Sering Berpikir secara Mendalam, itulah Ciri Orang DEEP THINKER, yang Terkadang OVER THINKING

By SHIETRA - July 20, 2020

Sering Berpikir secara Mendalam, itulah Ciri Orang DEEP THINKER, yang Terkadang OVER THINKING

Sering berkutat dalam pikiran di dalam kepala kita sendiri? Tidak pernah habis-habisnya mengeksplorasi dan menjelajahi isi kepala kita sendiri? itulah salah satu ciri seorang “Deep Thinker”, dimana salah seorang kenalan KWANG tergolong sebagai orang dengan tipe kepribadian “pemikir yang mendalam”, dimana saking dalamnya bahkan cara berpikirnya demikian rumit seperti gurita atau seperti samudera yang demikian dalam sehingga kerap merepotkan dirinya sendiri akibat “over thinking” yang tidak jarang pula menjurus pada kekhawatiran / kecemasan berlebihan yang sangat menguras energi dan emosi sehingga kerap merasa letih. Sisi positifnya, para “Deep Thinker” biasanya adalah orang-orang yang sangat idealis, introspektif, moralis, ber-nurani, dan beretika tinggi. Mereka jenis manusia yang menarik, meski bagi sebagian orang dianggap membosankan.
Seorang “Deep Thinker” sangat aktif pikirannya, meski kadang kala meloncat-loncat dan abstrak. Kadang ia sendiri sukar mengendalikan pikirannya yang selalu aktif dan bekerja keras sepanjang waktu, bagai "monyet liar" yang tidak bisa berhenti sepanjang hari sampai benar-benar letih sendiri. Orang-orang jenius ternyata mirip dengan ciri-ciri seorang "pemikir mendalam".
Banyak orang yang kerap salah-kaprah dan salah paham terhadap para “Deep Thinker”, sehingga untuk itulah KWANG mencoba sebisa mungkin menyuguhkan kompilasi artikel-artikel bermutu terkait kaum “Deep Thinker” disertai tanggapan dari seorang kenalan KWANG yang tergolong “Deep Thinker”, agar kita dan masyarakat luas dapat mulai mencoba memahami mereka dan cara mereka melihat dunia, karena persepsi mereka berbeda sekali dengan perspektif milik orang kebanyakan, yang kerap membuat mereka sukar diterima dalam komunitas pergaulan maupun pendidikan dan pekerjaan, serta tidak jarang disalah-artikan.

Ternyata, ada ciri-ciri khas seorang “Deep Thinker”, dapat kita simak dalam artikel “Tanda Anda Seorang Pemikir yang Mendalam (Deep Thinker)”, dikutip dari http:// dlightinstitute. blogspot.com/2018/12/12-tanda-anda-seorang-pemikir-yang-mendalam-motivasi-hidup-positif.html
Ada jenis orang yang tidak mengalami kepuasan pada hal-hal yang sifatnya hanya permukaan dan dangkal. Apakah Anda tergolong orang macam ini? Mereka selalu ingin tahu lebih banyak. Dan mereka punya caranya sendiri untuk memandang berbagai hal dan menjalin keterhubungan dengan apa yang ada disekitar mereka.
Ini adalah jenis orang-orang yang bisa hanyut didalam pemikiran yang mendalam dan bungkam seribu bahasa saat memang tidak ada yang mau dikatakan.
Mereka sebenarnya boleh dibilang orang-orang bijak di dunia yang serba cepat dan kacau ini. Mereka adalah para pemikir yang mendalam di jaman kini.
1. Pengamat. Seorang pemikir yang mendalam cenderung lebih sedikit bicara dan lebih banyak mengamati. Mereka mencurahkan diri dan melibatkan diri secara mendalam pada bidang-bidang yang mereka minati dan menganalisa suatu topik secara saksama, sebelum memberi pendapat atau penilaian. Karena punya sifat sebagai pengamat, mereka tidak terlalu terpengaruh oleh opini-opini populer.
Mereka butuh waktu untuk memikirkan suatu topik sepenuhnya dan mengumpulkan semua fakta sebelum membuat kesimpulan dan keputusan. Ini bisa membuat jengkel orang-orang disekitar Anda yang ingin Anda segera membuat keputusan dan memberi jawaban.
Namun kabar baiknya adalah, sekali kita membuat keputusan kita tahu bahwa keputusan ini telah kita pikirkan masak-masak. Kita memeriksa dari semua sudut pandang guna menghasilkan keputusan terbaik.
2. Introvert. Banyak para pemikir yang mendalam adalah orang-orang pendiam yang menarik diri, juga kerap introvert. Tentu ini bukan fakta yang mengherankan, karena jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dan jarang bersosialisasi, Anda biasanya bukan seorang ekstrovert.
Para pemikir yang mendalam cenderung orang introvert karena berpikir bukanlah aktivitas sosial.  Mereka ingin menghabiskan waktu sendirian bersama pikiran-pikiran mereka. Mereka banyak ide dan senang memikirkan ide-ide mereka, apalagi jika itu membuat perasaan mereka jadi positif. Maka, masuk diakal bukan?
3. Punya rasa ingin tahu yang besar. Sebagai seorang pemikir yang mendalam, Anda punya rasa ingin tahu yang besar tentang dunia di sekeliling Anda. Anda ingin tahu bagaimana cara kerja sesuatu, dan mengapa suatu hal begini atau begitu. Anda tertarik pada banyak topik seperti sejarah, politik, sains, literatur, dll. Dan Anda selalu senang untuk belajar sesuatu yang baru. Anda boleh dibilang tahu sedikit tentang semua hal. Dan karena Anda punya gairah pada kehidupan, Anda jarang merasa bosan.
Para pemikir yang mendalam banyak yang tertarik pada topik seputar asal-usul kepercayaan-kepercayaan dan agama-agama besar di dunia. Mereka tertarik dengan topik New Age, spiritualitas populer dan menekuni jalan hidup dan praktek spiritual dalam rangka pencarian identitas dan jati diri. Mereka sangat mendalami topik-topik ini dan dengan melakukannya memperoleh kepuasan batin yang besar.
4. Pelupa. Seorang pemikir yang mendalam memikirkan segalanya, betul kan? Ya, dan itulah masalahnya. Anda sangat banyak berpikir sehingga melupakan hal-hal yang harus Anda lakukan setiap hari. Maka sebaiknya Anda jangan terlalu fokus untuk mencoba mencari solusi bagi sebuah masalah atau belajar sesuatu yang baru, sehingga lupa harus mengurus sesuatu tugas sehari-hari.
Anda biasanya sangat mengasihi pasangan Anda, namun cenderung lupa hari ulang tahunnya, atau hari jadi pernikahan, atau momen-momen istimewa lainnya. Ini bukan prioritas utama Anda. Bukannya Anda sengaja.
Anda harus belajar menyesuaikan diri dengan harapan dan tuntutan sosial. Paksalah diri Anda untuk mengobrol dengan teman atau terlibat dalam topik pembicaraan yang kurang menarik bagi Anda untuk menarik Anda keluar dari dunia Anda sendiri dan lebih terhubung dengan kancah sosial.
