Tips Praktis Meditasi yang Sederhana Dikeseharian Umat Awam, Solusi Cerdas dan Efektif Mengatasi Kegalauan Hidup

By SHIETRA - April 11, 2020

Tips Praktis Meditasi yang Sederhana Dikeseharian Umat Awam, Solusi Cerdas dan Efektif Mengatasi Kegalauan Hidup

KWANG hendak membagi tips praktis cara bersikap dan menghadapi hal-hal di keseharian yang bisa jadi membuat kita panik, frustasi karena kekecewaan, reaktif yang berupa impuls kekhilafan seperti kebiasaan atau kecenderungan dorongan bawaan hati untuk seketika merasa tidak menyukai akibat kebiasaan buruk maupun kerja “otak limbik” yang “membajak” pikiran kita, keinginan yang terdorong oleh “nafsu” dangkal, amarah yang irasional, hingga kecemasan dan rasa takut yang tidak beralasan, maupun kekhawatiran yang berlebihan, ialah tepat diatasi dengan memakai P3K (Pertolongan Pertama terhadap Kegalauan) bernama “meditasi”.
Namun sebelumnya, KWANG ingin membuat penegasan, bahwa meditasi adalah ajaran Agama Buddha, sehingga bagi yang ingin belajar maupun mengajari orang lain, harus menghargai “Hak Moril” dari Sang Buddha yang telah menemukan dan mengajari umat manusia cara melakukan meditasi, karena memang pernah ada catatan sejarahnya, sehingga perlu harus selalu kita sebutkan di muka, bahwasannya meditasi adalah ajaran Agama Buddha.
Menurut “Jataka Atthakata” menyebutkan bahwa Samantha Bhavana (salah satu teknik meditasi) sekalipun, erat hubungannya dengan Agama Buddha, dimana bahkan Meditasi Vipassana Bhavana hanya diajarkan oleh Buddha Gaotama.
Disebutkan oleh “Jataka Atthakata”, suatu waktu saat zaman pemerintahan Brahmadatta, ada delapan Pacceka Buddha yang selalu datang menerima persembahan dana makanan di istana, dimana terdapat lima ratus wanita yang melayani persembahan dana makanan tersebut. Tujuh dari Pacceka Buddha ini pergi ke Himalaya, sementara Pacceka Buddha yang tetap tinggal, memilih untuk duduk di tepi sungai dalam timbunan jerami, bermeditasi mencapai jhana (samantha).
Raja kemudian membawa wanita-wanita tersebut pergi berenang di sungai. Para wanita tersebut berenang seharian, lalu menemukan diri mereka dalam kondisi tubuh kedinginan. Maksud hati hendak menghangatkan badan, mereka menemukan ide untuk membuat api unggun.
Setelah beberapa waktu mencari-cari sesuatu untuk membuat api unggun, mereka melihat adanya timbunan jerami, dan berpikir itu hanya timbunan rumput liar saja yang tidak dimiliki oleh siapapun. Karenanya mereka lalu membakarnya. Saat jerami akhirnya terbakar, mereka barulah melihat seorang Pacceka Buddha sedang berada di dalam timbunan “rumput” itu.
Sontak mereka menjerit : “Celakalah kita! Bahaya, Pacceka Buddha terbakar. Bila sampai Baginda Raja mengetahui kejadian ini, Raja bisa membunuh kita semua. Marilah kita benar-benar membakarnya dengan tanpa meninggalkan jejak sisa sedikit pun!
Para wanita itu mengumpulkan kayu dari hutan, lalu menimbunnya pada tempat Pacceka Buddha duduk bermeditasi, menjadi timbunan yang besar, setelahnya disiramkan minyak, dan para wanita itu pun mulai yakin bahwa si petapa akan terbakar habis tanpa sisa. Barulah setelah itu para wanita tersebut berlalu.
Kisah tersebut terjadi dalam kehidupan jauh sebelum zaman kelahiran Pangeran Siddharta Gaotama. Ketika mengalami tumimbal lahir dalam banyak kelahiran kembali (reborn), kelima ratus wanita tersebut selalu meninggal dalam kondisi mengenaskan yakni “terbakar”, akibat buah karma buruk yang mereka tanam dalam kehidupan sebelumnya berbuah dalam rentetan serangkaian kelahiran kembali. Adalah sangat fatal menyakiti orang suci, buah karmanya ibarat satu biji mangga yang ditanam kemudian tumbuh menjelma pohon besar dengan ribuan buah mangga.
