Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih KONON dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona

By SHIETRA - June 16, 2020

Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona

Ada baiknya, setiap kali kita berjumpa seseorang atau sehabis terpaksa keluar rumah dan pulang, sesegera mungkin kita menghirup aroma minyak kayu putih ataupun Minyak Eucalyptus, dengan tujuan agar bilamana ada Virus Corona yang tanpa kita sadari menyusup masuk ke dalam pernafasan kita, maka virus-virus tersebut tidak dapat melipat-gandakan dirinya karena menjadi nonaktif akibat senyawa aktif minyak kayu putih yang kita hidup. Setidaknya, minyak kayu putih mudah kita jumpai dan dapatkan di pasaran atau pada toko-toko dekat rumah kita. Memang, belum ada uji invitro, uji pra-klinis, maupun uji klinis terkait khasiat minyak eucalyptus maupun minyak kayu putih terkait efektivitasnya dalam menumpas COVID-19 yakni Corona Virus Tipe 2, namun setidaknya bisa menjadi langkah pertama untuk menolong diri sendiri ketika obat COVID-19 belum ditemukan peneliti.
Teknik demikian adalah metode pencegahan agar Virus Corona tidak berkembang biak dalam saluran pernafasan kita, sifatnya untuk mengatasi sesegera mungkin ketika infeksi belum benar-benar akut sifatnya, karena bila sampai sang virus telah berkembang-biak tidak terkendalikan, maka cara seperti menghirup aroma minyak kayu putih disebutkan tidak lagi membawa banyak manfaat.
Sesegera mungkin Virus Corona yang bisa jadi tidak kita sadari memasuki sistem pernafasan kita, bisa sesegera itu juga ditangani dengan cara menghirup aroma minyak kayu putih secara rutin di keseharian, terutama ketika baru keluar rumah atau berjumpa seseorang yang bisa jadi “carrier” alias “orang penderita tanpa gejala”. Saran kedua yang tidak kalah penting, pilih minyak kayu putih yang kadar kemurnian atau keasliannya 100%, alias minyak kayu putih murni, jangan yang telah dicampur bahan cairan lainnya.
Dosen IPB dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Dr Hanny Wijaya, pernah membuat hipotesis bahwa minyak kayu putih berpotensi mencegah virus corona yang belum menginfeksi tubuh seseorang secara akut.
Hal ini disampaikannya berdasarkan data kesehatan berjudul Eucalyptol (1,8-cineole) from Eucalyptus Essential Oil a Potential Inhibitor of COVID-19 Corona Virus Infection by Molecular Docking Studies yang menunjukkan senyawa 1,8 sineol berpotensi menjadi senyawa yang dapat menghambat infeksi COVID-19.
Hasil penelitian dalam jurnal tersebut menunjukkan kalau minyak atsiri pada kayu putih dapat mencegah virus corona. Walaupun penelitian tersebut masih membutuhkan pembuktian empiris, tetapi senyawa 1,8 sineol disinyalir memiliki kandungan antioksidan yang dapat berperan dalam proses penyembuhan pada penyakit saluran pernapasan seperti asma.
Senyawa yang sama juga dilaporkan dapat mencegah virus influenza serta memberikan proteksi pada paru-paru. Menurut jurnal kesehatan yang dipublikasikan oleh BMC Immunology, ternyata juga disebutkan bahwa minyak esensial memiliki peranan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.
Salah satu minyak yang disebut bermanfaat atasi infeksi Virus Corona, adalah minyak kayu putih. Minyak esensial yang diekstrak dari daun kayu putih dapat merangsang respon sistem kekebalan tubuh. Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa minyak kayu putih dapat meningkatkan respon fagositik sistem kekebalan terhadap patogen dalam percobaan hewan tikus.
Fagositosis adalah proses di mana sistem kekebalan tubuh mengonsumsi dan menghancurkan partikel asing. Pun, minyak kayu putih memiliki sifat antivirus dan antimikroba. Sebenarnya minyak kayu putih sudah sejak lama digunakan untuk mengobati flu biasa.
Namun, penelitian lebih kompleks menyarankan bahwa minyak kayu putih yang dihirup dan yang komponen utamanya adalah 1,8-cineole, dapat dengan signifikan melawan virus dan masalah pernapasan, seperti bronkitis.
Bronkitis adalah infeksi saluran udara utama paru-paru (bronkus) yang menyebabkan pengidapnya mengalami iritasi dan peradangan. Perlu dicatat juga kalau kayu putih juga digunakan untuk mengurangi demam.
Dalam situasi pandemi saat ini, ada begitu banyak informasi berseliweran membuat panik atau justru malah memicu konsumsi berlebihan. Seperti yang disampaikan oleh Harvard Health Publishing, langkah terbaik yang dapat dilakukan dalam situasi seperti saat ini adalah menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan sehat.
Mengapa menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi salah satu upaya utama pertahanan dalam pencegahan corona? Soalnya setiap bagian dari tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh akan berfungsi lebih baik ketika didukung oleh strategi hidup yang sehat.
Dalam rangka menjaga pertahanan sistem imun tubuh, kita disarankan untuk tidak hanya menggunakan minyak kayu putih, tetapi juga: TIDAK mer0k0k, disamping mulai membiasakan diet tinggi buah dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat, hindari minuman ber-alkohol karena ia tidak bisa mengatasi infeksi virus pada saluran pernafasan, serta tidak kalah penting ialah TIDAK BERGADANG serta tidur yang cukup, rajin menjaga kebersihan tangan, tubuh, serta makanan, juga minimalisasi stres.
Penelitian mengenai kandungan minyak kayu putih yang katanya bisa mengobati virus SARS-CoV-2 dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut peneliti yang terlibat, manfaat tersebut bisa didapatkan berkat kandungan eucalyptus yang ada di dalam minyak kayu putih—meski, peneliti lainnya mengatakan bahkan eucalyptus berbeda atau bukanlah kayu putih, dimana disebutkan pula bahwa efektifitas daya tangkal virus dari minyak eucalyptus masih diatas minyak kayu putih, disusul dengan minyak jahe dibawah daya tangkal virus milik minyak kayu putih. Minyak kayu putih (cajuput oil) dihasilkan dari hasil penyulingan daun dan ranting tanaman "kayu putih" (M. leucadendra). Sementara itu minyak eucalyptus (eucalyptus oil) dihasilkan dari daun dan ranting eucalyptus. Karenanya, minyak kayu putih berbeda dengan minyak eucalyptus. Namun, meskipun bentuk daun kedua tumbuhan ini hampir serupa, masyarakat di Indonesia kerap menyamakan antara minyak kayu putih dan minyak eucalyptus, meski keduanya saling berbeda dan meski keduanya sama-sama tergolong minyak atsiri hasil penyulingan daun tumbuhan.

Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona

Ahli dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Hanny Wijaya menyebut bahwa minyak kayu putih punya potensi dalam mencegah virus corona.
Dalam sebuah laporan Sharma dan Kaur berjudul “Eucalyptol (1,8-cineole) from Eucalyptus Essential Oil a Potensial Inhibitor of COVID-19 Corona Virus Infection by Molecular Docking Studies” menunjukkan bahwa senyawa 1,8 sineol berpotensi menjadi senyawa yang dapat menghambat infeksi COVID-19.
"Hasil penelitian ini menguatkan potensi minyak atsiri kayu putih sebagai pencegah virus COVID-19. Walau begitu, studi ini masih perlu dilanjutkan dengan pembuktian empiris," ungkap Prof. Dr. Hanny Wijaya.
Diketahui bahwa 1,8 sineol atau yang dikenal dengan nama cajuputol adalah senyawa monoterpen yang sering dilaporkan memilki kemampuan antiradang dan antioksidan.
Senyawa ini kemudian terbukti dapat berperan sebagai co-medication pada penyakit radang saluran pernapasan, seperti asma dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).
Minyak kayu putih yang merupakan golongan minyak atsiri asli Indonesia disamping minyak cengkeh, dsb, diketahui memiliki kandungan senyawa 1,8 sineol cukup tinggi, yakni mencapai 47,61%.
"Penelitian terhadap minyak eucalyptus, yang komposisi senyawa terkandungnya mirip dengan minyak kayu putih seperti yang dilaporkan baru-baru ini oleh Balitbang Pertanian memiliki kemampuan untuk membunuh 80-100% virus corona model," sambung Prof. Hanny.
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona

