This is What is Called a Paradox, Inilah yang Disebut sebagai Paradoks

By SHIETRA - February 29, 2020

HERY SHIETRA, This is What is Called a Paradox, Inilah yang Disebut sebagai Paradoks
This is what is called a “paradox”,
We must be generous towards good people,
But on the other occasion, we actually have to be someone selfish when facing greedy people.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Nice Guy” without looking at the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
We must be kind and gentle when dealing with kindhearted people,
But at other times, we just have to make our figure look like a cobra complete with deadly fangs, when forced to face interference from people who intend evil to us.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Nice Guy” without looking at the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
We must behave like angels, when facing kindhearted people,
But on the other occasion, we just have to be as ferocious as a fierce beast when facing people who have bad intentions towards us.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Nice Guy” without reading the situation and conditions.
This is what is called a “paradox”,
Being a good person is called noble,
But being a good fool makes us “easy prey” to be fooled by bad people.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Nice Guy” without looking at the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
We seek freedom as the goal of life,
But at the same time we can be trapped in our own freedom filled with all desires that do not know the word satisfied.
At times, we need to STOP (to say ENOUGH) and control ourselves, limit ourselves, and press the brake pedal firmly.
Therefore, we cannot forever be “Mr. Freedom” without understanding the situation and conditions.
This is what is called a “paradox”,
Forgetting a bad experience, can free us from the trap of negative thinking,
However, forgetting a bad experience can also make us fall into the same hole for the umpteenth time.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Forget” without seeing the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
When falling ill, we need to ask for a doctor's opinion,
But often the best doctor who is most familiar with the condition of our bodies, is ourselves.
Therefore from that, we cannot forever be “Mr. Know Nothing & Up to You” without looking at the situation and conditions.
This is what is called a “paradox”,
We really need to be respectful to those older than us,
But there are times when we need to rebel, when the old people actually left a destruction legacy of this world for Us, and the next generations.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Respect” without seeing the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
There are things we need to witness and see with our own eyes,
There are also many things that we should not need to see and witness.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Know Everythings” without understanding the context.
This is what is called a “paradox”,
An animal lover does indeed love and protect the animal world,
But there are times when he must kill parasitic worms in his body by taking a parasitic eradication drug.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Nice Guy” without looking at the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
Helping others is good deeds,
But there are times when we need to encourage that person to be able to live independently without always having to depend on others.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Nice Guy” without looking at the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
Being generous and giving is a good quality,
But we need to be very stingy when dealing with people who are mentally greedy con artists, whose lives are even more luxurious than those who are asked to borrow money or who will be deceived by it.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Perfect” regardless of the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
The government must be kind to its people,
But when people only become parasites or blood-sucking leeches against the good intentions of the government, then it is not a wise step as a policy maker in government.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Nice Guy” without looking at the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
Sometimes we press the accelerator pedal,
There are times when we also need to press down on the deceleration pedal.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Faster & Furious” regardless of the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
We need to be brave to do good,
But we need to be afraid to do evil.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Brave” without seeing the situation and conditions.
This is what is called a “paradox”,
We run our vehicle forward,
But occasionally we still need to look in the rearview mirror to find out the conditions behind us.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Go” without seeing the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
We feel called to help people who need emergency help,
But not infrequently we need to save ourselves first, before intending to help others.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Hero” without regard to the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
We often say “YES” easily,
But we must also be as brave as being able to say unequivocally, “NO”!
For this reason, we cannot forever be “Mr. Yes Okay” regardless of the situation and condition.
This is what is called a “paradox”,
Positive thinking, said as a good thing and it is advisable to always think positive,
But there are times, we need to protect ourselves and be vigilant, by thinking negatively.
For this reason, we cannot forever be “Mr. Positive Thinking” regardless of the situation and condition.
© HERY SHIETRA Copyright.

Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita harus bersikap dermawan terhadap orang-orang baik,
Namun dilain kesempatan, kita justru harus menjadi seseorang egoistik ketika menghadapi orang-orang yang serakah.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Nice Guy” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita harus bersikap penuh kebaikan dan kelembutan ketika menghadapi orang-orang yang baik hati,
Namun dilain waktu, kita justru harus membuat sosok kita tampak seperti seekor ular kobra lengkap dengan menampilkan taring mematikan, ketika terpaksa menghadapi gangguan dari orang-orang yang berniat jahat kepada kita.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Nice Guy” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita harus bersikap seperti seorang malaikat, ketika menghadapi orang-orang baik hatinya,
Namun dilain kesempatan, kita justru harus menjadi seganas anjing buas yang galak ketika menghadapi orang-orang yang memiliki niat buruk terhadap kita.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Nice Guy” tanpa membaca situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Menjadi orang baik itu disebut sebagai mulia,
Namun menjadi orang baik yang bodoh menjadikan kita sebagai “mangsa empuk” untuk dibodohi oleh orang-orang yang jahat.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Nice Guy” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita mencari kebebasan sebagai tujuan hidup,
Namun disaat bersamaan kita dapat terjebak dalam kekebasan kita sendiri yang dipenuhi segala keinginan yang tiada mengenal kata puas.
Ada kalanya, kita perlu mengontrol dan mengendalikan diri kita, membatasi diri kita, dan menekan pedal rem deselerasi kuat-kuat.
Oleh karena itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Freedom” tanpa memahami situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Melupakan pengalaman buruk, dapat membebaskan diri kita dari perangkap berpikir negatif,
Namun, melupakan pengalaman buruk juga dapat membuat kita terjatuh pada lubang yang sama untuk kesekian kalinya.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Forget” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Ketika jatuh sakit, kita perlu meminta pendapat dari seorang dokter,
Namun seringkali dokter terbaik yang paling mengenal kondisi tubuh kita, ialah diri kita sendiri.
Maka dari itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Know Nothing” tanpa mencermati situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita memang perlu bersikap penuh hormat kepada kalangan yang lebih tua dari kita,
Namun ada kalanya kita perlu memberontak, ketika kaum tua justru mewariskan kerusakan dunia ini bagi generasi penerusnya.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Respect” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Ada hal-hal yang perlu kita saksikan dan lihat dengan mata kita sendiri,
Adan ada pula banyak hal yang tidak semestinya perlu kita lihat dan saksikan.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Know Everythings” tanpa mamahami konteksnya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Seorang pecinta hewan memang mencintai dan mlindungi dunia satwa,
Namun ada kalanya ia pun harus membunuh cacing-cacing parasit dalam tubuhnya dengan meminum obat pembasmi parasit.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Nice Guy” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Menolong orang lain adalah perbuatan baik,
Namun ada kalanya kita perlu mendorong orang tersebut untuk bisa hidup mandiri dan independen tanpa selalu harus bergantung orang lain.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Nice Guy” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Menjadi murah hati dan suka berdana adalah sifat yang baik,
Namun kita perlu sangat kikir ketika menghadapi orang-orang dengan mental penipu yang serakah, yang bahkan hidupnya jauh lebih mewah daripada orang-orang yang dimintakan pinjaman uang atau yang akan ditipu olehnya.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Perfect” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Pemerintah memang harus baik terhadap rakyatnya,
Namun ketika rakyat hanya menjadi benalu atau lintah penghisap darah terhadap niat baik pemerintah, maka itu bukanlah langkah yang bijaksana sebagai penyusun kebijakan di pemerintahan.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Nice Guy” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Adakalanya kita menekan pedal akselerasi,
Ada kalanya pula kita perlu kuat-kuat menekan pedal deselerasi.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Faster & Furious” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita perlu berani untuk beruat baik,
Namun kita perlu takut untuk berbuat jahat.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Brave” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita menjalankan laju kendaraan kita ke arah depan,
Namun sesekali kita tetap perlu melihat kaca spion untuk mengetahui kondisi di belakang kita.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Go” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita merasa terpanggil untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan darurat,
Namun tidak jarang kita perlu menyelematkan diri kita sendiri terlebih dahulu, sebelum bermaksud untuk menolong orang lain.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Hero” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Kita seringkali mudah berkata “YA”,
Namun kita pun harus sama beraninya untuk mampu berkata secara tegas, “TIDAK”!
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Yes Okay” tanpa melihat situasi dan kondisinya.
Inilah yang disebut sebagai “paradoks”,
Berpikir positif, dikatakan sebagai hal yang baik dan disarankan untuk senantiasa berpikir positif,
Namun ada kalanya, kita perlu melindungi diri dan waspada, dengan berpikir secara negatif.
Oleh sebab itulah, tidak dapat selamanya kita menjadi “Mr. Positive Thinking” tanpa melihat situasi dan kondisinya.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email, telepon, atau chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS