Wisata Medis Medical Check-Up di Bangkok-Thailand bersama Private Tour Guide Riana

By SHIETRA - January 24, 2020

Wisata Medis Medical Check-Up di Bangkok-Thailand bersama Private Tour Guide Riana

Saat artikel ini Guide Riana tulis, di Thailand sedang dalam suasana menyambut Tahun Baru Imlek, sehingga nuansanya budaya, hiasan, pernak-pernik, maupun busananya khas Imlek, mengingat etnis Tionghua memang banyak yang sudah menjadi penduduk lokal di Thailand selama beberapa generasi, seperti keponakan Guide Riana satu ini yang neneknya asli dari Tiongkok dan sekaligus mertua dari Guide Riana:
Wisata Medis Medical Check-Up di Bangkok-Thailand bersama Private Tour Guide Riana



Tidak mengherankan, bila banyak warga Thailand selain Bahasa Thai, juga fasih berbahasa Chinese / Mandarin. Baru-baru ini Guide Riana ke sebuah rumah sakit di Bangkok untuk mengikuti “medical check-up” tahunan bersama suami. Syukurlah, hasil pemeriksaannya ternyata cukup baik. Wujud atau penampilan rumah sakitnya jauh dari kesan “angker”, dan lebih menyerupai sebuah hotel sehingga pengunjung maupun pasien menjadi merasa nyaman dan aman.
Ternyata, petugas rumah sakit di sini tidak mau ketinggalan menyemarakkan suasana menyambut tahun baru Imlek. Keren ya, coba perhatikan petugas rumah sakit yang berbusana “serba merah” dalam foto di bawah ini, sudah pakai kostum ala “Chinese New Year” saja ketika menyambut dan melayani pengunjung.
Wisata Medis Medical Check-Up di Bangkok-Thailand bersama Private Tour Guide Riana
Wisata Medis Medical Check-Up di Bangkok-Thailand bersama Private Tour Guide Riana
Wisata Medis Medical Check-Up di Bangkok-Thailand bersama Private Tour Guide Riana

Sampai demikian total dandannya, bahkan rambutnya juga ditempel sejenis gantungan atau tusuk konde ala Chinese. Hihi, unik bukan? Memang unik-unik orang di sini, Bangkok-Thailand.
Private Tour Guide Riana menyebutnya sebagai “2 in 1 service : Medic and Tour”, yakni berwisata di Thailand sembari menikmati layanan medis di Thailand. Semisal, ketika memulihkan diri dari operasi kecantikan, pasien dapat juga menyegarkan / memulihkan diri dengan berwisata keindahan alam maupun budaya serta kuliner di Thailand. Atau, turis mancanegara sembari berlibur ke Thailand, juga sekaligus melakukan “medical check up”.
Berikut dihimpung informasi terkait “wisata medik” di Thailand. Jika Sobat membutukan konsultasi kesehatan dan kecantikan, maka “wisata medis” ke Thailand daspat menjadi destinasi tujuan paling solutif sebagai bahan pertimbangan, karena kualitasnya sudah berstandar internasional.
Konon, sudah sejak lama, di kalangan masyarakat Indonesia, terdengar pernyataan seperti ini: Jika ingin operasi kecantikan, maka akan direkomendasikan untuk ke Thailand saja. Reputasi beauty / cosmetic surgery di Thailand, memang sudah dikenal hingga mancanegara.
Bahkan hingga operasi “ganti kelamin” dari pria menjadi wanita atau bahkan wanita menjadi pria, juga bisa dilakukan di Thailand. Proses ganti kelamin cukup kompleks, karena melibatkan serta tim psikologi di rumah sakit di Thailand, juga telah didokumentasi serta dipublikasikan oleh stasiun televisi National Geographic.
Jika ada turis mancanegara yang ingin membuat lipatan mata dengan eyelid surgery, dari mulai proses konsultasi hingga pelaksanaan operasi, prosesnya bisa dilakukan cukup hanya dalam satu hari saja! Tersedia pula di dalamnya fasilitas ruang pemulihan “rawat inap” bagi para pasien beauty surgery.
Beberapa tahun terakhir ini, wisata medis ke Thailand telah menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia, dan banyak peminatnya menurut Private Guide Riana yang telah beberapa kali mendampingi pasien asal Indonesia untuk melakukan “operasi plastik” (oplas) di Bangkok, Thailand. Wisata medis di Thailand, identik memang dengan keterampilan dokternya maupun kecanggihan operasi bedah kecantikan yang bisa dilakukan di banyak rumah sakit maupun klinik khusus kecantikan di sana.