5. Pemecah masalah. Para pemikir mendalam adalah pemecah masalah yang handal. Dan karena berpikir adalah hal yang alami bagi Anda, Anda bisa melihat adanya pola-pola dan potensi masalah dengan cepat.
Anda meluangkan waktu untuk memikirkan pilihan-pilihan dari berbagai angle, maka Anda jarang mengambil keputusan salah dengan kerugian besar. Anda bisa melihat adanya kesamaan pola atau suatu tema dalam suatu permasalahan yang Anda hadapi dengan orang lain atau suatu tema dalam relasi sosial Anda. Anda juga melihat bagaimana orang bereaksi menurut pola-pola tertentu. Dan Anda memikirkan bagaimana harus menghadapi dan menyikapi orang-orang yang Anda anggap menimbulkan kesulitan dan masalah dengan Anda.
6. Canggung dalam situasi sosial. Selain cenderung introvert, para pemikir mendalam biasanya tidak menyukai norma-norma yang diterima kultur dan prilaku yang diharapkan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Anda tidak suka pembicaraan tanpa arah, dan hanya bicara jika ada sesuatu yang cukup penting untuk dikatakan, bukan karena tekanan untuk harus mengatakan sesuatu. Sisi buruknya adalah Anda jadi sulit bersosialisasi. Anda cenderung menjauhkan diri dari percakapan sehari-hari dan tidak menyukai gosip.
Namun sebagai seorang pemikir yang mendalam, Anda cenderung membumi dan apa adanya tidak dibuat-buat. Anda lebih menyukai pembicaraan empat mata untuk memfokuskan perhatian dan energi Anda pada percakapan ini dengan keterhubungan yang lebih mendalam. Anda lebih menyukai relasi yang mendalam dan tidak bersifat hanya basa basi dan permukaan saja.
Keotentikan penting bagi Anda. Anda menghargai perasaan yang tulus dan apa adanya dan kurang menyukai sifat manipulatif jika orang memuji karena ada maksud dibaliknya.
7. Mandiri. Karena Anda cenderung seorang penyendiri, Anda kerap salah dimengerti oleh banyak orang. Anda belajar untuk mengandalkan diri sendiri dan mandiri sejak dini.
Anda senang menghabiskan waktu sendirian, karena ini cara Anda mengisi tenaga dan memulihkan diri, juga untuk berpikir tanpa gangguan. Karena Anda tidak merasa nyaman pada acara-acara pertemuan sosial, Anda menemukan kesenangan dalam kesendirian.
Mungkin semenjak kecil Anda tidak banyak teman dan canggung secara sosial. Maka Anda lebih senang bermain sendirian dan menikmati kesendirian Anda. Anda berpikir mandiri dan punya pendapat sendiri tentang suatu topik. Anda mencari dan menemukan sendiri topik-topik yang Anda minati dan banyak berpikir tentang itu. Anda tidak senang ditentukan harus begini dan harus begitu dalam berpikir untuk suatu topik yang menjadi minat Anda. Anda senang bisa berpikir mandiri dan menjelajahi sesuatu menurut kemauan Anda.
8. Tidak berminat pada kultur main-stream. Anda tidak berminat pada hal-hal yang umumnya disukai banyak orang. Anda tidak berminat pada gosip-gosip hangat selebirits dan tayangan populer di televisi. Anda heran mengapa banyak orang menghabiskan begitu banyak waktu untuk hal-hal tak berguna macam itu.
Anda lebih senang pada topik-topik mendalam yang berhubungan dengan eksistensi manusia dan spiritualitas. Anda cenderung menaruh minat pada topik filsafat dan spiritualitas, termasuk spiritualitas populer, neuroscience, dan psikologi.
9. Kelewat banyak berpikir. Para pemikir yang mendalam selalu kelewat banyak berpikir, karena mereka terlalu menganalisa semuanya. Biasanya, Anda bersikap terlalu keras pada diri sendiri. Dan ini membuat Anda terlalu mengkhawatirkan hal-hal remeh. Karena banyak berpikir, Anda juga lebih rentan untuk mengkhawatirkan tentang masa depan Anda. Pekerjaan Anda. Dan bagaimana Anda akan menjalani hidup kedepannya.
10. Sulit mengambil keputusan. Orang-orang yang terlalu banyak berpikir biasanya sulit untuk mengambil tindakan nyata untuk mengubah hidup mereka. Anda cenderung berpikir dengan teori didalam kepala Anda.
Maka, mewujudkan gagasan menjadi kenyataan adalah tantangan tersendiri. Anda sulit mengambil keputusan dan sulit bertindak sehingga ini menghambat keberhasilan dan pencapaian prestasi.
Saat Anda merasa bahwa Anda harus berubah namun kurang bisa bertindak untuk mewujudkannya, ini bisa menimbulkan perasaan kecewa didalam diri Anda. Meski kecewa, Anda tetap tidak menyerah dan terus memikirkan cara bagaimana untuk mengatasi hambatan ini dan bergerak maju. Anda bukan tipe orang yang gampang menyerah dan menggunakan kemampuan otak Anda untuk mencari jalan.
11. Punya selera humor. Mungkin ini diluar dugaan Anda. Namun para pemikir yang mendalam sebenarnya punya selera humor yang baik sekali. Ya, benar. Meski mungkin Anda tidak menjadi “jantung pesta”, Anda bisa menjadi orang yang fun, pandai, dan ramah.
Anda bisa menemukan humor didalam setiap situasi. Anda juga tahu cara tertawa tentang diri sendiri. Anda bisa tidak terlalu serius menyikapi diri Anda dan bisa menyikapi masalah Anda dengan humor.
12. Punya empati. Para pemikir yang mendalam adalah orang-orang yang sangat emosional dan berpikiran terbuka. Anda sabar dan seorang pendengar yang aktif. Anda selalu hadir bagi orang-orang yang butuh perhatian khusus.
Anda seorang yang punya empati dan bisa menawarkan solusi yang realistis dan menghibur bagi siapa saja yang sedang terlibat konflik yang membuat mereka marah.
Karena Anda punya empati, Anda cocok untuk bekerja sebagai seorang konseler atau psikolog. Seperti telah disebutkan diatas Anda lebih menyukai perasaan apa adanya, dan sisi otentik yang genuine dari seseorang. Anda punya kepekaan pada perasaan orang dan bisa membuat orang merasa dirinya dimengerti dan memperoleh dukungan saat sedang dalam periode krisis.
Banyak para pemikir mendalam yang punya banyak gagasan didalam kepala mereka. Jika Anda tergolong orang seperti ini, alangkah baiknya jika Anda menuangkan gagasan Anda kedalam tulisan? Buatlah buku tentang pemikiran Anda untuk suatu masalah yang menyita perhatian Anda. Gagasan-gagasan Anda pasti berguna untuk orang-orang yang sedang mengalami masalah serupa. Jangan biarkan berlalu begitu saja. Siapa tahu Anda bisa menjadi seorang pengarang buku best seller...
Kebetulan sekali, kenalan KWANG yang tergolong “Deep Thinker”, memang punya kegemaran atau hobi menulis hingga banyak buku karyanya kini dipasarkan. Diatas kesemua itu, sifat paling menonjol dari kenalan KWANG tersebut ialah memiliki “sense of justice” yang sangat tinggi, hidupnya sederhana, suka berhemat, dan tidak pernah terpikirkan untuk mencari makan dengan cara merugikan orang lain.
Sayangnya, orang-orang semacam kenalan KWANG tersebut justru kerap salah-dimengeri oleh masyarakat, mungkin karena dianggap “anti sosial” atau “asosial”, padahal waktu dan energinya dikeseharian telah banyak terkurat untuk kegiatan berpikir dan berkarya. Ia sangat tidak ingin membuang-buang waktu untuk hal-hal yang menurutnya tidak produktif dan tidak berharga.
Dalam artikelnya berjudul “Tanda-tanda Dirimu Memiliki Intuisi yang Baik”, Gayuh Tri Pinjungwati, 13 Mar 2020, dikutip dari https:// www. fimela .com/lifestyle-relationship/read/4201070/tanda-tanda-dirimu-memiliki-intuisi-yang-baik, menuliskan sebagai berikut:
Terkadang kita mengetahui ada seseorang menyadari apa yang akan terjadi sebelum sesuatu terjadi. Intuisi didefinisikan sebagi perasaan atau ide yang lebih didasarkan pada pemikiran dan kemungkinan abstrak daripada realitas konkret dan sudah menjadi konsep psikologis yang dipelajari secara luas.
Intuisi itu penting karena itulah yang membantu kita terhubung dengan dunia dan orang-orang di sekitar kita. Setiap orang intuitif, tetapi tidak semua orang memiliki kempuan untuk menggunakan atau memahami intuisi mereka secara maksimal. Bahkan hanya ada sedikit yang berbakat dengan intuisi yang kuat.
Sadar Diri Secara Emosional.
Sadar diri secara emosional memainkan peran penting dalam memahami intuisimu, karena itu sering kali bermanifestasi sebagai firasat. Ketika secara emosional selaras dengan diri sendiri dan orang lain, akan lebih mudah untuk menguraikan apa yang ingin disampaikan tentang perasaan-perasaan ini kepada seseorang.
Ini akan membuatmu lebih empati dan sensitif. Dengan mudah dirimu akan mendapatkan isyarat non-verbal yang akan memberi tahumu apa yang orang lain rasakan, baik itu ekspresi wajah, bahasa tubuh, nada suara, dan sebagainya.
Pembaca Karakter yang Baik.
Sangat sulit untuk menipu intuisi, karena rasa kesadaran mereka yang meningkat membuat mereka lebih mampu melihat melalui fasad sosial orang lain. Individu yang intuitif dapat merasakan ketika seseorang memiliki aura negatif tentang mereka, sehingga mereka tidak akan tertipu ketika seseorang yang tampaknya disukai semua orang ternyata haya berpura-pura baik.
Beberapa orang akan mengatakan bahwa mereka terlalu banyak membaca hal-hal kecil tetapi sebenarnya, intuisi mereka memungkinkan mereka untuk memahami hal-hal yang kebanyakan orang tidak bisa lakukan.
Pikiran Datang Secara Sadar dan Tiba-tiba.
Jika pikrian datang dari pikiranmu secara tiba-tiba, ini adalah tanda intuisi yang baik. Pikiran-pikiran ini mungkin datang dalam bentuk penglihatan, suara, sensasi, atau ide tetapi mereka mengarah pada pencerahan yang memungkinkanmu untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas.
Dirimu mungkin secara acak mengingat sesuatu yang tidak dirimu perhatikan beberapa waktu lalu, menemukan jawaban atau solusi yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Pemikir yang Mendalam.
Kebanyakan individu yang intuitif juga merupakan pemikir analitis yang mendalam. Mereka tidak pernah menganggap hal-hal sepele karena mereka percaya bahwa hidup ini penuh dengan makna, koneksi, simbolisme. Mereka memperhatikan tanda-tanda apa pun yang diberikan Alam Semesta kepada mereka.
Pikiran mereka mampu menentukan semua seluk-beluk dan nuansa dalam percakapan atau interaksi dan menemukan pola dalam hidup mereka. Jika intuisimu kuat, seringkali hal-hal yang dipikirkan cenderung menjadi kenyataan.
Memiliki Suara Batin yang Jelas.
Salah satu cara yang terbaik dan termudah bagi yang berbakat secara intuisi untuk memisahkan diri dari orang lain dalah kehadiran dunia batin. Jika seseorang memiliki intusi yang baik, biasanya membuat keputusan dengan mendengarkan kata hati dan mengikuti apa yang terasa tepat untuk dirinya, bahkan ketika ia tidak menjelaskannya.
Tipe intuitif percaya diri mereka untuk mengetahui apa yang benar bagi mereka tanpa berpikir terlalu keras tentang hal itu, karena wawasan mereka membimbingnya dengan cara yang belum sepenuhnya mereka pahami.
Dengan begitu, mudah untuk melihat mengapa intuisi adalah alat yang ampuh bagi mereka yang tahu cara membuka kunci dan menggunakannya dengan baik. Ini adalah hadiah istimewa yang diberkati oleh segelintir orang dan sering disalahpahami oleh kebanyakan orang.
Kadang kita mungkin terlalu cepat mengabaikan hal-hal yang tampak kita ketahui karena kita tidak begitu mengerti mengapa kita berpikir begitu atau dari mana ide-ide ini berasal. Tetapi ini adalah petunjuk pertama bahwa dirimu memiliki intuisi yang baik dan hanya belum mengetahuinya.
Pola sikap “obsesif” dalam berpikir atau menganalisis sesuatu ternyata bisa menyebabkan masalah depresi, menurut Agustin Wahyuningsih, 21 / 05 / 2016, dikutip dari https:// www. brilio .net/kepribadian/yakin-kamu-over-thinking-kenali-6-tanda-berikut-ini-160521t.html
Kamu pernah merasa harus memikirkan segala sesuatu sampai dalam? Suka menganalisis sesuatu sampai kepala pusing? Bisa cemas kalau nggak berpikir lebih? Wah, kamu terancam jadi orang yang terlalu berlebihan dalam berpikir atau over thinking.
Hati-hati, pola obsesif dalam berpikir atau menganalisis sesuatu bisa menyebabkan masalah depresi dan gangguan kecemasan parah. Fakta menunjukkan bahwa wanita lebih mudah berpikir berlebihan ketimbang laki-laki, perbandingannya 57% dan 43%, sebagaimana dikutip brilio.net dari laman Higher Perspective.
1. Mengecek apa yang sudah dilakukan dua sampai tiga kali.
Kalau kamu sering mengecek tindakan yang sudah dilakukan berulang-kali (kompulsif), takut merasa melakukan kesalahan supaya nggak tampak bodoh di hadapan orang lain sehingga bikin panik, berarti kamu termasuk orang pemikir (secara mendalam).
