Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai

By SHIETRA - February 14, 2020

“Yang saya salut dari orang sini (Thailand), orang Thai gak pernah ‘kepo’. Disini menghormati semua tanpa rasis. Orang dari negara mana, warna kulit apa, agama apa. Tomboy, gay, "girly boy", ataupun transgender yang dandan kaya gimana juga gak pernah dipandangin aneh. Biasa semua dan tetap hargai. Menghormati pilihan dan diri orang lain.” (PRIVATE GUIDE RIANA, Bangkok)

Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai

EDISI WAWANCARA EKSLUSIF BERSAMA PRIVATE TOUR GUIDE RIANA
Budaya serta kehangatan warga masyarakat lokal Thailand, sangat mendunia. Para turis mancanegara setiap tahunnya membanjiri Thailand, bukan hanya demi mengejar “wisata kuliner” (bahkan juga pernah ada yang bertanya kapan musim buah durian agar bisa “wisata durian”), namun juga demi melihat serta bersentuhan langsung dan berbaur dengan betapa ramah, betapa elok, serta betapa berbudayanya masyarakat lokal di Thailand.
Sebenarnya apakah keistimewaan sumber daya manusia di Thailand, sehingga Thailand dikenal hingga level mancanegara bukan hanya menjadi pusat wisata namun juga sebagai pusat budaya kemanusiaan yang telah demikian mendunia?
Berikut cuplikan wawancara eksklusif redaksi dengan Private Tour Guide Riana di Bangkok, ditengah-tengah kesibukan beliau mempersiapkan trip wisata bagi para pengguna jasa Tour Guide.

Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai
Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai
 