Guide Riana menginformasikan, fasilitas jasa layanan oplas wujudnya tidak melulu berupa rumah sakit, namun juga pasien dapat memilih jasa yang ditawarkan berbagai klinik kesehatan di Thailand, dengan kelebihan serta kekurangannya masing-masing.
BBC Travel melangsir berita bahwa beberapa negara di Asia telah menjadi tempat teramai sebagai tujuan wisata medis (medical tourism). Lebih dari 89% pelaku wisata medis, dilaporkan memilih untuk pergi ke Thailand, India, atau Singapura pada tahun 2010.
Korea Selatan memang sebelum ini disebut-sebut sebagai tujuan destinasi “wisata oplas”, namun kesukaran dalam memperoleh visa, dan tingginya biaya oplas di Korea Selatan, mengakibatkan pamornya belakangan ini kurang lagi populer dan disalip oleh Thailand.
Walau Singapura menduduki peringkat favorit, namun karena tingginya biaya kamar hotel dan pengobatan di Singapura, membuat Bangkok menjadi semakin dilirik dunia untuk pariwisata medis. Terbukti, sudah 19 juta wisatawan mengunjungi Thailand pada tahun 2011, angka ini melonjak 20% dari 2010.
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), yang mulai mempromosikan pariwisata medis pada tahun 2004, menyebutkan bahwa Thailand termasuk kategori “one stop service” terkait layanan kesehatan, termasuk perawatan gigi, dermatologi, hingga bedah kosmetik. Tampaknya memang menyasar segmen pasien mancanegara, selain sebagai negara destinasi wisata.
Dilatar-belakangi semakin meluasnya jangkauan perjalanan udara, biaya kesehatan yang makin meningkat di negara maju, dan daftar tunggu yang panjang adalah sebagian alasan meledaknya  pariwisata medis dalam dekade terakhir, dan kesempatan tersebut secara cermat disadari oleh otoritas dan pelaku usaha medis di Thailand.
Tahun ke tahun, pelayanan kesehatan di Asia semakin meningkat. Dari kualitas pelayanan ke fasilitas kesehatannya, tidak sedikit negara di Asia yang fokus dalam memajukan sistem kesehatan mereka untuk menarik turis medis di dunia. Singapura, Malaysia dan Thailand adalah tiga negara yang sering kita dengar dalam hal wisata medisnya.
Bukan hanya karena menyuguhkan atraksi kelas dunia, tapi Thailand juga dikenal dengan “wisata medisnya” di bidang operasi plastik, perawatan pijat tradisional dan spa, serta produk herbal untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tapi apa sih yang membedakan Thailand dari Malaysia maupun Singapura? Yakni biaya Medis yang Terjangkau.
Biaya rumah sakit di Bangkok dilaporkan lebih murah 25-35% dibandingkan dengan rumah sakit di Singapura. Disebutkan pula, tidak sedikit warga Singapura, Malaysia dan bahkan warga negara mancanegara seperti Australia yang lebih memilih untuk berkunjung ke Bangkok untuk keperluan perawatan kesehatan mereka.
Kedua, karena faktor fasilitas medis yang lengkap. Walaupun biaya yang lebih murah dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia, pasien tetap akan mendapat kualitas kesehatan yang setaraf. Kebanyakan rumah sakit di Bangkok seperti, Rumah Sakit Internasional Bumrungrad dan Rumah Sakit Samitivej dilengkapi dengan fasilitas yang luar biasa. Dengan akreditasi dari Amerika Seriakt berupa “Joint Commission International” (JCI), menjadikan layanan kesehatan di Thailand lebih dikenal di kalangan turis mancanegara. Bahkan, konon hampir semua dokter di Thailand lulusan dari universitas ternama di luar negeri.
Ketiga, fasilitas medis yang nyaman dan pelayanan yang ramah. Bangkok juga terkenal dengan keramahannya, sehingga turis / pasien dapat mengharapkan keramah-tamahan dari dokter dan suster yang menemani kamu, terutama untuk hal penting seperti tanya-jawab / komunikasi dua arah pasien dan dokter dimana dokter di Bangkok rata-rata akan bersedia meluangkan waktu dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien (itulah yang paling penting menurut pengalaman Guide Riana menemani berbagai turis mancanegara berwisata-medis di Bangkok).
Berikut Guide Riana kutipkan laporan serta data dari “BBC Travel”, terkait tema “Wisata Medis di Thailand”, ditulis oleh Caroline Eden, 4 September 2012, http:// www. bbc .com/travel/story/20120828-the-rise-of-medical-tourism-in-bangkok?OCID=twtvl&utm_source=buffer&buffer_share=8b4cd:
While most travellers aim to stay out of the hospital while on vacation, a growing number of medical tourists – people who combine treatment with travel -- are crossing international borders for the sole purpose of attaining medical services, which can range from a hip replacement to a tummy tuck. 