2. Menganalisis segala sesuatu.
Nggak peduli selelah apa pun tapi kamu nggak bisa tenang memikirkan tugas sampai mendalam terus resah, kamu adalah pemikir.
3. Mengambil hati segala sesuatu (sentimentil).
[KWANG : Logikanya kuat, logis orangnya, namun bukan berarti dirinya tidak bisa sentimentil terhadap orang lain yang dinilainya tidak bersikap layak dan patut, sehingga juga tidak perlu diberikan penghormatan. Sifat ideal kaum “Deep Thinker”, amatlah kuat, sebagai contoh : ia akan membalas perbuatan baik dengan perbuatan baik yang lebih besar, dan membelas perbuatan buruk dengan perbuatan buruk yang lebih besar lagi. Itulah prinsip paling utama dari seorang “Deep Thinker”]
Jadi, semua yang terjadi di hidupmu kamu masukin hati. Istilah gaulnya sekarang itu gampang baper alias bawa perasaan. Orang bilangnya A, tapi kamu ngrasanya B, yang identik sama kamu.
4. Perfeksionis.
Selalu pengen terlihat dan melakukan segalanya dengan sempurna adalah salah satu tanda orang pemikir. Selain itu kamu juga nggak sabaran dan nggak ada kompromi kekeliruan.
5. Khawatir sama masa depan.
Pola pikir orang pemikir itu adalah bahwa segala sesuatu harus terencana. Masa depan pun kudu direncanakan sebaik mungkin. Kamu paling nggak suka ketidakpastian, termasuk hal-hal spontan. Justru ketidakpastian itu bikin kamu takut dan cemas.
6. Sukar tidur nyenyak jika belum benar-benar amat sangat letih tubuh dan pikirannya.
Orang pemikir kalau mau tidur pasti masih sempat-sempatnya memikirkan pekerjaan atau kejadian-kejadian yang pada hari itu dia alami. Bahkan dianalisis akibat-akibat yang mungkin muncul, sampai berpikir andai nggak melakukan itu pasti berakibat begini-begitu.
Nah, biar bisa mengatasi ini supaya nggak berkembang menjadi depresi maupun gangguan kecemasan, cobalah untuk latihan mengambil napas dalam dan yakinkan diri bahwa semua sudah kamu lakukan dengan baik. Kemudian sibukkan dirimu dengan aktivitas positif, semisal menekuni hobimu, berolahraga, bergaul dengan kawan, dan sebagainya.
Pokoknya jangan sampai pikiranmu terjebak pada hal yang itu-itu saja. Jaga kesehatan psikismu ya, guys!
Kaum “Deep Thinker” kerap membuat pendapat seperti ini :
- Kepribadian INTP tapi ini yg paling akurat dan pas dengan aku... walau tidak suka bersosialisasi, tapi tetap sisi baiknya adalah INTP punya sisi kemanusiaan (empati) tinggi untuk menolong orang lain.
- Yang pada kenyataanya, orang yang tinggal serumah pun sulit mengerti apa yang ada dalam pikiran saya.
- That is how I am always bit different with the rest of my family (and sometime they worried that i am just closer to be called autism -_-)
- Entah kenapa bisa semua penilaian sampai pikiran-pikiran kecil tentang diriku ada di sini semua (Tipe Kepribadian INTP).
Ulasan yang sangat lengkap dan komprehensif, tentang sang “Deep Thinker”, tepat kiranya KWANG merujuk kepada bahasan dalam artikel berjudul “Tipe Kepribadian INTP, Tipe Kepribadian Para Pemikir”, 02/12/2018, Author : Robi Maulana, https:// psikologihore .com/tipe-kepribadian-intp-tipe-kepribadian-para-pemikir/
INTP dikenal dengan kepribadian mereka yang terus terang, mandiri, dan cerdas.
Meski demikian, orang-orang juga menganggap tipe kepribadian INTP sebagai cuek dan kadang terlihat gak pedulian.
Tapi, sebenarnya orang dengan tipe kepribadian INTP itu kayak apa sih? Dan apa aja yang membuat mereka bahagia? Lalu, apa karir yang cocok untuk orang INTP?
Terus gimana sih kalo kita menjalin hubungan sama orang INTP?
Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tentang tipe kepribadian INTP, ciri-ciri mereka, serta semua yang terkait dengan tipe kepribadian INTP.
Tipe Kepribadian INTP itu Apa Sih?
INTP adalah salah satu dari 16 spektrum tipe kepribadian di MBTI.
Tipe kepribadian INTP sendiri terdiri dari empat trait dominan: Introvert (I), Intuisi (N), Berpikir (T), dan Menerima (P).
Artinya, orang dengan INTP punya karakteristik introvert, mengutamakan intuisi di otak, lebih cenderung logis, serta mengolah fenomena berdasarkan pendapatnya sendiri.
Cara Berpikir INTP.
Terus gimana sih cara berpikir INTP?
Di atas semuanya, INTP sangat tertarik dengan pemahaman teori dan prinsip-prinsip suatu fenomena. Jadi kalo mereka ngeliat sesuatu, mereka mencoba memahami sebenarnya apa sih yang terjadi di balik fenomena tersebut, dan bagaimana prosesnya bermula hingga selesai.
Kebiasaan ini membuat orang INTP suka menganalisa masalah. Semakin menantang suatu masalah, semakin tertantang mereka buat menyelesaikannya.
Orang INTP sendiri cenderung memilih akurasi dan kualitas. Buat mereka, nggak masalah berlama-lama berkutat di teori, yang penting saat finishing hasilnya tepat. Yang penting masalahnya bisa selesai dengan sempurna.
Dan semua proses ini berlangsung hanya di otaknya, dan nggak keliatan dari kita yang ada di luar.
Kadang ini membuat tempat kerja mereka, dan ruang pribadi mereka, terlihat berantakan. Walaupun gitu, tapi si INTP sebenarnya merancang berantakan itu sesuai dengan apa yang lagi coba ia selesaikan.
Orang INTP punya kecenderungan untuk nggak menerima fakta dan aturan yang berlaku. Bukan berarti mereka selalu memberontak sih, cuma dasarnya mereka emang nggak mau terima gitu aja sesuatu tanpa ada alasan atau basis yang jelas.
Makanya, (tidak heran bila) orang INTP punya kecenderungan mengkritisi sesuatu, yang buat orang lain sesuatu itu udah normal. Orang INTP akan melihat data dan fakta di lapangan sebelum mereka menerima suatu aturan dan norma.
Kadang-kadang, kesimpulan yang didapat orang INTP terlihat ngawur atau susah diterima, tapi orang INTP selalu yakin kalau kebenaran sejati kadang tidak nyaman untuk diketahui.
Walaupun suka membantah aturan dan fenomena, tapi orang dengan tipe kepribadian INTP memahami bahwa orang-orang seringkali menolak cara berpikirnya.
Makanya meski punya pola pikir yang mendobrak, orang dengan tipe kepribadian INTP lebih memilih diam dan menggunakan pola pikirnya sendiri.
Iya, INTP nggak suka debat. Mereka sejatinya adalah independen. Kalau mau terima ya syukur, nggak juga nggak apa-apa. Ini juga INTP gunakan bila mereka berada dalam kelompok.