Redaksi :Sebenarnya Guide Riana lahir dan tumbuh besar di negara mana?
Guide Riana :Lahir di Indonesia dari kecil hingga besar, kemudian saya belajar Bahasa Mandarin atau Chinese di Tiongkok-China selama beberapa tahun, dan disanalah saya berjumpa calon suami saya yang asal Thailand, sebelum kemudian saya menikah dan tinggal menetap permanen di Thailand hingga saat kini.
Redaksi :Apakah sulit untuk beradaptasi saat pertama kali pindah ke Thailand?
Guide Riana :Pertama-tama ya, saya merasa kurang independen di sini. Tapi tidak memakan waktu lama, Thai (Thaialnd) sudah serasa rumah sendiri.
Redaksi :Di Thailand ada berapa iklim? Jika Eropa ada empat iklim, terdiri dari musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Di Indonesia dan negara-negara khatulistiwa terdiri dari musim hujan dan musim kemarau. Bagaimana dengan Thailand?
Guide Riana : Ayo tebak ada berapa?”
Redaksi: Dua musim?”
Guide Riana: “No no..”
Redaksi: “Tiga musim?”
Guide Riana: “Betullll! Musim panas, panas banget, sama panasnya luar biasa! Hahaha. Bercanda, tapi bener ada tiga. Musim panas, hujan, dan musim dingin. Maka yang tahu sejarah dari Emerald Buddha di Wat phra Kaew, patung Emerald Buddha akan digantikan pakaiannya tiga kali dalam satu tahun sesuai musim. Dan hanya Raja yang diperbolehkan untuk menggantikan kostum patung Emerald Buddha.”
Redaksi :Bagaimana dengan kehidupan, karakter dan kelebihan masyarakat lokal di Thailand dibandingkan dengan Negara Anda tinggal sebelumnya (Indonesia)?”
Guide Riana : Hmm.., penduduk Indonesia terkenal keramahannya. Demikian juga dengan orang Thailand. Sebenarnya hampir sama. Indo maupun Thai, pasti ada orang yang baik dan ada yang berkarakter kurang baik. Semisal di Thai pun tak luput dari oknum mencari nafkah dengan sedikit mencurangi atau berbohong (seperti case yang saya ada ceritakan di trip menuju Grand Palace. Terdapat di artikel), Taxi yang tidak mau memakai tarif angkutan penumpang berdasarkan argo-meter dan memasang harga tinggi jika supirnya tahu orang asing yang menjadi penumpangnya. Tapi nominal case seperti ini pun jarang dapat kita temui di Thailand. Hanya sebatas untuk mereka mencari nafkah tanpa maksud jahat. Namun, ada satu yang amat dan paling berkesan bagi saya pribadi... Secara general, individu penduduk Thai amatlah menghargai orang lain untuk menjadi diri sendiri. Istilah kasarnya, “tidak kepo” dan tidak menghakimi orang lain.”
Redaksi : Contoh konkritnya?”
Guide Riana : Contoh paling sederhana, saat di Sky-train, MRT, bus dan tempat umum lainnya, saya suka mengamati keberagaman dan orang-orang. Bagaimana bilangnya ya… intinya, setiap orang di sini, terutama orang Thai, mereka punya kebebasan untuk menjadi diri mereka sendiri, be them-self. Mereka memakai apa yang mereka suka untuk mengekspresikan diri, menjadi pribadi yang sejatinya diri mereka, dan semua ini didukung dengan lingkungan sekitar yang tidak menghakimi ini jelek dan itu bagus, cocok tidak cocok dan tidak mengejek orang lain. Good right? Better focus on their own business, rather than judge other people. Salut banget! Dan karena lingkungan yang seperti ini, orang-orang Thai menjadi pribadi yang unik dan kreatif, menurut saya.”
Redaksi : “Meskipun seaneh apapun mereka?”
Guide Riana :Yes. Saya pernah melihat bapak tua yang memakai sepeda butut, dihiasi boneka kusang, memakai helmet kartoon yang dipasang pernak pernik, memakai kacamata. Kemungkinan beliau ingin berjualan sesuatu sehingga berpenampilan demikian agar orang-orang tertarik. Dan orang-orang pun biasa saja dengan ini, tidak ada yang menghina, mengomentari dengan nada mengejek, maupun merendahkan. Transgender yang senyentrik apapun, Orang dari negara mana, warna kulit apa, agama apa, tomboy, gay, "girly boy" (bencong), transgender dandan kaya gimana juga gak pernah dipandangin aneh. Biasa semua dan tetap hargai. Menghormati pilihan dan diri orang lain.