Senyawa eucalyptus dipercaya bisa menghancurkan virus, termasuk Virus Corona strain baru yang saat ini mewabah di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Berry Juliandi.
Ia menjelaskan hampir seluruh bahan kimia atau bahan aktif di berbagai makhluk hidup yang mengandung penghancur protein, lipid, ataupun RNA milik sang virus, sebetulnya mampu mendegradasi virus corona pada dosis tertentu.
"Tapi, apakah eucalyptus akan mampu mendegradasi virus SARS-CoV-2 yang sudah masuk ke dalam sel atau yang sudah menginfeksi sel sehingga dapat menjadi COVID-19? Ini yang belum dilakukan penelitiannya," kata Berry, seperti dikutip dari CNN Indonesia.
Penelitian tersebut masih harus melalui jalan yang panjang, untuk dapat dianggap sebagai sesuatu yang sahih sehingga bisa dijadikan sebagai acuan.
"Tampaknya data ini belum ada dan perlu penelitian lebih lanjut, sehingga belum tepat sebenarnya kalau dikatakan eucalyptus bisa dijadikan sebagai obat COVID-19," sambung Berry.
Namun, seorang peneliti pernah menyebutnya, fungsi aromatik minyak kayu putih hanya berperan untuk menonaktifkan Virus Corona untuk mereplikasi atau menggandakan dirinya, namun tidak bisa dalam pengertian mengatasi infeksi yang telah terjadi, namun sebatas mencegah infeksi atau setidaknya mencegah sang virus mereplikasi / menduplikasi diri di dalam sel-sel tubuh kita.
Minyak kayu putih paling sering digunakan untuk menghangatkan tubuh. Namun, menurut dr. Devia Irine Putri, minyak kayu putih sebenarnya bisa memberikan manfaat lebih daripada itu.
Kegunaan minyak putih di antaranya adalah membantu melegakan pernapasan yang tersumbat, membantu mengurangi rasa gatal dan nyeri, serta meredakan perut yang kembung,” kata dr. Devia.
Meski belum final, penelitian yang mengatakan bahwa kandungan minyak kayu putih bisa bantu atasi virus corona tentu membawa harapan bagi kita semua.
Beredar informasi obat berbahan eucalyptus yang diklaim mampu menjadi antivirus corona. Obat ini merupakan inovasi dari Kementerian Pertanian. Bahkan, eucalyptus diklaim mampu membunuh virus hingga 100 persen.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang didampingi Kepala Balitbangtan Fajry Jufri dan Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono mengatakan bahwa terobosan ini memiliki hasil pengujian eucalyptus terhadap Virus Influenza, Virus Beta dan Gamma Corona yang menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen.
"Balitbantan membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologo dalam bentuk inhaler, roll in, salep, balsem, dan defuser. Kami akan terus kembangkan dengan target utamanya korban terpapar COVID-19," kata Mentan dalam peluncuran di ruang utama Agriculture War Room (AWR) Jakarta, Jumat (8/5).
Kepala Balitbangtan Fajry Jufri menjelaskan bahwa penelitian ini sebenarnya adalah hasil identifikasi melalui beberapa tanaman herbal dan jamu-jamuan seperti temulawak, jahe, jambu biji, dan minyak atsiri.
Setelah dilakukan uji efektivitas bahan aktif yang terkandung di dalamnya, langkah selanjutnya adalah membawa hasil penelitian ke laboratorium. Baru setelahnya inovasi ini bisa dikatakan sebagai produk kekebalan tubuh dan tahap tahan terhadap paparan virus.
"Kami sudah mencoba kepada yang terpapar COVID-19 dan hasilnya sangat baik. Namun untuk itu kita masih harus menunggu dari pihak terkait untuk dapat didistribusikan," kata Fajry.
Lalu, benarkah obat berbahan eucalyptus sudah menjadi obat “antivirus” bagi infeksi Covid-19? Namun demikian, obat berbahan eucalyptus belum bisa dipastikan mampu membunuh Virus Corona. Seperti disampaikan dalam artikel Kompas .com berjudul "Eucalyptus Jadi Antivirus Corona, Benarkah Bisa Bunuh Virus Covid-19?" pada 9 Mei 2020, dijelaskan bahwa eucalyptus belum bisa menjadi antivirus corona.
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), DR dr Inggrid Tania MSI, mengatakan eucalyptus memang memiliki sejumlah zat aktif yang bersifat anti bakteri, anti virus dan anti jamur.
"Memang pernah ada penelitian eucalyptus efektif untuk membunuh virus betacorona, tetapi bukan virusnya Covid-19, SARS-CoV-2," kata dr Inggrid kepada Kompas .com, Sabtu (9/5/2020).
Dr Inggrid menjelaskan virus corona pada penyakit yang mewabah saat ini, SARS-CoV-2 memang termasuk dalam virus betacorona. "Tetapi virus corona SARS-CoV-2 ini termasuk betacorona yang lebih baru dan khusus. Jadi penelitiannya itu bersifat invitro, (eucalyptus) membunuh virus betacorona, tetapi baru sebatas itu," jelas dr Inggrid.
Selain itu, dr Inggrid juga mengungkapkan ada penelitian bioinformatika tentang zat aktif eucalyptus terhadap virus SARS-CoV-2. Kendati demikian, penelitian ini hanya berupa molekular docking atau simulasi di komputer. Simulasi tersebut dilakukan dengan menyamakan molekul zat aktif pada eucalyptus dengan molekul protein virus SARS-CoV-2.
"Memang kalau dari penelitian bioinformatika itu ada kecocokan dan bisa dijadikan kandidat (obat antivirus). Tetapi kalau disebut sebagai obat antivirus Covid-19, belum bisa," sambung dr Inggrid.
Selama ini, lanjut dr Inggrid, eucalyptus maupun minyak kayu putih tidak untuk diminum atau pemakaian dalam. Namun, sebagian besar minyak atsiri ini pemakaiannya dioles atau dihirup.
"Mirip kalau kita flu, eucalyptus yang dibuat sebagai inhaler, harapannya zat aktif yang ada pada minyak ini dapat dihirup, masuk ke saluran pernapasan dan diharapkan dapat membunuh virus," papar dr Inggris.
Kendati demikian, dr Inggrid kembali mengingatkan eucalyptus belum bisa dianggap sebagai obat untuk virus corona yang menyebabkan Covid-19.
"Harus diujikan dulu pada virus yang spesifik, yaitu virus SARS-CoV-2. Sedangkan penelitian yang sudah ada itu di betacorona. Jadi semua masih berupa prediksi dan eucalyptus belum bisa disebut sebagai obat Covid-19," imbuh dr Inggrid.
Memang pernah ada penelitian eucalyptus efektif untuk membunuh virus betacorona, tetapi bukan virusnya Covid-19, SARS-CoV-2. Dari penelitian bioinformatika itu memang ada kecocokan dan bisa dijadikan kandidat (obat antivirus). Namun eucalyptus belum bisa disebut sebagai obat antivirus Covid-19.
Meskipun penelitian dengan metode penambatan molekuler (molecular docking), hasilnya memang masih merupakan prediksi yang lazim digunakan untuk tahap awal pencarian kandidat obat. Hasil penelitian ini menguatkan potensi minyak atsiri kayu putih sebagai pencegah virus Covid-19, walau studi ini masih perlu dilanjutkan dengan pembuktian empiris.
Penelitian terhadap minyak ekaliptus, yang komposisi senyawa terkandungnya mirip dengan minyak kayu putih, seperti yang dilaporkan baru-baru ini oleh Balitbang Pertanian memiliki kemampuan untuk membunuh 80-100 % virus corona model. Menurut Dewan Atsiri Indonesia, minyak kayu putih dan minyak ekaliptus didefiniskan serupa, yaitu sebagai minyak yang mengandung 1,8 cineole (sineol). Minyak kayu putih, seperti halnya minyak eukaliptus, memang kaya akan 1,8-sineol.
Minyak kayu putih yang aman dikonsumsi adalah minyak kayu putih murni dan dalam kadar yang rendah karena minyak kayu putih dalam konsentrasi tinggi dikhawatirkan dapat berbahaya bila dikonsumsi, bahkan dapat menyebabkan gatal dan iritasi terhadap kulit.
Minyak eucalyptus ternyata manfaatnya sangat banyak, seperti sebagai anti bakteri, anti jamur, anti virus, bisa juga menginaktivasi airborne virus. Beberapa peneliti menyebut bahwa tanaman asal Australia ini memang bermanfaat untuk meredakan gejala masuk angin, meredakan batuk dan pilek, mengurangi nyeri sendi, meredakan sakit kepala, bahkan mengatasi bau mulut dan mengurangi plak gigi.
Bahkan belakangan ini, tanaman eucalyptus baru saja diolah dan dirilis sebagai obat antivirus corona oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan produk ini telah melalui uji lab peneliti pertanian terhadap virus influenza, beta dan gamma corona. Diklaim, hasil uji lab eucalyptus ini mampu membunuh 80-100% virus.

Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona

"Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsem dan defuser," ungkap Mentan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2020) lalu.
Pengujian menggunakan beberapa konsentrasi dari beberapa jenis virus yakni virus influenza dan beberapa jenis virus corona. Namun, pengujian belum menggunakan virus corona jenis baru penyebab Covid-19.
Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry mengatakan, uji potensi eucalyptus oil sebagai antivirus dilakukan dengan tahapan telusur ilmiah serta uji invitro. Pengujian menggunakan beberapa konsentrasi dari beberapa jenis virus yakni virus influenza dan beberapa jenis virus corona. Namun, pengujian belum menggunakan virus corona jenis baru penyebab Covid-19.
Terlepas dari benar atau tidaknya berita demikian ditengah maraknya pemberitaan palsu, yang pasti tidak ada salahnya untuk menghirup dan menggunakan minyak kayu putih atau produk dari tanaman eucalyptus lainnya untuk menangkal gejala virus corona, secara rutin setidaknya menghirup aromanya selama beerapa waktu untuk mencegah sang virus berkembang-biak dalam saluran pernafasan kita. Atasi sedari masih dini.
Senyawa 1,8 sineol atau yang dikenal dengan nama cajuputol adalah senyawa monoterpen yang sering dilaporkan memilki kemampuan anti-inflamasi dan kemampuan antioksidan yang terbukti dapat berperan sebagai co-medication pada penyakit inflamasi saluran pernafasan seperti asma dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).
Minyak kayu putih yang merupakan minyak atsiri asli Indonesia memiliki kandungan senyawa 1,8 sineol yang cukup tinggi mencapai 47.61 persen. Dewan atsiri Indonesia juga mengatakan minyak kayu putih dan minyak ekaliptus didefinisikan serupa mengandung 1,8 sineol. Senyawa ini juga dilaporkan dapat mencegah infeksi virus influenza yang dapat menyebabkan pneumonia serta mampu menambah kemampuan proteksi terhadap infeksi virus influenza pada mencit melalui pelemahan respons inflamasi paru-paru.
Minyak kayu putih merupakan hasil dari destilasi uap ranting dan daun segar pohon kayu putih (Melaleuca leucadendra). Dalam minyak kayu putih yang telah melalui proses destilasi, terkandung bahan kimia bernama sineol (cineole). Jika Anda merasakan sensasi hangat setelah mengoleskan minyak kayu putih ke kulit, bahan kimia sineol inilah yang menyebabkan sensasi hangat tersebut pada kulit.
Ada beberapa fungsi minyak kayu putih yang dipercaya dapat membantu mengurangi keluhan fisik ketika digunakan, di antaranya: Mengurangi sakit kepala, mengatasi gejala pilek, meringankan nyeri sendi dan otot, menjaga kesehatan gigi, sakit gigi dan gusi (seperti setelah tindakan pencabutan gigi).
Terdapat permen dari minyak kayu putih, yang juga mempunyai potensi untuk menjaga homeostasis mikroflora mulut. Selain itu, potensinya sebagai penyegar bau mulut (pencegah halitosis) juga telah dibuktikan peneliti. Permen kayu putih CC yang kaya akan 1,8 sineol diharapkan dapat menjadi alternatif minyak kayu putih yang menyenangkan selain memberikan kontribusi positif bagi pencegahan virus corona.
Ketut Gede Mudiarta, Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) bilang Balitbangtan telah melakukan uji coba sejumlah tumbuhan yang berpotensi sebagai anti virus corona. Hasilnya, disimpulkan tanaman eucalyptus paling efektif menangkal virus corona karena memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).
"Kemudian, beberapa prototype teknologi berbasis minyak eucalyptus sebagai anti virus dihasilkan atas kolaborasi beberapa unit kerja dibawah Balitbangtan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia .com, dikutip Senin (18/5).
Dengan mengetahui manfaat eucalyptus bagi kesehatan, Anda bisa mencobanya sebagai pengobatan atau perawatan alternatif untuk mengatasi penyakit dan berbagai masalah kesehatan umum lainnya.
Eucalyptus tumbuh dengan cepat, dan banyak spesies mencapai ketinggian yang luar biasa hingga puluhan meter. Kayu eucalyptus banyak digunakan di Australia sebagai pohon peneduh, bahan bakar, pagar, serta fondasi bangunan.
Namun, yang membuat eucalyptus menjadi golongan tanaman paling berharga secara ekonomi adalah khasiatnya dalam dunia medis. Manfaatnya yang serbaguna untuk segala penyakit, membuat eucalyptus tersebar dan dibudidayakan di seluruh dunia.
Daun eucalyptus disuling dan diekstraksi menjadi minyak eucalyptol yang bisa mengatasi berbagai penyakit, khususnya problem pernapasan.
Kelenjar daun eucalyptus mengandung minyak aromatik yang mudah menguap yang dikenal sebagai minyak kayu putih atau eucalyptol. Kandungan eucalyptol memiliki efek anti-inflamasi dan antivirus, sehingga pengobatan berbasis eucalyptus atau kayu putih dapat digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, menghilangkan lendir, mendisinfeksi luka (karena sifatnya sebagai anti jamur, anti virus, dan anti bakteri), dan sebagainya.
Berikut manfaat eucalyptus untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, dilansir dari berbagai sumber, Selasa (12/5).
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona
Menghirup Aroma Minyak Eucalyptus maupun Minyak Kayu Putih dapat Cegah Infeksi akibat Virus Corona