INTP nggak percaya sama suara mayoritas. Salah ya salah. Kalau mereka nggak suka, mereka nggak segan untuk meninggalkan kelompok itu. [KWANG : Standar prinsipnya sangat tinggi dan tegas.]
Meski keras kepala, INTP adalah orang yang adil dan fair. Ketika mereka dihadapkan dalam keputusan sulit, mereka akan memperhitungkan aspek logis, kebenaran, dan bias yang mungkin mereka rasakan.
INTP sebisa mungkin menghindari perasaan mempengaruhi logikanya.
Orang dengan tipe kepribadian INTP nggak tertarik dengan aktivitas yang monoton, itu-itu aja, dan nggak butuh mikir. [KWANG : Tidak sedikit pekerja yang kerap gonta-ganti tempat kerja, semata karena merasa bosan pada aktivitas rutin yang tidak membawa perkembangan diri, sehingga dinilainya sangat merugikan dari faktor umur yang terbuang.]
INTP membutuhkan situasi yang menuntut kreativitas dan potensinya secara maksimal. Di sinilah INTP bisa berkembang, dan INTP akan betah berada di sini.
Urusan bias dan perasaan adalah sesuatu yang sering dikhawatirkan oleh INTP. Mereka mencoba sedapat mungkin untuk menjadi fair. Maka, angka dan fakta adalah dasar yang paling disukainya; data dan fakta sulit dibantah.
Makanya sebelum mengambil suatu keputusan, INTP mencoba mengumpulkan data sebanyak-banyaknya, melihat pola yang logis dan konsisten, baru menggunakan kesimpulannya untuk memutuskan sesuatu.
Itulah yang membuat INTP seringkali gak dipahami sama orang, malah sampe gak disukai. Dari luar, INTP terlihat seperti orang yang kelewat kritis dan nggak solutif, padahal itu hanyalah satu proses dari perjalanan panjang INTP dalam menemukan solusi.
Oh iya, ada satu alasan lain kenapa (orang dengan tipe) INTP lebih banyak menyembunyikan pikirannya. Ini karena INTP cenderung menganggap pemikirannya lebih baik. INTP suka mengkritik, tapi nggak suka dikritik.
Apalagi kalo yang mengkritik itu gak sepintar mereka, atau nggak berpikir seperti mereka.
Karena INTP bukan tipe yang suka bentrok, mereka lebih memilih diam dan menyembunyikan pemikirannya.
Bagaimana INTP Melihat Dunia.
Orang dengan tipe kepribadian INTP punya kemampuan melihat kemungkinan, hubungan, dan outcome tertentu pada suatu fenomena. Inget kan tentang gimana INTP mencari dan menggali data sebanyak mungkin?
Kebiasaan ini membantu untuk menerka potensi, masa depan, dan mampu membantu mereka melihat gambaran besar dari suatu kejadian. INTP juga selalu dipenuhi ide dan kemungkinan, yang kemudian coba diolah menggunakan pikiran khas introvert.
Orang INTP punya kebiasaan mencari pola dan proses yang tersembunyi, dan mereka mencoba menemukan sudut pandang dan koneksi yang orang lain mungkin nggak bisa lihat.
Makanya INTP adalah orang yang cukup optimis, karena mereka bisa menerka apa yang akan terjadi, serta bagaimana sesuatu akan berubah nantinya.
Intuisi semacam ini membantu INTP menyambungkan berbagai fenomena yang terjadi, dan bagaimana satu kejadian memicu kejadian lainnya di tempat terpisah.
INTP selalu melihat dunia sebagai serangkaian kejadian, dan mereka berdiri menyaksikan kejadian saling menyambar satu sama lain (bagai sedang menyusun kepingan puzzle menjadi satu gambaran utuh).
Ide dan pemikiran yang ia buat mungkin sekilas terlihat random, tapi itu adalah hasil berpikir INTP yang saling terkoneksi. Nggak ada suatu ide yang lahir begitu aja; semua berasal dari serangkaian pemikiran, fakta, dan data.
Karena pola pikirnya yang kayak jaring, alias nggak linear, makanya ngomong sama INTP kadang susah. Mereka bisa aja lagi ngomongin A terus loncat ke J, atau dari I balik lagi ke B. Ini membingungkan, tapi bagi INTP, semua loncatan ini diperlukan dan saling terkoneksi.
Intuisi ini juga membuat INTP selalu mencoba berinovasi, selalu menemukan suatu konsep dan pemikiran yang coba didalami. Mereka nggak suka ngelakuin sesuatu yang itu-ituuu aja, maunya berubah terus dan berinovasi terus.
Karena suka perubahan, maka INTP melihat perubahan sebagai ketidak-pastian yang pasti, sebuah kesempatan untuk merasakan ketidak-nyamanan dan mengubahnya menjadi penggerak maju.
Buat INTP, perubahan adalah peluang untuk menemukan ide baru, dan cara untuk menyelesaikan masalah yang kompleks dan belum terjamah.
INTP suka berpikir dan menemukan kemungkinan dari berbagai tempat, membuat INTP kesulitan melepaskan proyeknya yang terbengkalai. Rumah atau ruangan mereka penuh berbagai barang tak terpakai, yang orang lain lihat sebagai sampah.
Karena kelewat suka mikir dan merancang, makanya INTP lebih suka mengambil banyak waktu untuk berkutat informasi sebelum bener-bener memutuskan (atau pun untuk memulai gagasannya untuk dikonkretkan).
Ini membuat INTP seringkali terlihat kayak menunda-nunda kerjaan. Padahaaaal ini diperlukan, karena buat INTP kualitas kerja lebih diperlukan ketimbang kecepatan.
INTP nggak suka diburu-buru. Buat mereka masalah nggak bisa hanya diselesaikan dengan satu solusi gampang dan praktis, sebuah masalah punya ratusan solusi dan INTP ingin menyelesaikannya dengan solusi yang paling baik.
Cara Merasa ala INTP.
Kalo INTP menggunakan cara berpikir dan intuisinya untuk mencoba menemukan peluang baru, maka (kemudian) sang INTP menggunakan sensenya untuk melihat kembali pengalaman lama dan fenomena yang pernah ia alami.
Kemampuan merasa ini biasanya muncul saat masuk usia 20 dan 30, dan proses sensing ini digunakan oleh INTP untuk bersantai dan menghibur diri.
Makanya meskipun selalu mencari sesuatu yang baru, tapi INTP juga suka sama sesuatu yang udah pernah mereka rasakan.
Misalnya mereka suka melihat film-film yang pernah mereka tonton, dateng lagi ke tempat favoritnya di masa kecil, atau mendengarkan lagu yang mereka suka waktu remaja.
Orang INTP juga bisa kok kembali melihat ke belakang, dan mengulangi lagi sesuatu yang pernah mereka pelajari.
INTP yang masih remaja atau dewasa awal biasanya belum punya kemampuan ini. Jadi kecenderungannya ya selalu mencoba sesuatu yang baru. Nanti seiring bertambahnya umur dan kedewasaan, keinginan untuk melihat ke belakang ini akan muncul.