Redaksi : Wah, pernahkah ada klien yang berpendapat sama?”
Guide Riana : Ada. Beberapa klien yang tour dengan saya juga sadar. Sewaktu membeli pakaian, meski suka karena modelnya yang unik, tapi tak berani beli. Dengan alasan, di Indo pasti tidak bisa pakai. Nanti dilihat-in orang-orang, jadi takut sendiri. Kalau di sini (Thailand), bebas. Gak ada yang mandangin aneh.”
Redaksi : Apakah punya pengalaman khusus?”
Guide Riana : Hmn, ada. Dulu sewaktu di Indonesia, jalan kaki ke sekitar rumah, ada tukang ojek yang teriakin ‘amoi! Amoi!’, atau komen yang bikin ngerasa amat nggak nyaman gitu rasanya. Ini baru saya, entah mungkin ada banyak orang yang pernah diperlakukan sama atau lebih buruk. Saya tahu pasti bukan semua warga di Indonesia seperti itu. Tapi pengalaman ini secara tak sadar membawa trauma bagi saya pada saat disini. Saat disini melihat kerumunan ojek, saya takut karena mengira akan sama seperti di Indonesia. Tapi, banyak kali saya kini telah melewati gerombolan ojek, tidak pernah diperlakukan seperti saat saya masih di Indonesia. Mereka hanya focus menawarkan jasa dan tidak memaksa. Meski perlu beberapa lama bagi saya agar lepas dari trauma, tapi sekarang saya sudah perlahan lepas dari trauma dan merasa aman dan nyaman. Karena miris bukan, bila merasa lebih aman dan nyaman di Negara lain ketimbang di Negara sendiri di Indonesia yang merupakan negara kampung halaman tempat saya lahir dan dibesarkan.”
Redaksi : Apakah Anda memiliki harapan terkait hal ini?”
Guide Riana : Tentu. Jujur, meski saya sudah tidak tinggal di Indonesia, tapi saya amat berharap nilai-nilai baik di sini (Thailand) juga bisa berkembang di sana. Menjadi budaya baru untuk lebih menghargai orang lain dan tidak menyakiti hati orang lain dengan ejekan. Karena kita tidak paham dengan latar belakang orang lain. Menghormati semua tanpa rasis. Ini membuat saya teringat akan pepatah yang menyebutkan, orang besar berbicara tentang ide, orang rata-rata berbicara tentang sesuatu, sementara orang kecil membicarakan orang lain. Karenanya, orang-orang besar tidak pernah ‘kepo’, mengejek, ataupun mengkomentari hal-hal remeh-temeh dari orang lain, waktu mereka lebih berharga daripada semua itu. Sehingga, masalahnya ada di-‘mind set’. Jadi ingin sekali nilai menghargai dan menghormati keragaman, tidak mengolok orang lain berkembang diseluruh lapisan masyarakat Indonesia. Jika bisa terwujud, pastilah Indonesia makin menjadi Negara yang dicintai.”
Redaksi :Seperti apa sajakah yang menjadi kelebihan di Bangkok maupun wilayah lain di Thailand?
Guide Riana : Food, Shopping, dan Culture. Makanan Thai yang kaya dengan herbs (ramuan herbal sehingga menyehatkan konsumen), rasa pedas asam segar (meski tak semua lidah cocok dengan makanan Thai), tapi bagi saya pribadi, makanan Thai itu ngangenin. Apalagi banyak street food yang enak. Shopping murah nggak usah ditanya lagi, dan culture. Thai pun nomor satu dalam art (seni) dan kerajinan. Bisa dilihat dari arsitektur bangunan-bangunan bergaya rumit yang butuh teknik, keterampilan, dan tentunya juga kesabaran tingkat tinggi.”
Redaksi :Tema wisata seperti apa sajakah yang digemari oleh turis mancanegara ketika berwisata ke Thailand?
Guide Riana : Tema family trip, temple trip, dan kuliner, shopping, dan tidak terkecuali Oplas (operasi plastik estetika kecantikan wajah maupun untuk merevisi bentuk tubuh). Ternyata, warga asal Indonesia tidak sedikit juga yang berminat wisata medis Oplas ke Bangkok.
Redaksi : “Kabarnya, banyak wanita yang pada mulanya pria di Thailand, berkat operasi plastik, bahkan tampil lebih cantik daripada yang wanita asli ya? Bisa bikin minder dong, wanita tulen yang menyaksikannya?”