1. Meredakan Batuk.
Kandungan aktif dalam eucalyptus bertindak sebagai pengencer lendir yang bisa mempercepat penyembuhan batuk. Selama bertahun-tahun, minyak eucalyptus telah menjadi salah satu komposisi dalam obat untuk meredakan batuk. Kandungan aktif anti bakteri, anti virus, dan anti jamur di dalamnya bertindak sebagai ekspektoran untuk mengencerkan lendir.
Untuk melegakan tenggorokan dan memecah lendir, kita bisa menghirup uap yang telah dicampur minyak esensial eucalyptus. Bisa juga menggunakan obat gosok atau salep topikal yang mengandung eucalyptus.
2. Meringankan Asma.
Selain memecah lendir, kandungan eucalyptol bekerja langsung ke saluran napas sehingga meringankan gejala asma. Penelitian awal menunjukkan bahwa eucalyptol dapat memecah lendir pada orang dengan penyakit asma atau sesak napas. Bahkan beberapa orang dengan kondisi asma yang parah dapat menurunkan dosis steroidasinya jika mereka menggunakan terapi eucalyptol.
Namun sebelum mencobanya, pastikan Anda berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dokter, serta berhati-hatilah bagi yang memiliki alergi kayu putih karena justru bisa jadi memperburuk asma.
3. Meredakan Pilek.
Eucalyptol dapat mengurangi gejala pilek seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan mengurangi peradangan dan penumpukan lendir. Eucalyptus merupakan bahan umum yang terkandung dalam obat pilek, flu, dan batuk yang bisa mengurangi volume lendir dan memperluas bronkus dan bronkiolus paru-paru.
Eucalyptol, atau juga dikenal sebagai cineole, dapat mengurangi gejala pilek seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan mengurangi peradangan dan penumpukan lendir.
Ketika merasakan gejala pilek, hiruplah minyak kayu putih melalui hidung atau dioleskan di bagian leher dan dada agar aromanya dapat tercium. Namun, hindari mengonsumsinya langsung karena dosis kecil minyak kayu putih yang tertelan bisa menjadi racun.
4. Manfaat eucalyptus untuk mencegah gigitan serangga.
Selain terbukti mencegah gigitan nyamuk dan serangga, eucalyptus juga bisa menjadi merupakan cara alternatif mengusir kutu rambut. Meski demikian, ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengonfirmasi bahwa minyak eucalyptus merupakan bahan yang efektif untuk mencegah gigitan nyamuk, dikutip dari Healthline.
Di Afrika, eucalyptus menjadi obat tradisional dan pencegahan malaria karena efektif menghalau gigitan nyamuk. Mirip dengan sereh atau serai, eucalyptus juga memiliki aroma yang kuat yang dapat mengganggu indera penciuman nyamuk sehingga mempersulit mereka untuk menemukan 'sumber makanan'. Selain nyamuk, minyak eucalyptus juga bisa untuk mengusir serangga lain seperti kutu, hama, dan lalat.
Penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan minyak eucalyptus pada kulit efektif menangkal nyamuk dan serangga lainnya hingga delapan jam setelah pengaplikasian. Semakin tinggi kandungan / kadar murni minyaknya, semakin lama dan efektif kerja eucalyptus dalam menolak gigitan serangga.
5. Mengobati luka.
Ketika tidak memiliki obat merah untuk mengatasi luka dan mencegah infeksi, alternatif lainnya ialah menggunakan krim atau salep mengandung eucalyptus untuk mencegah infeksi pada kulit yang terluka, karena sifatnya sebagai anti bakteri, anti virus, serta anti jamur.
Kandungan antibakteri dalam daun eucalyptus bermanfaat untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan pada luka. Krim atau salep yang mengandung eucalyptus dapat digunakan untuk mengobati lecet, sayatan, maupun luka bakar ringan.
Menjadi menarik, kita bisa membawa minyak atau krim eucalyptus di tas yang kita bawa saat beraktivitas ke luar rumah, karena multifungsi, bisa untuk mengobati penyakit dalam tubuh maupun untuk mengatasi luka luar ketika kita berada di luar rumah sebagai P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).
Dalam pengobatan tradisional, daun eucalyptus digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus karena tinggi kandungan antioksidan dan anti-inflamasinya. Menurut penelitian, ekstrak daun eucalyptus dapat menurunkan gula darah. Namun jangan dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes karena dapat menyebabkan gula darah drop—ingat, eucalyptus BERDEDA dengan kayu putih, dimana minyak kayu putih hanya untuk pemakaian luar tubuh, itulah perbedaan fungsi utamanya.
7. Menjaga kesehatan gigi dan menyegarkan napas.
Produk perawatan mulut berbasis eucalyptol dapat mencegah kerusakan gigi dan mengatasi bau mulut tak sedap. Mint bukan satu-satunya 'senjata' untuk mengatasi bau mulut. Eucalyptus juga dapat digunakan untuk melawan kuman penyebab bau mulut karena kandungan antibakterinya. Mengunyah permen karet atau menggunakan obat kumur dan pasta gigi yang mengandung ekstrak eucalyptus dapat mengurangi bau mulut secara signifikan.
Selain itu, menurut penelitian dalam Journal of Periodontology, produk perawatan gigi dan mulut berbasis eucalyptus dapat mencegah kerusakan gigi dan meningkatkan kesehatan periodontal, dengan menumpas bakteri dan menghilangkan penumpukan plak.
8. Meringankan sakit kepala.
Menghirup aroma minyak eucalyptus memberikan efek tenang dan mengurangi rasa nyeri akibat pusing ataupun sakit kepala. Kita di Indonesia pun dapat mencari atau memesan produk minyak dari ekstrak daun eucalyptus secara “online” dengan kata kunci “eucalyptus oil”.
Senyawa anti-inflamasi dalam eucalyptus, seperti cineole dan limonene, dapat bertindak sebagai penghilang rasa sakit, merujuk National Library of Medicine.
Selain itu, eucalyptus juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membersihkan sinus dan mengurangi peradangan. Orang yang mengalami sakit kepala karena sinusitis dapat berkurang rasa sakitnya dengan menghirup minyak ini. Sakit kepala akibat tegang juga bisa menghirup aromanya agar lebih rileks dan meredakan stres.
Bahkan campuran eucalyptus dan peppermint yang dioleskan ke dahi dan pelipis dapat meredakan sakit kepala lebih efektif ketimbang acetaminophen dan aspirin.
9. Meringankan nyeri sendi.
Ekstrak eucalyptus bersifat analgesik sehingga bisa mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada otot maupun sendi. Eucalyptus bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat penyakit pengapuran sendi (osteoartritis) dan radang sendi (rheumatoid arthritis), atau dengan keluhan sakit punggung maupun cedera sendi dan otot. Produknya berupa krim eucalyptus, sehingga dapat dioleskan pada permukaan tubuh yang sakit.
Ini karena ekstrak eucalyptus bertindak sebagai pereda nyeri dan bersifat analgesik. Dalam sebuah penelitian dalam American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation, mengaplikasikan eucalyptamint (salep yang mengandung eucalyptus) pada permukaan kulit dapat mengobati nyeri otot, keseleo, radang sendi, memar, dan sakit punggung.
10. Menyehatkan rambut.
Produk perawatan rambut berbasis eucalyptus merangsang folikel, mempercepat pertumbuhan rambut, mengurangi gatal, dan menghilangkan kutu.
Jika kita selama ini mengalami masalah rambut rontok maupun kutu rambut, cobalah produk perawatan berbasis eucalyptol. Sifat antimikroba, antijamur, dan herbisida dalam eucalyptol dapat mencegah peradangan kulit kepala sehingga merangsang pertumbuhan rambut yang sehat.
Kemudian, kandungan antiseptik dalam eucalyptol dapat menenangkan kulit kepala, mengurangi rasa gatal, serta menghilangkan kutu rambut.
11. Merangsang sistem kekebalan tubuh.
Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam BMC Immunology, minyak eucalyptus dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh, merujuk Medical News Today.
Para peneliti menemukan bahwa eucalyptol meningkatkan respons sistem kekebalan fagositik terhadap patogen. Fagositosis merupakan proses ketika sistem imun menelan dan menghancurkan partikel asing seperti bakteri, virus, dan partikel lain yang berbahaya.
Demikianlah manfaat eucalyptus untuk mengatasi belasan masalah kesehatan. Meski produk berbasis eucalyptus umumnya aman digunakan pada permukaan kulit, tapi penggunaannya juga tetap harus berhati-hati karena bisa menimbulkan iritasi, sensasi terbakar, maupun reaksi alergi bagi orang-orang tertentu.
Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi mengatakan, kemungkinan besar eucalyptus memang mampu menghancurkan virus. Termasuk jika berinteraksi langsung dengan virus corona jenis baru SARS-CoV-2.
Sebab ia menjelaskan, hampir seluruh bahan kimia atau bahan aktif di pelbagai makhluk hidup yang mengandung penghancur protein, lipid atau RNA sebetulnya mampu mendegradasi virus corona pada dosis tertentu. Hanya saja tetap perlu uji lanjutan.

"Tapi, apakah eucalyptus akan mampu mendegradasi virus SARS-CoV-2 yang sudah masuk ke dalam sel atau yang sudah menginfeksi sel, sehingga dapat menjadi Covid-19? Ini yang belum dilakukan penelitiannya," kata Berry kepada CNNIndonesia .com, Senin (11/5). Dengan kata lain, salah satu golongan minyak atsiri ini adalah pertolongan pertama untuk pencegahan dan mengatasi penularan, bukan untuk kuratif, namun lebih tepatnya dihirup untuk preventif atau setidaknya ketika sepulangnya kita dari luar rumah.
"Tampaknya data ini belum ada dan perlu penelitian lebih lanjut dan cermat sehingga belum tepat sebenarnya kalau dikatakan eucalyptus bisa sebagai obat Covid-19," lanjut dia lagi.
Ahli biologi Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menambahkan, untuk menetapkan eucalyptus sebagai obat Covid-19 perlu terlebih dulu uji praklinis terhadap hewan hingga uji klinis pada manusia. Ia memperkirakan kurun waktu pengujian hampir sama dengan saat menguji dan menemukan vaksin.
Kecepatan proses temuan ini juga bergantung pada kesigapan dan strategi para peneliti. "Bisa beberapa tahun, tergantung kesigapan penelitinya," tutur Berry. "Lama atau tidaknya tergantung kesigapan dan strategi peneliti. Beberapa negara melakukan juga perubahan regulasi untuk mempercepat uji praklinis dan klinis terkait Covid-19 agar bisa cepat."
Sebelumnya pemerintah tengah mengembangkan rangkaian produk berbahan dasar eucalyptus yang diklaim mampu mengatasi virus corona jenis baru. Kementerian Pertanian tengah membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsem dan diffuser.
Merespons gagasan tersebut, peneliti muda Berry Juliandi belum bisa memastikan apakah pelbagai produk berbahan eucalyptus itu kelak mampu menangkal virus corona penyebab Covid-19.
"Justru ini yang perlu diteliti lebih lanjut. Selama belum ada datanya maka kita tidak boleh berasumsi,"pungkas Berry. Dikutip dari Medical News Today, eucalyptus diketahui memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan. Tanaman ini digunakan sebagai bahan dalam banyak produk yang mampu mengurangi gejala batuk, pilek, juga menjadi bahan dalam krim atau salep untuk penghilang rasa sakit otot serta sendi.
Sementara minyak yang berasal dari eucalyptus bisa digunakan sebagai antiseptik, parfum, bahan dalam kosmetik, penyedap hingga pelarut dalam industri. Gaya pengobatan Cina, India Ayurvedic, Yunani, dan Eropa pun telah memasukkan perawatan ini sejak ribuan tahun silam.
Daunnya yang disuling untuk diekstrak menjadi minyak merupakan cairan tak berwarna namun beraroma kuat yang mengandung 1,8-cineole atau dikenal dengan eucalyptol. Daun eucalyptus juga mengandung flavonoid--antioksidan nabati--dan tanin yang berfungsi mengurangi peradangan.
Ada sejumlah potensi manfaat eucalyptus maupun kayu putih untuk kesehatan. Kendati belum semuanya dikonfirmasi melalui penelitian. Salah satunya misalnya, memiliki sifat antimikroba.
Sebuah studi yang diterbitkan Cllinical Microbiology and Infection menunjukkan bahwa eucalyptus memiliki efek antibakteri pada bakteri patogen di saluran pernapasan bagian atas. Termasuk, Haemophilus influenzae atau bakteri yang jadi sumber berbagai infeksi.
Ingat Koala, ingat Eucalyptus, karena memang makanan pokok Koala adalah daun pohon eucalyptus di Australia. Karena KWANG akan selalu menjadi sahabat terbaik Sobat! J
SUMBER RUJUKAN :
https:// www. halodoc .com/minyak-kayu-putih-dapat-cegah-corona
https:// www. cnnindonesia .com/gaya-hidup/20200511145535-255-502113/respons-ahli-soal-studi-eucalyptus-jadi-obat-antivirus-corona?
https:// kumparan .com/kumparannews/minyak-kayu-putih-punya-potensi-mencegah-virus-corona-1tPBiqiHNx4/full
https:// www. cnnindonesia .com/gaya-hidup/20200512132127-255-502520/manfaat-eucalyptus-untuk-atasi-11-masalah-kesehatan
https:// www. k24klik .com/blog/80-corona-model-mampu-dibunuh-karena-benda-ini/
https:// health.grid .id/read/352144292/ampuh-redakan-masuk-angin-minyak-kayu-putih-dari-tanaman-eucalyptus-dijadikan-antiivirus-corona
https:// health.grid .id/read/352185695/minum-teh-hangat-ditetesi-minyak-kayu-putih-mampu-cegah-perkembang-biakan-virus-corona-memang-benar?page=all
https:// www. wartaekonomi .co.id/read285445/minyak-kayu-putih-berpotensi-tangkal-virus-corona-karena-komposisi-ini
https:// www. merdeka .com/cek-fakta/cek-fakta-benarkah-eucalyptus-atau-minyak-kayu-putih-membunuh-virus-corona.html
https:// www. klikdokter .com/info-sehat/read/3639832/kandungan-minyak-kayu-putih-berpotensi-jadi-obat-virus-corona
Express .co.uk. Best supplements for the immune system: The essential oil shown to boost your defences.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Ikuti juga sosial media kami pada business.facebook, dengan akun : "Expat 2 Local Thai" / @guideriana