Emosi INTP.
Emosi alias perasaan adalah suatu aspek yang nggak dikuasai INTP. Ini membuat mereka cenderung kesulitan dalam kehidupan sosial dan hubungan.
Emosi adalah sesuatu yang sulit diterka secara logis, makanya INTP kurang nyaman dengan emosi. Dan mereka bisa sangat tertekan bila mengambil keputusan berdasarkan aspek ini.
INTP nggak pandai menerka dan memahami emosi orang lain. Ini membuat mereka sering disebut nggak sensitif.
Karena menggunakan emosi, maka INTP bukan orang yang mahir di aspek sosial, apalagi kayak nongkrong-nongkrong dan ngomong basa-basi.
Karena apa-apa memakai logika, makanya INTP sulit juga menerka emosi dirinya sendiri.
Mereka sulit menerjemahkan sebenarnya apa yang mereka rasakan, dan gimana cara mengelola emosi itu, juga perihal cara mengutarakannya lewat kata-kata verbal. Ini juga membuat mereka terlihat dingin dan agak kaku, dan di kehidupan sosial pun mereka socially awkward.
Karena kurang mampu menerjemahkan dan menangani emosinya sendiri, kalo INTP sudah stres, mereka bisa bersikap beda dari mereka pada umumnya. Mereka bisa jadi lebih pemarah, lebih ketus, dan suka mikirin pendapat orang.
Kalau stresnya udah memuncak, seorang INTP bisa lepas kendali. Mereka mungkin aja jadi nangis histeris, marah-marah, dan kehilangan kemampuan berpikir objektif yang biasanya mereka miliki.
Tapi seiring bertambahnya umur dan kedewasaan, INTP akan jadi lebih seimbang. Mereka akan jadi lebih aware sama perasaannya orang dan perasaan diri mereka sendiri.
INTP di masa lanjut usia juga lebih bisa bersosialisasi dan lebih hangat. Maka, seorang INTP yang memasuki usia lanjut bisa membuat keputusan yang sedapat mungkin menyenangkan semua pihak.
INTP yang lebih dewasa juga bisa memuji dan lebih ramah. Kemampuan ini akan membuat orang-orang yang lama mengenalnya akan terkejut, karena si INTP sekarang udah beda.
Si INTP sendiri pun mungkin sama terkejutnya, tapi mereka pun lega; karena mereka bisa mengutarakan pendapatnya sendiri tapi juga mampu menemukan solusi yang lebih nyaman dan lebih diterima banyak orang.
Karir yang Cocok untuk Tipe Kepribadian INTP.
Karena sangat dominan pada aktivitas alam pikiran seperti berpikir, menganalisa, dan mencari ide, maka INTP butuh kerjaan yang dapat memberikan mereka kebebasan untuk mencipta dan berinovasi. INTP bisa berkembang pesat di tempat yang membolehkan mereka melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, tanpa diatur dan dikekang, alias diberi ruang kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri—[KWANG : Dan seorang INTP biasanya senang diberi kepercayaan untuk itu, sehingga pekerjaannya selalu penuh tanggung jawab sekalipun tidak diawasi.]
Tapi tenang, INTP sendiri orangnya nggak serampangan kok. Mereka masih mau mengikuti aturan selagi aturan itu masuk akal. Ya mereka mau kerja di jam yang udah ditetapkan, pake baju sesuai aturan perusahaan, dan lain-lain.
Yang pentiiing kerjanya nggak dikekang dan mereka boleh melakukan sesuatu sesuai dengan gaya yang mereka punya.
Orang dengan tipe kepribadian INTP suka bekerja di lingkungan yang tantangannya selalu berganti-ganti. Mereka rela punya gaji yang nggak tetap, yang penting bebas. [KWANG : Kenalan KWANG, yang bertipe INTP, dahulu pernah menjadi pekerja kantoran, namun tidak pernah kerasan, sehingga kini sepenuhnya merintis karir sendiri dan “lepas landas” dan penuh kebebasan dalam membangun profesi yang disukai olehnya.]
Sebagai seorang introvert, INTP punya keinginan untuk kerja sendirian, butuh untuk terus berpikir, dan mengincar kesenangan dalam menyelesaikan kerja menantang.
Walaupun gak suka kerja bareng orang lain, sebenarnya INTP bisa mengeluarkan potensi terbaiknya kalo dipasangkan sama orang yang tepat.
Pasangan ini harus bisa memancing intelijensi INTP untuk terus keluar, mampu mencatat ide-ide cerdas yang muncul, dan membantu merancang ide tersebut jadi suatu solusi yang bisa dipakai.
INTP berani mengambil resiko kerja pindah-pindah. Mereka santai aja dengan kemungkinan dipecat. Selama, resiko itu terbayar dengan kemungkinan gaji yang lebih besar, atau kerjaannya lebih membebaskan dan menantang.
Tapi masalahnya ialah, jarang ada pekerjaan tetap yang memberikan kebebasan maksimal penuh pada pegawainya. Ini membuat INTP yang bekerja seringkali frustrasi dengan kebijakan yang nggak logis, plus terganggu dengan kekangan yang ada dari atasan.
Untuk bidang pekerjaan, biasanya INTP tertarik sama teknologi. Orang dengan kepribadian INTP suka menggunakan logika dan kemampuan menganalisa mereka untuk menciptakan sistem dan solusi yang inovatif. [KWANG : Aturan dan SOP yang dinilainya tidak masuk akal dan tidak beralasan, tampak seperti penjara menyesakkan bagi seoragn INTP.]
Keingintahuan dan bakat alami mereka di bidang intelektual memungkinkan mereka mendalami bidang teknik, teknologi, dan sains.
Makanya banyak orang-orang yang sukses di startup IT seringkali punya kepribadian INTP. Lagipula dengan bekerja secara mandiri, mereka bisa berkarya dengan kecepatan dan kualitas yang bisa mereka kontrol sendiri. [KWANG : Mereka paling tidak suka bergantung ataupun mengandalkan orang lain, terlebih menagih dan mendorong orang lain untuk menyelesaikan target yang semula dicanangkan.]
INTP Sebagai Bawahan.
Anggaplah kamu adalah seorang manajer atau staf HRD, dan kamu menemukan seorang karyawan yang INTP. Gimana sih INTP bekerja, dan apa yang dibutuhkan agar mereka bisa mengeluarkan potensinya?
Di bawah kondisi yang tepat, karyawan INTP cenderung inovatif, pekerja keras, punya banyak referensi, dan mampu menghajar masalah kompleks yang ada di hadapannya. Solusi yang ia tawarkan seringkali nggak biasa, namun efektif.
Orang dengan tipe kepribadian INTP punya ide yang terus menerus keluar, dan sayangnya ide yang muncul jarang dibarengi dengan rencana eksekusi yang jelas.
Maka seorang INTP harusnya sih didampingi sama tim yang mau menyusun ide tersebut dan mengasahnya menjadi ide praktikal yang dapat diaplikasikan dengan sedikit-banyak modifikasi dan adaptasi atau untuk dikembangkan.
Masalahnya, kualitas ini nggak bisa muncul gitu aja. Perlu waktu dan kebebasan maksimal. Dan itu jarang diberikan pada karyawan, apalagi kalo pola pikir atasannya cupet.
Terus juga kemampuan ini jarang terlihat di atas kertas. Mungkin yang benar-benar terlihat adalah rekam jejaknya yang pindah-pindah dan alasannya. Oh iya, INTP seringkali canggung di situasi publik, jadi kadang mereka agak terpisah dari rekan kerjanya.
Butuh waktu untuk melihat seorang INTP mengeluarkan potensi terbaiknya. Yang penting sih kasih kebebasan lebih dan biarkan mereka dengan kecanggungannya.
INTP Sebagai Rekan Kerja.
Rekan kerja yang INTP itu kayak apa sih?
Bagi INTP, rekan kerja adalah rintangan; mereka hanya menghambat kecepatan kerjanya dan menghalangi idenya menjadi kenyataan.
INTP juga kurang suka ngobrol basa-basi dan kumpul-kumpul setelah kerja. Mereka bekerja karena mau kerja, bukan buat main dan nongkrong nggak jelas.
Meskipun punya jarak sama orang-orang sekitar, orang dengan tipe kepribadian INTP cukup bagus dalam menganalisa motivasi dan pikiran orang lain. Ini membuat INTP seringkali overthinking dalam bidang sosial, dan seringkali berujung pada sikap curigaan.
INTP suka mendiskusikan teori, seenggaknya sama rekan yang menurutnya sama pintar dengannya. Mereka juga bisa kok menjadi tempat bertanya dan konsultasi.
Tapiii INTP, seperti yang kita tau, kurang peka dalam urusan emosi. Jadi kalo curhat urusan pribadi dan cinta, INTP bukan tempat yang pas.
INTP Sebagai Atasan.
Nah, terus gimana kalo atasanmu seorang INTP?
Sebagai seorang individualistis, INTP agak cuek sama bawahannya. Padahal, ini adalah posisi yang paling membantu mereka berkembang; mereka bisa bebas menyusun rencana dan ide, sementara bawahannya yang mengeksekusi.
INTP punya gaya mempimpin yang toleran dan cukup fleksibel. Mereka sendiri menginginkan kesendirian dan kebebasan, dan kalo memimpin, keinginan itu ia berikan pada bawahannya.
INTP juga cukup terbuka pada gagasan baru, selama gagasan itu dateng dari orang yang mereka akui pintar, atau gagasannya cukup masuk akal.
Kebebasan dan keterbukaan ini ada syaratnya. Atasan seorang INTP menuntut standar yang tinggi, dan ia mengharapkan bawahannya mampu memenuhi standar tersebut dengan cepat.
Karena punya kecakapan berpikir yang logis, INTP lebih baik dan obyektif dalam melihat fenomena. Orang dengan kepribadian INTP cenderung cuek sama perasaan lawan bicaranya, dan ini membuat kritik darinya cenderung tajam, blak-blakan, dan seringkali menusuk.
Makanya INTP perlu dipasangkan sama seorang delegator yang bisa nge-filter pikiran dan ucapan. Jadi, niat baik INTP untuk terus berinovasi bisa disampaikan dengan lebih halus, dan kritik yang dikeluarkan bisa diterima dengan lebih baik.
Karena lebih mengutamakan logika dibanding perasaan, maka INTP nggak suka sama mereka yang mencoba naik dengan cara menjilat. INTP tahu siapa yang mencoba menjilat, dan mereka tidak segan akan menghancurkan penjilat kalo ada kesempatan.
INTP dalam berhubungan.
INTP dalam Hubungan Sosial.
Kayak yang kita bahas tadi, INTP adalah orang yang socially awkward. Mereka cenderung canggung, dan memang mereka sendiri jarang sosialisasi.
INTP juga suka menjelaskan sesuatu dengan perumpamaan, permisalan, dan metafora. Ini adalah upaya INTP dalam menjelaskan sesuatu, karena kalau ngomong biasa, orang lain suka nggak paham.
Mereka sendiri nggak masalah dengan itu, toh mereka udah paham kalau orang lain nggak ngerti cara mikirnya mereka.
Salah satu hobi INTP adalah melihat pola dan konsistensi. Jadi, kalau ada orang bohong sama INTP biasanya gampang ketauan. Si INTP sih tahu kalau orang lain bohong, tapi seringnya diam aja.
Tapi yang ironis adalah INTP sendiri pun omongannya nggak konsisten. Ini karena yang dikatakan oleh INTP seringkali adalah pemikiran dan rencana yang belum selesai, jadi kalo dulu mereka ngomong A, sekarang udah jadi A+1 atau mungkin B.
Kalo kamu punya temen INTP, ya banyakin diskusi cerdas aja sama mereka. Atau sapa seperlunya aja, toh mereka juga gak begitu pengen ngobrol sama kamu. [KWANG : Kenalan KWANG, senyum-senyum saja ketika diberi tahu tentang hal ini.]
INTP dalam Hubungan Asmara.
Dalam urusan asmara, INTP punya kreativitas yang seringkali mengejutkan pasangan. Orang INTP punya banyak ide untuk hubungan asmaranya, tapi berhubung agak lelet dalam eksekusi, yang dijadiin kenyataan pun nggak banyak.
INTP juga cukup imajinatif dan banyak berharap dalam tiap hubungan yang ia jalani. Dan, meskipun dingin dalam hubungan sosial, untuk urusan cinta INTP cukup menikmati hubungan asmara yang hangat.
INTP gak pernah main-main dalam hubungan. Mereka jarang bersosialisasi, kan? Makanya kalau udah dapet satu yang menurutnya spesial, mereka akan pegang erat-erat dan dihargai sebaik mungkin.
Makanya INTP seringkali loyal dan penyayang. Bahkan di fase awal pun INTP biasanya cukup blak-blakan tentang apa yang mereka inginkan dalam hubungannya.
INTP juga nggak segan menjabarkan rencananya dalam hubungan, supaya pasangannya tahu dan mau membantu dalam perjalanan hubungan.
Orang INTP kalo udah sayang sama orang juga bisa kok jadi hangat, baik, dan berpikiran terbuka.
INTP suka kok berbagi sama orang lain. Dan kalau mereka ketemu seorang yang cocok, INTP bisa memperlihatkan sosok yang antusias, banyak bercanda, dan kadang bisa ngegombal juga.
INTP butuh waktu sendiri yang banyak. Mereka perlu dikasih kebebasan untuk eksplorasi diri, beraktivitas sendiri, dan bersenang-senang sendiri.
Ini kadang bisa berpotensi bikin berantem; si INTP bersenang-senang sama dunianya, sementara pasangannya dicuekin.
Meskipun hangat, INTP tetep aja loh ia seorang pemalu dan penyendiri. Mereka juga susah menangani penolakan. Makanya dalam proses PDKT, seorang INTP seringkali berada di posisi minta dikejar, dan lebih suka dicintai daripada mencintai.