Guide Riana :Haha. Iya, bikin kepengen. Saat menyaksikan ladyboy show, benar-benar ga bisa lepas pandangan karena takjub. Tapi inilah salah satu yang menjadi daya tarik turis.”
Redaksi :Bagaimana juga dengan kehidupan spiritual warga Thailand?
Guide Riana : Sisi spiritual masyarakat Thai tergolong kental. Hampir setiap rumah akan memiliki satu tempat berdoa dan menyediakan persembahan seperti bunga dan minuman bewarna (merah seperti Fanta atau sirup merah). Pagi hari akan melakukan ‘tambun’ atau berdana makanan kepada Bhikkhu baik di temple maupun Bhikkhu yang berkeliling dari rumah ke rumah, pindapatta. Itulah salah satu potret budaya sosial di Thailand, yang akan mudah kita jumpai dan saksikan sendiri ketika berkunjung ke Thailand.”
Redaksi :Dari sisi makanan, lebih enak yang mana hidangannya? Wisata kuliner di restoran formal ataukah di ‘Street Food’ ala Thailand?
Guide Riana : Bisa dibilang relative, tapi street food itu seru. Buat yang hobi nyemal-nyemil, mencoba rasa kuliner atau jajanan dari satu ‘street food’ ke ‘street food’ lainnya, terutama turis dari mancanegara. Ada yang enak dan ada juga yang kurang. Tapi rata-rata enak, hihi.”
Redaksi :Jika Guide Riana sendiri, paling suka makanan atau masakan apa di Thailand, terutama masakan tradisional Thai?
Guide Riana : Suka ‘Pu Dong’, sejenis Crab (kepiting) mentah yang disajikan dengan saos seafood thai yang asam segar pedas. Ada juga yang udang mentah. Pertama kali mecoba, takut dan di Indonesia gak pernah makan yang mentah begituan. Tapi pas coba, ehhhh jatuh hati. Sampai mertua bilang, mungkin harusnya lahir di Thai. Karena gak semua orang Thai pun bisa makan ini. Hahaha. Lalu Somtum alias papaya salad. Ada juga snack tradisional yang namanya Kanom Bueang. Seperti crepes kecil tipis yang diisi cream dan shredded coconut. Ada dua rasa, manis dan asin. Tapi saya lebih suka yang asin. Terakhir, Bua Loy sai Lava. Ini juga enak bangettttt. Seperti mochi yang dalamnya diisi berbagai macam rasa. Misalnya bagian luar rasa pisang, filling rasa coklat meleleh. Favorite saya rasa cantaloupe! Mochi ini disajikan dalam semangkuk susu. Bisa pilih dingin atau hangat. Saya suka yang hangat. Benar-benar menghangatkan kerongkongan, perut, dan hatiii... bikin jatuh cinta pokoknya. Must try!
Redaksi :Apakah ada hal-hal menarik selama di Thai yang tidak pernah ditemui di Indonesia? Yang kemungkinan hanya diketahui penduduk local?
Guide Riana : Wah ada banyak. Yang simple-simple saja yha contoh yang akan saya sebutkan. Semiasl, kendaraan angkot sini punya kenek wanita, dan berseragam. Keren, kan? Semua seragam rapi dan banyak pula dari mereka pun dandan cantik lho. Lalu guling Thailand satu setengah lebih besar dari guling di Indonesia. Bisa puas peluknya sambil menemani tidur. Lalu ojek sini tersistem. Mereka pakai vest dan nomor. Mereka punya wilayah sendiri, antri ambil penumpang dan sudah ada spanduk harga atau tariff ojek. Jadi penumpang bisa lihat harga. Jika harga tarif sudah transparan dan akuntabel, tidak akan dipermainkan oleh tukang ojek, jadi tenang saat mau pakai ojek di Thailand.
Redaksi :Apa yang biasanya paling disukai oleh turis mancanegara selama berwisata di Thailand maupun di kota metropolitan Bangkok?
Guide Riana :Keindahan arsitektur bangunan yang khas Thailand, lalu juga culinary (kuliner), begitu pun ‘night market yang berlimpah street food dan snack Thailand.”
Redaksi :Bagaimana dengan mode berpakaian di Bangkok? Kabarnya busana yang dijual di Bangkok, sangat murah namun berkualitas, apakah betul?
Guide Riana : Bisa dibilang, banyak turis mancanegara (terutama Indonesia) yang datang membeli pakaian untuk dijual kembali di negara asalnya. Selain karena modelnya yang unik, bahannya bagus dan berkualitas, namun harganya tergolong murah serta terjangkau disamping tingkat harganya memungkinkan untuk dijual kembali di luar negeri.”