Widespread air travel, mounting healthcare costs in developed countries, long waiting lists and an ageing world population have all contributed to a global explosion of medical tourism in the past decade -- and Asia is leagues ahead in terms of world market share.
More than 89% of medical tourists travelled to Thailand, India or Singapore in 2010, with Bangkok and Singapore leading the pack. But the cost of hotel rooms and treatment are both far more expensive in Singapore than in the Thai capital, making Bangkok the most popular place for medical tourism in the world.
Even after the devastating floods of 2011, 19 million tourists visited Thailand in 2011, a 20% jump from 2010, with an estimated 500,000 travelling specifically for medical treatment, whereas of the 10.2 million tourists that visit Singapore each year, only 200,000 go to receive medical care.
The trend is lucrative too. Medical tourism in Thailand is growing at a yearly rate of 16%, while in financial terms the foreign medical services sector is expected to make a whopping 100 billion baht by 2015. Currently, medical tourism makes up 0.4% of the GDP, while tourism overall accounts for 6% to 7%, the third most important economic driver in Thailand. To compare, the Thai automotive industry accounted for 12% of GDP last year, while manufacturing led the way accounting for 36% of GDP in 2011.
Given Thailand’s reputation for graceful and attentive service, it is not hard to see why Bangkok has quickly become the medical tourism hub of Asia.  Suvarnabhumi Airport is serviced by airlines from around the world, reasonably-priced hotel rooms abound, there is reliable public transportation and 30-day visas for many nationalities are easy to get upon arrival, all of which help to make a stay -- in a hotel or hospital -- easy.
The Tourism Authority of Thailand (TAT), which began promoting medical tourism in 2004, has a detailed medical tourism website that highlights many of the most popular treatments available, including dental work, dermatology and cosmetic surgery, as well as listing reputed hospitals, making it easy for potential visitors to decide on a procedure. Forward thinking in many of its approaches, TAT has also recently partnered with state-owned Krungthai Bank, the national bank of Thailand, to offer tourists a debit card called the Miracle Thailand Card, which offers some medical and life insurance coverage in case of an accident.
Western accreditation is also a vital component for confidence in undergoing foreign medical treatments and Bangkok’s Bumrungrad and Samitivej hospitals were among Southeast Asia’s first recipients of the United States’ prestigious Joint Commission International (JCI) certification, which is seen as the gold standard for healthcare service providers around the world. Now Bangkok has no less than eight JCI-accredited hospitals for medical tourists to book with. Singapore, on the other hand, has 13 JCI-accredited hospitals.
Hospitals in Thailand are also very popular with those who travel from neighbouring Asian countries to seek treatment. Bangkok Hospital, which specifically caters to medical tourists, has an entire Japanese wing, while Phyathai Hospitals Group  has translators for 22 languages, including Swedish, Khmer and Flemish, as well as a team of English-speaking staff. It is also well known that when Prime Minister Girija Prasad Koirala of Nepal needed medical care in 2006, he chose to travel to Bangkok ‘s Bumrungrad Hospital for treatment.
The hospitals in Bangkok are some of the highest quality in the world, meeting or exceeding US standards,” said Steven Lash, CEO of Satori World Medical, a US-based medical travel company that sends patients to Bangkok as well as to seven other countries, including Turkey and Mexico. “All of the patients we have sent to these hospitals have given us excellent feedback on their procedures and their experiences at the facilities.”
Committing to airfares, accommodation, out of network or uninsured medical bills and time off work is a big decision for travellers to make. Yet it seems for many, the benefits and savings outweigh the risks. For example, a hip replacement at Bangkok’s Bumrungrad hospital costs 575,834 baht on average, about half the price of the same operation in the US, making it a worthwhile consideration for many who are open-minded enough to take the plunge.”
Travel Kompas (28/09/2018) menulis dengan tajuk “Alasan Lain ke Thailand, Wisata Kesehatan Termasuk Operasi Plastik“, memberitakan bahwa selain berwisata, menikmati kuliner, dan pesona belanja, orang Indonesia ternyata punya alasan lain ke Thailand, yakni untuk menjalani perawatan kesehatan.
“Operasi plastik” adalah salah satu layanan kesehatan yang banyak diincar oleh orang Indonesia ke Thailand. "Kami belum punya data angka pastinya, tetapi selain liburan, makan, dan belanja, ada orang Indonesia yang datang untuk operasi plastik dan perawatan wajah lainnya," kata Director Tourism Authority of Thailand, Busakorn Prommanot ditemui di acara perkenalan Thanyapura Wellness Resort di The Hermitage, Jakarta, Kamis (27/9/2018).