Rincian layanan JasTip (Jasa Titip) produk Thailand, dapat dilihat pada menu "Jasa Pencarian, Jasa Titip, dan Pengiriman Produk Thailand ke Indonesia".

Rincian layanan Private Tour Guide di Bangkok-Thailand, dapat dilihat pada menu "Private Tour Guide Riana".

NOTE REDAKSI : Seluruh info kontak dalam website ini diperuntukkan khusus untuk tujuan pemesanan dan bagi pengguna jasa layanan yang kami tawarkan dalam website ini. Menghubungi kami diluar peruntukan tersebut, dimaknai sebagai menyalah-gunakan nomor / email kontak kerja profesi kami, tidak akan ditanggapi.

Mohon kesediaan menunggu sejenak bila belum ada tanggapan secara segera, karena faktor kesibukan atau karena lain sebab. Pemesanan akan kami respons sesegera yang kami mampu.

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 [PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon];
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Konsumen / pengguna jasa dapat melakukan pemesanan pada nomor kontak / email yang tercantum dalam menu "HUBUNGI KAMI" atau pada rincian "contact person" di atas, bukan pada kolom komentar pada posting website.

Kami tunggu pesanan teman-teman sekalian dimana pun berada, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.

Salam hangat dari Bangkok, Thailand.
ttd
GUIDE RIANA