Redaksi : “Ada tidak, kisah yang unik dan mengesankan bagi Guide Riana, mengenai peserta tour yang pernah Guide Riana bawakan?”
Guide Riana :Wahh.. ada banyak. Maaf ya saya bocorkan satu saja cerita rahasia.. Ada satu grup yang amat kreatif. Saya rasa karena mereka sangat senang berfoto, grup ini pun membawa pakaian ganti selama 3 hari tour di Thailand. Setelah setengah harian dan berganti ke tempat objek destinasi wisata lain, mereka pun begitu sibuknya dengan kompak berganti kostum agar tidak bosan dilihat saat di-foto katanya, mungkin diantara mereka sudah saling janjian membuat rencana bahwa masing-masing dan bersama-sama ganti kostum setiap setengah hari. Hihi... Jika diingat-ingat kembali, rasanya ide itu unik-kreatif juga, meski kemana-mana bawa buntalan baju ganti yang cukup berat dan merepotkan mereka sendiri selama di perjalanan. Setiap grup punya ciri khas unik-nya sendiri, cerita dan kesan tersendiri masing-masing yang membedakan dengan karakter rombongan peserta tour lainnya yang pernah saya bawakan. Saya sampai berencana membuat buku khusus untuk pribadi yang berisikan kenangan saat bersama dengan setiap klien. Hanya sekedar kenang-kenangan, atau mungkin juga suatu hari nanti akan saya terbitkan juga buku diary profesi Tour Guide saya ini. Berminat baca kisahnya?
Redaksi : Bagaimana sih awalnya Riana terjun menjadi guide?”
Guide Riana : Sesungguhnya, ide menjadi guide dan yang berkontibusi paling besar adalah kakak laki-laki saya, Hery Shietra, di Jakarta, saat saya mulai tinggal menetap di Thailand. Pertama kali, saya merasa tidak percaya diri, stress, perasaan tertekan, dan takut akan berat atau misterinya profesi baru saya ini. Tapi, akhirnya saya beranikan diri mencoba hal baru untuk pertama kali. Namun syukurlah, rombongan tour kali pertama ternyata sukses dan lancar trip yang saya bawakan secara perdana, klien demi klien berdatangan, terus berlanjut dan mengalir dengan sendirinya. Hingga sadar tak sadar, saya pun mulai jatuh hati dan cinta dengan bidang ini. Jadi, pencetus dan yang amat berjasa dibalik ini hingga saya bisa memiliki peluang memiliki pengalaman hebat seperti ini, adalah karena kakak laki-laki saya itu. Tanpa dirinya yang terus mendukung dan memotivasi, tidak ada Guide Riana yang seperti saya saat ini.”
Redaksi : Apakah ada alasan khusus mengapa Guide Riana amat mencintai pekerjaan dibidang ini?”
Guide Riana :Jujur, entah mengapa saya merasa terjalin ikatan dengan setiap peserta tour. Berasa saudara. Setiap klien memberi kenangan dan ceritanya tersendiri. Karena trip yang saya pandu adalah berdasarkan keinginan, impian, serta kesukaan setiap klien yang dipandu dengan rekomendasi dari saya, maka saat mereka happy, antusias, enjoy dengan trip yang dibawakan, saya pun merasa senang dan ikut merasa bahagia untuk mereka, sepenuh hati. Saat mereka suka dengan makanan yang saya rekomendasikan, melihat mereka memiliki liburan yang fun (menyenangkan), saya pun bahagia. As simple as that, menjadi seorang Tour Guide yang seolah-olah sudah seperti keluarga sendiri atau seperti sahabat sendiri saat membawakan panduan tour bagi turis pengguna jasa Tour Guide. Kira-kira seperti itulah, fokus utama jasa saya saat membawakan jasa Private Tour Guide di Thailand.
Redaksi : “Wah, kemungkinan itu yang menjadi keunggulan utama tawaran jasa Anda ditengah maraknya kompetitor Tour Guide lainnya di Bangkok, ya?.. Lalu, apakah ada perbedaan atau tantangan tersendiri, semisal saat membawakan trip dengan usia dari masing-masing peserta dalam rombongan tour ada yang berusia muda atau yang telah cukup lanjut usia? Faktor umur dari peserta tour, bagaimana Guide Riana menyikapinya, bila semisal peserta tour ialah satu buah keluarga dengan anggota keluarganya memiliki beragam umur?
Guide Riana :Iya betul seringkali dijumpai tantangan keadaan seperti itu bila ‘family trip’, pendekatannya agak berbeda karena butuh perhatian lebih ekstra detail terutama untuk peserta tour yang berlatar-belakang umur muda yang masih cilik dan yang sudah senior umurnya. Semisal, ketika terdapat anggota anak-anak dalam rombongan, maka pendekatan terhadap rombongan benar-benar beda, seperti lebih cepat merasa panas dan capai (letih / lelah) ketika berjalan-jalan, juga tidak kuat terhadap kuliner yang citarasanya pedas atau asam ketika makan, karena memang rata-rata masakan Thai bercita-rasa asam. Saya sendiri pada mulanya menetap di Thailand, agak kaget dengan fakta keadaan ini, semua masakan Thai serba asam rasanya. Hal-hal semacam itu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang ‘private guide’. Karenanya, pertama-tama saat menyusun rencana tour bersama, biasanya saya akan terlebih dahulu meminta informasi perihal peserta apakah terdapat anak-anak dan lansia (lanjut usia), karena ini penting untuk merumuskan trip yang tepat bagi rombongan peserta tour.
Redaksi :Apakah Guide Riana pernah merasa jemu atau jenuh, mendatangi objek wisata yang sama terus-menerus berulang kali setiap kali membawa rombongan tur ketika ada pengguna jasa guide yang meminta atau request mengunjungi tempat wisata tersebut? Turis asing yang pertama kali berkunjung ke suatu tempat wisata, pastinya akan merasa takjub, namun bagaimana dengan Guide Riana sendiri?
Guide Riana :Logikanya betul sekali begitu ya mestinya. Tapi, sebagai guide, saya pribadi melihat dari sudut pandang yang berbeda. Saya melihat ‘pengalaman’ dan ‘cerita’ dari perjalanan kali itu. Karena tiap kali membawa rombongan tur yang berbeda-beda, kadang meski ke tempat wisata yang sama, tapi rasanya beda karena membawa peserta rombongan tour yang berbeda karakter. Masing-masing punya keunikan dan kisahnya sendiri selama perjalanan wisata. Ini yang membuat jadi terasa berbeda, mungkin kita menyebutnya sebagai ‘unik’. Jadi, jika peserta bertujuan mendapat pemandangan yang indah, saya bertujuan melihat klien senang dengan tripnya mengunjungi tempat-tempat indah serta koneksi antara saya dengan klien. Demikian =)
Redaksi :Sebagai pertanyaan penutup, apakah Guide Riana punya pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca wawancara singkat ini, bilamana ada diantara para pembaca yang berminat atau memang sudah berencana liburan dengan berkunjung dan berwisata ke Thailand dengan panduan Private Tour Guide Riana?
Guide Riana : Untuk kawan-kawan yang ingin bertamasya ke Bangkok, Pattaya, Hua Hin, Ayuttaya, atau kota lainnya, saya amat senang untuk membantu mewujudkan liburan impian kalian. Kita rancang bersama, and see you in Thai. Terimakasih atas waktu dan kesempatannya.”

Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai
Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai

Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai

Demikianlah hasil wawancara redaksi dengan Guide Riana, tentang berbagai seluk-beluk kehidupan seorang Private Tour Guide di Bangkok-Thailand.
Semoga hasil wawancara ini dapat memberi gambaran serta wawasan bagi yang berminat melancong ke Thailand. Sampai juga di Bangkok, wellcome to Thailand and Enjoy.

Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai
Indahnya Bangkok, Cantiknya Pesona Thailand, dan Ramahnya Warga Thai
Pad Thai, traditional Thailand food
 
Sobat KWANG juga mungkin suka menyimak artikel terkait “layanan unggulan” kami ini: (pada link di bawah ini)
Karena KWANG adalah teman terbaik mu! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Salam hangat!