Bangkok masih menjadi destinasi utama bagi orang Indonesia yang mencari layanan operasi plastik. "Kalau dibandingkan dengan Korea Selatan, biaya dalam hal tiket, penginapan, dan makanan pasien memang jadi lebih murah. Orang Korea sendiri juga banyak yang melakukan operasi plastik di Thailand," jelas Busakorn.
Saat ini pemerintah Thailand sedang gencar menawarkan wisata sekaligus melakukan layanan kesehatan dan kebugaran kepada wisatawan global, termasuk Indonesia. "Wisata kesehatan dan kebugaran ini tidak hanya di Bangkok, tetapi juga di Phuket, Chiang Rai, Chiang Mai, Koh Samui," kata Busakorn. Private Tour Guide, tentunya, turut membantu geliat dunia wisata tur dan medis di Thailand.
Ia turut menyebutkan pada 2017, tercatat sejumlah empat juta wisatawan mancanegara yang datang ke Thailand untuk wisata kesehatan dan kebugaran, dari total 35 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Thailand.
“Detik Travel” pada 03 Okt 2018 mempublikasikan berita dengan jatuk bahwa disamping Korea Selatan, Thailand juga menjadi detinasi tujuan “Wisata Oplas”. Selain Korea Selatan, ada lagi negara yang cukup digemari pelancong asal Indonesia khusus untuk menjalani “wisata medis”, yaitu Thailand, salah satu negeri Asia yang dapat ditempuh dengan penerbangan dari Jakarta kurang lebih 3,5 jam. Pasien dapat jalan-jalan keliling Bangkok sebelum maupun pasca pemulihan operasi plastik, menyegarkan diri dengan tur demikian diyakini dapat mempercepat proses pemulihan pasca operasi.
Pada acara Amazing Thailand Health & Wellness Trade Meet 2018 yang dihelat oleh Tourism Authority of Thailand (TAT) di Hotel Athenee, Bangkok (30/8) lalu, sejumlah klinik kecantikan Thailand mengungkap bahwa pelancong asal Indonesia banyak melakukan perawatan kecantikan bahkan operasi kelamin.
Perawatan kecantikan ini cukup beragam, dari operasi hidung, face lift, mengurangi lemak sehingga wajah berbentuk V. Di Asia Cosmetic Hospital Thailand, operasi hidung atau rhinoplasty disebut menjadi favorit orang Indonesia.
Sedangkan untuk operasi kelamin, sudah bukan rahasia lagi kalau prosedur tersebut memiliki popularitasnya di Thailand. Konon disebutkan, seorang dokter bedah plastik populer pada sebuah rumah sakit di Thailand bisa melakukan 180 kali operasi penggantian kelamin dalam setahun. Dokter bedah plastik di Negara Thailand memang tergolong terampil, bahkan sanggup mengubah pria transgender menjadi begitu mirip wanita.
Lalu, bicara soal pria transgender atau “ladyboy”, beberapa di antaranya menjadi penari, dengan pertunjukan yang menarik banyak turis—wanita-wanita peserta tour Guide Riana bahkan menjadikan itu sebagai salah satu atraksi wisata yang paling ditunggu-tunggu ketika mereka pertama kali menjejakkan kaki di Bangkok. Sebut saja “Calypso Cabaret”, pertunjukan kabaret di Bangkok yang menghadirkan ladyboy berparas cantik sebagai pengisi panggung. Hati-hati, bisa “pangling” loh. :) Yuk rencanakan liburan dan treatment medic ke Thailand.
Sobat KWANG juga mungkin suka menyimak artikel terkait “layanan unggulan” kami ini: (pada link di bawah ini)
Karena KWANG adalah teman terbaik mu! 😊
Sumber Informasi:
https:// editorial. femaledaily .com/blog/2016/10/24/wisata-medis-ke-thailand-semakin-diminati/
https:// travel. Detik .com/international-destination/d-4240546/korea-selatan-dan-thailand-yang-jadi-detinasi-wisata-oplas; Penulis : Kurnia Yustiana.
https:// travel. Kompas .com/read/2018/09/28/080101327/alasan-lain-ke-thailand-wisata-kesehatan-termasuk-operasi-plastik; Penulis : Silvita Agmasari.
http:// www. bbc .com/travel/story/20120828-the-rise-of-medical-tourism-in-bangkok?OCID=twtvl&utm_source=buffer&buffer_share=8b4cd
http:// www. liburkeluarga .com/top-things/bangkok-populer-sebagai-tujuan-wisata-medis/
https:// www. travel141 .id/layanan-medis/wisata-medis-thailand-malaysia-singapura/

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email, telepon, atau chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS