telah lama punah akibat tidak mampu melewati “seleksi alam”.
Seseorang tidak dikenal, pernah menyebutkan: “Hidup adalah sebuah karya yang kita ciptakan sendiri.” Namun pertanyaan utamanya ialah, hidup yang seperti apa yang hendak kita tempuh dan jalani? Mereka yang mencoba menantang gravitasi lewat keyakinan semata, sama artinya dengan seseorang yang mencoba “terbang bebas” dengan meloncat dari atas gedung bertingkat tinggi.
Kita akan melihat, apakah betul keyakinan kita akan mampu menyelamatkan diri kita, ataukah akan menjerumuskan diri kita sendiri? Keyakinan yang tidak rasional, selalu mencoba melawan alam dengan hukum dan logikanya sendiri. Padahal alam semesta ini memiliki hukum serta logika yang umurnya berlaku sejak alam semesta ini terbentuk.
Seseorang kadang menyepelekan peringatan maupun “resiko yang tidak perlu”—oleh sebab sejatinya bisa dihindari. Seekor kucing konon memiliki 19 “nyawa”. Sekalipun memiliki banyak cadangan “nyawa”, tetap saja si kucing tidak memiliki cadangan “nyawa” yang ke-20. Kadang kita menyepelekan masalah, serta memandang terlampau tinggi keberuntungan dan nasib kita sendiri, maka peringatan dibalik nasehat berikut ini dapat cukup mewakili:
“Satu hal sepele saja bisa menjadi masalah yang lebih besar bila kita membiarkannya terjadi, terlebih bila kita mencoba untuk menantang, mencari-cari, atau bahkan meremehkannya. Tidak jarang, seorang manusia bertubuh besar dapat tersandung oleh sebuah kerikil kecil.”
Dahulu kala, KWANG pernah mendengar istilah seperti “mati konyol”. Tampaknya kini KWANG telah mampu memahami maknanya, yakni ialah agar kita tidak mencari-cari penyakit sendiri. Bukanlah sesuatu hal yang hebat terlebih untuk dibanggakan mencoba menantang dan “berspekulasi” dengan nasib. Kemujuran tidak datang selamanya.
Seseorang, boleh saja tidak mempercayai dan menolak pandangan umum mengenai hal-hal yang ditabukan atau yang sejenisnya, semisal perihal “rumah tusuk sate” atau angka “4”, namun bukan artinya kita bisa mencoba menantang hal-hal tersebut. Tidak percaya, boleh dan sah-sah saja, namun janganlah kita mencoba menantangnya dengan semisal, tetap membeli dan menetap pada sebuah “rumah tusuk sate”, atau sengaja mencari-cari nomo “4”.
Penyesalan, selalu datang terlambat. Yang sudah “Rest In Peace” (RIP) tidak dapat lagi membuat rekaman testimoni agar orang-orang baik tidak mencoba menantang alam, dan mulai membiasakan diri untuk memahami alam agar tidak turut “binasa” dan tergerus bersama kepunahan dinosaurus. Coba lihat, kita bahkan tidak benar-benar yakin kepada diri kita sendiri, sebagaimana penuturan di bawah ini:
“Ketika bocah kita sering berkata, ‘Aku ingin menjadi dokter, insinyur, atau pilot’. Setelah besar, apakah hal-hal seperti itu masih ada?”
Jangankan mengharap dapat menaklukkan hukum alam, kita bahkan belum mampu untuk sedikit pun menaklukkan diri kita sendiri, untuk yakin sepenuhnya kepada diri kita sendiri, dan untuk sepenuhnya mencintai diri kita sendiri.
Hindari sikap arogan dan “besar kepala”. Di mata alam semesta, kita tidak lebih dari sekecil seekor “semut” mini sebesar debu yang “berisik”. Karena KWANG EARRINGS adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email, telepon, atau chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS