Being Big and Strong, Does Not Mean Without Any Risk. Menjadi Besar dan Kuat, Bukan Berarti Tanpa Resiko

By SHIETRA - March 04, 2020

HERY SHIETRA, Being Big and Strong, Does Not Mean Without Any Risk. Menjadi Besar dan Kuat, Bukan Berarti Tanpa Resiko
Have you ever noticed your footsteps when walking,
Which might hurt or even kill small living things,
Like that poor ant who also wants to live, feels fear of being hurt, feels pain, and doesn't want to be hurt?
Just because we are big and strong,
Not that we can be arbitrary,
That does not mean we can misuse our body’s strength,
It's not that we can act as we want without being attentive,
And that does not mean we have the right to hurt these poor little creatures.
Being big and strong,
It means that the greater our responsibilities,
Instead of being arbitrary and abusing our strength,
In all aspects, both physical strength, economic strength, political power, brain power, and so on.
Being big and strong,
That doesn’t mean there is no risk to us.
The bigger and stronger we are,
Then the greater the consequences or effects of our actions.
Therefore, the ability to control ourselves and self-restraint becomes important so that our strength does not become a disaster for others and for ourselves.
Our strength can backfire for ourselves,
No exception to the good karma that is bearing fruit,
Can backfire for ourselves,
Because whatever we do,
Including bad deeds and evil deeds,
It is certain that it will always succeed easily,
Without significant obstacles.
Just like when we have a body and legs as big as a giant,
Then we need to be more vigilant and careful,
Need to pay more attention,
What footsteps are we going to do,
Can injure or even kill other small living things?
When we neglect to be attentive and alert to control our own behavior,
Unconsciously we have committed many crimes that are very damaging and detrimental to other people or other living creatures.
The greater we are or our strength,
Then the greater the impact that can be caused by our actions.
Just like that is exactly,
Symbolization or parables with good karma that is bearing fruit in our lives today,
Make us always succeed easily and smoothly for whatever we intend and do,
Whether it's bad deeds or good deeds,
All intentions will be realized and carried out without obstacles,
Like a freeway,
Which makes us go at high speed,
Heading to heaven,
Or, going to HELL.
Strength and good karma,
Therefore,
It can be just as terrible as being weak and the fruit of bad karma.
That is also why,
The Buddha did not teach us to cling to and pursue good karma as the goal of attainment,
But to be completely free,
Free from the chains of karma,
Bad and good karma,
Both of them can make us mired in the same ocean,
Namely the ocean of suffering.
Therefore,
Being big and strong,
Can be disastrous,
For others as well as for ourselves,
Because we become tempted and familiar,
To abuse it,
To hurt other people or other living things,
To become unfamiliar with the word satisfied,
To plunge ourselves into the valley of self-destruction.
That is why,
The Buddha chose to release all the good karmic heaps that had been planted by the Buddha during various rebirths while the Buddha was still a Boddhisatta,
Take it off completely.
Completely free,
Nothing more can be hurt,
And no one else can hurt.
That is what is called perfect freedom in the great and noble teachings of Buddhism.
Being big and strong,
Without being aware,
Can be an entrance to a source of disaster that is hurting ourselves, who tempted to abuse it,
Become complacent,
Complacent,
And no longer careful or attentive to our own behavior.
When born weak,
We need to learn to release the weakness that engulfs our minds and hearts.
As well as,
When born big and strong,
We also need to learn to dare to let go of our strength,
Become unattached.
Then in this way,
We avoid the day of destruction for ourselves,
As a result of our own actions when big and strong.
© HERY SHIETRA Copyright.

Pernahkan engkau perhatikan langkah kakimu ketika berjalan,
Yang mungkin saja dapat melukai dan menyakiti makhluk-makhluk hidup berukuran kecil,
Seperti seekor semut yang malang itu yang juga ingin hidup, merasakan takut dapat terluka, merasakan sakit, dan tidak ingin disakiti?
Hanya karena kita besar dan kuat,
Bukan artinya kita dapat bersikap sewenang-wenang,
Bukan artinya kita dapat menyalah-gunakan kekuatan tubuh kita,
Bukan artinya kita dapat bersikap sesuka hati tanpa penuh perhatian,
Serta bukan artinya kita berhak untuk menyakiti makhluk-makhluk kecil malang tersebut.
Menjadi besar dan kuat,
Artinya semakin besar pula tanggung-jawab kita,
Bukan justru bersikap sewenang-wenang dan menyalah-gunakan kekuatan kita,
Dalam segala aspek, baik kekuatan fisik, kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan otak, dan sebagainya.
Menjadi besar dan kuat,
Bukan berarti tiada resiko terhadap diri kita sendiri.
Semakin besar dan kuat diri kita,
Maka semakin besar pula akibat atau dampak dari perbuatan kita.
Karenanya, kemampuan mengontrol diri serta mengendalikan diri menjadi penting agar kekuatan kita tidak menjadi bencana bagi orang lain dan bagi diri kita sendiri.
Kekuatan kita dapat menjadi bumerang bagi diri kita sendiri,
Tidak terkecuali buah karma baik yang sedang berbuah,
Dapat menjadi bumerang bagi diri kita sendiri,
Karena apapun yang kita lakukan,
Termasuk perbuatan-perbuatan buruk dan perbuatan-perbuatan jahat,
Dapat dipastikan akan selalu berhasil dilakukan secara mudah,
Tanpa hambatan yang cukup berarti.
Sama seperti ketika kita memiliki tubuh serta kaki sebesar raksasa,
Maka kita perlu lebih waspada dan berhati-hati,
Perlu lebih memberikan perhatian,
Apakah langkah kaki yang akan kita lakukan,
Dapat melukai atau bahkan membunuh makhluk hidup kecil lainnya?
Ketika kita lalai untuk bersikap penuh perhatian dan kewaspadaan untuk mengendalikan perilaku kita sendiri,
Tanpa disadari kita telah melakukan banyak kejahatan yang sangat merusak dan merugikan orang lain ataupun makhluk hidup lainnya.
Semakin besar diri atau kekuatan kita,
Maka akan semakin besar dampak yang dapat diakibatkan oleh perbuatan kita.
Sama seperti itulah tepatnya,
Simbolisasi atau perumpamaan dengan karma baik yang sedang berbuah pada kehidupan kita saat kini,
Membuat kita selalu berhasil dengan mudah dan lancar atas apapun yang kita niatkan dan lakukan,
Apakah itu perbuatan buruk ataupun perbuatan baik,
Semua niat itu akan terwujud dan terlaksana tanpa rintangan,
Ibarat jalan tol bebas hambatan,
Yang membuat kita melaju dalam kecepatan tinggi,
Menuju ke surga,
Atau menuju ke NERAKA.
Kekuatan serta buah karma baik,
Karena itu,
Dapat sama mengerikannya dengan menjadi lemah serta buah karma buruk.
Itulah juga sebabnya,
Sang Buddha bukan mengajarkan kita untuk melekat dan mengejar karma baik sebagai tujuan pencapaian,
Namun untuk terbebas sepenuhnya,
Terbebas dari belenggu rantai karma,
Karma buruk maupun baik,
Keduanya sama-sama dapat membuat kita terperosok dalam samudera yang sama,
Yaitu samudera penderitaan.
Karenanya,
Menjadi besar dan kuat,
Dapat menjadi petaka,
Bagi orang lain maupun bagi diri kita sendiri,
Karena kita menjadi tergiur serta tergoda,
Untuk menyalah-gunakannya,
Untuk melukai orang lain atau makhluk hidup lainnya,
Untuk menjadi tidak mengenal kata puas,
Untuk menjerumuskan diri kita sendiri ke dalam lembah kehancuran diri sendiri.
Itulah sebabnya,
Sang Buddha memilih untuk melepas seluruh timbunan karma baik yang telah ditanam oleh Sang Buddha selama berbagai kelahiran kembali selama Beliau masih sebagai seorang Boddhisatta,
Lepas sepenuhnya,
Bebas sepenuhnya,
Tiada lagi yang dapat disakiti,
Dan tiada lagi yang dapat menyakiti.
Itulah yang disebut dengan kebebasan sempurna dalam ajaran Buddhisme yang agung serta luhur.
Menjadi besar dan kuat,
Tanpa bersikap waspadai,
Dapat menjadi pintu masuk sumber bencana yang mencelakai diri kita sendiri yang tergoda menyalah-gunakannya,
Menjadi lengah,
Terlena,
Dan tidak lagi berhati-hati ataupun penuh perhatian atas perilaku kita sendiri.
Ketika terlahir dalam kondisi lemah,
Kita perlu belajar untuk melepas rasa lemah yang melanda pikiran dan batin kita.
Sama halnya,
Ketika terlahir dalam kondisi besar dan kuat,
Kita pun perlu belajar untuk berani melepas kekuatan diri kita,
Menjadi tidak terikat.
Maka dengan cara demikian,
Kita terhindar dari hari kehancuran bagi diri kita sendiri,
Akibat perlakuan diri kita sendiri ketika besar dan kuat.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Peluk dan Cium Erat!

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email, telepon, atau chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

TESTIMONI PEMBELI

TESTIMONI PEMBELI
Klik Gambar untuk Melihat TESTIMONI Pembeli Produk KWANG EARRINGS