Pacceka Buddha adalah seorang “arahat” (makhluk suci) yang telah tercerahkan secara sempurna. Perbuatan jahat kepada seorang arahat yang suci, ibarat menanam sebenih biji mangga pada ladang yang subur untuk berbuah pada pelakunya pada berbagai kelahiran kembalinya. Barulah pada akhirnya, ketika tiba era kelahiran Pangeran Siddharta Gaotama, salah satu dari para wanita dari kisah di atas bertumimbal-lahir dengan nama Samavati, yang juga meninggal dunia akibat buah karma buruk yang masih tersisa berupa “terbakar api”, sekalipun Samavati dalam kehidupan kini berhati mulia.
Sang Buddha Gaotama kemudian menjelaskan kejadian jauh sebelum itu relevansinya dengan kejadian terbakarnya Samavati beserta dengan ratusan wanita pengikutnya pada kehidupannya saat kini:
“Sesungguhnya pada permulaan perbuatan mereka tidak mempunyai kehendak untuk membakarnya, maka mereka tidak terlibat dalam pelaksanaan itu. Tetapi sesudah itu mereka melakukan perbuatan salah dengan sengaja, maka mereka terbelenggu untuk menderita sebagai akibat perbuatan mereka.”
“Tetapi walaupun mereka membawa kayu bakar sebanyak seratus ribu pedati dan menimbunnya serta menyiramnya dengan minyak, mereka tidak akan dapat menyebabkan seorang Pacceka Buddha yang sedang mencapai samadhi untuk merasa panas sedikitpun.”
“Maka demikian pula halnya, pada hari ketujuh Sang Pacceka Buddha tersebut bangun dan pergi kemana ia sukai. Karena mereka melakukan kesalahan ini, maka wanita-wanita itu telah tersiksa selama beberapa ratus ribu tahun dalam neraka, dan karena hasil atau buah dari perbuatan itu belum habis, maka tempat kediaman mereka telah dibakar, mereka telah dibakar di rumah mereka sebanyak seratus kali seperti dalam kehidupan ini. Inilah kesalahan yang mereka lakukan dalam kehidupan lampau.”
Dalam kesempatan sharing ini, KWANG tidak bermaksud mengajak Sobat-Sobat untuk menjadi sama “sakti”-nya seperti kisah seorang Pacceka Buddha di atas, namun dapat bermeditasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai solusi praktis yang dapat dilakukan ketika kendala batin dan hati muncul—setidaknya untuk diredam dan tidak tenggelam dalam rasa kecil hati atau pikiran-pikiran negatif maupun perasaan tidak berdaya yang tidak produktif serta tidak baik bagi kondisi batin kita.
Semisal kita merasa ada sebentuk perasaan takut, maka teknik praktis P3K meditasinya ialah dengan seketika menyadari bahwa kita sedang dikuasai oleh ketakutan (“perasaan” takut, salah satu objek meditasi Vipassana, vedana-nupassana), mengamatinya kemudian memperhatikan pula fenomena fisik yang terjadi seperti menjelma kakunya sekujur tubuh seperti batu, dada yang serasa terhimpit batu, kerja otak yang menjadi beku. Kita pun dapat menggunakan pendekatan teknik meditasi “mencatat dalam hati” ala “Mahasi Sayadaw” (guru senior Meditasi Vipassana dari Myanmar) dengan cara menjadikan rasa takut tersebut sebagai objek meditasi, yakni lewat aktivitas mencatat dalam hati sebagai “takut, takut, takut,...” dan terus dicatat berulang-ulang sembari mengamati fenomena batin (salah satu dari “panca-khanda” ialah “vedana”, perasaan) maupun fenomena fisik yang terjadi.
Begitupula terhadap perasaan khawatir, cemas, panik, kalut, gemetaran, gelisah, kesemua perasaan itu dapat dijadikan sebagai objek Meditasi Vipassana, yakni dengan cara serupa dengan yang telah KWANG ulas di atas, yakni dengan mengamati fenomena batin “perasaan” yang muncul disertai dengan pengamatan terhadap fenomana fisik yang mengiringinya, atau dapat juga dicatat dalam hati sebagai “cemas, cemas, cemas,...” sembari mengamati dan menyadari fenomena fisik yang muncul seiring fenomana batin “perasaan” yang timbul, berlangsung, dan lenyapnya sebagai rangkaian suatu proses yang terjadi secara simultan internal dalam diri kita.
Kini kita bahas cara praktik meditasi ketika kita sedang dilanda oleh amarah, pikiran negatif (negative thinking), maupun fenomena-fenomena batin negatif lainnya seperti amarah, benci, dendam, dan sebagainya, yakni dengan seketika mengalihkan perhatian awal kita tersebut kepada atau menjadi berfokus semata kepada objek “keluar masuknya pernafasan pada lubang hidung kita” (anapanasatti), itulah yang disebut dengan Meditasi Samantha Bhavana.
Dapat kita sadari dan amati saja proses berlangsungnya ketika “keluar dan masuknya pernafasan” pada lubang hidung kita, melebur bersama dengannya dan menikmati proses pengamatannya, secara sepenuh hati. Dengan begitu, objek perhatian kita teralihkan dari semula hanyut terbawa arus “perasaan” negatif yang kian deras ketika diselami, dialihkan menjadi selektif dengan fokus SEMATA pada objek pernafasan (“semi” Vipassana, karena bagaimana pun teknik ini bersentuhan dengan titik tubuh yakni pada lubang hidung).
Cara kedua, jangan biarkan diri kita tenggelam dalam “perasaan” negatif. Kita perlu segera menyadarinya, kemudian seketika itu juga kita alihkan fokus perhatian ke dalam tubuh kita dengan mengamati fenomena fisik (kaya nupasssana) yang “muncul, berlangsung, dan tenggelam” semisal menyadari dan mengamati bagaimana jantung kita menjadi berdegup keras, bagaimana aliran darah kita menjadi panas, bagaimana tubuh kita menjadi tertekan atau sesak, bagaimana tubuh kita menjadi kaku dan keras, bagaimana rasa tidak nyaman mulai menjangkiti dan melumpuhkan tubuh kita saat “perasaan-perasaan” negatif tersebut muncul. Bisa juga kita bantu dengan teknik “mencatat” fenomena tubuh yang muncul-berlangsung-tenggelam ataupun mencatat dan menyadari postur tubuh sebagai “duduk, duduk, duduk,...” atau “panas, panas, panas...”.
Meditasi Samantha, bisa membuat pelatihnya mencapai tingkat ketenangan batin, bahkan hingga tahap memiliki kesaktian. Uniknya dari Meditasi Vipassana, bisa membantu pelatihnya untuk memperbaiki masalah kesehatan bagi yang melatihnya. Semisal, ketika merasakan sakit pada tubuh, sadari, amati, sekaligus mencatatnya dalam hari “sakit, sakit, sakit...” (dengan catatan : fokus utamanya tetap pada tubuh, metode Mahasai Sayadaw berupa “mencatat” hanya sebagai sarana / alat bantu untuk berkonsentrasi dan menjaga konsentrasi).
Ketika kita merasakan sensasi pada fisik-tubuh kita semisal rasa nyeri, gatal, pegal, ngilu, dan berbagai fenomena fisik lainnya, kita dapat menyadarinya sembari mencatat dalam hati sebagai “nyeri, nyeri, nyeri,...” atau “gatal, gatal, gatal,...”, “kesemutan, kesemutan, kesemutan,...” dan lain sebagainya, atau menggunakan istilah yang kita buat sendiri seperti “nyut, nyut, nyut, ...” ketika merasakan sensasi tidak nyaman yang sulit kita gambarkan. Demikianlah tips dan kiat bagi meditator pemula, yang telah KWANG buktikan sendiri manfaatnya, sehingga bukan sekadar berteori.
Kuncinya, ialah kesabaran, ketekunan, keuletan, dan rela melakukannya secara sepenuh hati. Seperti kata pepatah, practice makes perfect. Tidak ada yang instans dalam berlatih meditasi, karena sifatnya lebih menyerupai marathon, bukan sprint. Awalnya mungkin sukar dilakukan, seperti pesawat ruang angkasa yang pertama kali akan mengudara ke angkasa membutuhkan usaha ekstra untuk melawan daya tarik gravitasi.
Akhir kata, jangan lupa untuk “bernafas”, menyadarinya dan mengamatinya. Karena KWANG akan selalu menjadi sahabat terbaik Sobat! 😊

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Salam hangat!