Meskipun sudah ada dalam hubungan asmara, INTP tetaplah seorang penyendiri dan butuh waktu buat sendirian. Makanya kadang kemungkinan untuk terus-menerus dikontrol bisa mengganggu mereka.
Tapi, di sisi lain, INTP gak suka diatur-atur. INTP adalah orang yang banyakan mikirnya, daripada eksekusinya, jadi mereka berharap untuk bisa mengambil keputusan soal hubungan secara santai dan nggak diburu-buru.
INTP juga menganggap hubungan asmara kelewat rumit, dan kalau ada masalah yang kaitannya sama emosi, INTP sering salah ambil langkah. Ya, tau sendiri kan ya, INTP nggak pinter dalam emosi.
Naaaah kalo lagi ada masalah sama pasangan, INTP seringkali cuek dan males ngeberesin. Mereka seringkali abai dalam memikirkan perasaan pasangan, dan cueknya ini kadang dibiarin berlarut-larut.
Ketika konflik akhirnya memuncak dan nggak terhindarkan, INTP sebisa mungkin mencari solusi yang paling logis. Tapi masalah pun kadang nggak selesai kalo masalahnya adalah perasaan pasangan.
Seorang dengan tipe kepribadian INTP harus selalu ingat, bahwa komunikasi dari hati ke hati itu penting dalam keberlangsungan hubungan. Minimal usaha dulu, toh nanti pasangan akan memahami niat dan keinginannya.
INTP sebenarnya kreatif dan banyak bercanda. Dan, mereka suka juga kalo kecerdasan dan kemampuan penyelesaian masalahnya mereka apresiasi. [KWANG : Menurut kenalan KWANG, INTP hanya senang dengan humor atau guyonan yang cerdas, dan tidak pernah menyukai candaan yang menurutnya dangkal. Tipe orang INTP, sangat pemilih.]
Terus INTP juga mau pasangan yang menghargai ruang sendiri, dan nggak suka dipaksa untuk segera mengambil keputusan.
Orang dengan INTP menghargai komitmen bersama, saling menghargai, omongannya didengerin, dan diskusi yang memancing berpikir.
Pasangan yang Cocok untuk Tipe Kepribadian INTP.
Terus pasangan yang cocok sama INTP itu, kayak gimana ya?
Pasangan yang cocok buat INTP adalah mereka yang intuitif, yang ngerti kalo INTP butuh waktu sendiri.
Selain itu kreatif, cerdas, hangat, dan tertarik untuk mengembangkan diri. Terus pasangan yang sama-sama independen juga biasanya cocok, jadi bisa sama-sama menikmati dunianya masing-masing sendiri-sendiri, lalu saling diskusi kalo udah kangen. [KWANG : Lucu ya, beda dengan kisah-kisah drama romantis di film-film romansa, ini justru kebalikannya walau sudah hidup bersama satu atap.]
INTP bisa cocok sama orang yang punya trait EFJ, entah itu ENFJ atau ESFJ. Mungkin karena karakternya saling berlawanan, jadi bisa saling melengkapi. [KWANG : Menurut buku teori psikologi, seorang Melankolis menyukai seorang Sanguinis serta sebaliknya, dan seorang Koleris menyukai seorang Phlegmatis dan sebaliknya. Kenalan KWANG, INTP yang melankolis.]
Yang Disukai Tipe Kepribadian INTP.
INTP adalah tipe kepribadian yang cerdas dan menyukai kecerdasan. Mereka akan bersemangat kalo dikasi sesuatu yang menantang otaknya, dan dituntut untuk menciptakan solusi dan inovasi.
Mereka suka kebebasan tanpa batasan-batasan seperti deadline, orang yang mengganggu, atau struktur birokrasi yang ribet dan nggak penting.
Teka-teki, problem kompleks, dan pencarian inovasi adalah kesenangannya, dan mereka suka menyendiri demi menyelesaikan semua itu.
Tapi, bukan berarti INTP selalu nggak ingin bersosialisasi. Ketika akhirnya INTP bersosialisasi, mereka berharap ide dan pemikirannya bisa mendapat apresiasi lebih.
Tapi INTP sendiri agak pilih-pilih kapan dan di mana mereka harus vokal. INTP akan banyak bicara dalam situasi yang menantang ide kreatifnya untuk keluar dan didiskusikan bersama, dalam sebuah forum yang berpikiran terbuka, sama cerdasnya dengan mereka, dan menghargai kecerdasannya. [KWANG : Kenalan KWANG suka bilang begini, “Orang bodoh dilarang komentar.”]
Yang Tidak Disukai Tipe Kepribadian INTP.
Terus, apa sih yang nggak disukai sama orang INTP?
INTP mendasarkan argumennya pada fakta. Kebenaran yang mereka dapat bisa saja berbeda dan menggelitik norma—[KWANG : Kadang ini yang menjadi masalah bagi orang INTP].
Ini, seringkali, membuat INTP disebut sok kritis, sok pintar, sombong, dan ngomong doang.
Penolakan dan ketidak-mengertian orang lain ini membuat INTP “bete”, karena ide dan pikirannya yang jujur dan blak-blakan jadi nggak dihargai. Makanya INTP milih diem.
INTP juga bete kalo harus bersama gerombolan yang nggak sepinter mereka, atau bersama orang yang penuh drama.
Lalu, soal “Gosip”.
INTP bete kalo disuruh ngegosip, ngomongin orang, atau obrolan kosong yang nggak ada maknanya.
INTP jengah kalo orang-orang mulai ngomongin kehidupan artis, bisnis artis, gonta-ganti pacar si artis, atau orang yang baru cerai. Itu bukan urusan kita, dan itu juga bukan masalah kita. Untuk apa dipikirin?--[KWANG : Wah, itu khas banget omongan orang INTP, seperti tabiat ucapan kenalan KWANG, “Itu bukan urusan saya.”]
Disuruh senyum, bisa ngak ya?
INTP agak sulit memperlihatkan emosi. Mereka cenderung diam dan lebih banyak mikir, sehingga raut wajah mereka sering cemberut dan judes. [KWANG : Jadi mulai curiga, semua orang atau rata-rata orang INTP itu tipe orangnya “melankolis” jangan-jangan.]
Orang yang gak ngerti dan tak paham karakter baku orang dengan INTP, akan meminta INTP untuk lebih ceria dan lebih banyak senyum.
Jadi, kesimpulannya, hanya karena mukanya cemberut, bukan berarti mereka lagi bete.
Emang dari sananya udah begitu raut mukanya. Dan kalau mereka disuruh senyum, INTP biasanya akan ngerasa jengkel. [KWANG : Memang lucu ya, jenis manusia yang satu ini.]
Melihat Sesuatu Secara Utuh.
INTP punya intuisi yang kuat. Karena itu, mereka melihat fenomena melalui berbagai macam sudut pandang.
Mereka juga agak lama mengambil kesimpulan, karena buat mereka, dunia adalah spektrum warna, nggak hanya hitam putih.
Buat INTP, hanya karena satu opsi itu benar, bukan berarti yang lain itu salah. Sebelum mengambil pendapat, INTP memilih mencari informasi sebanyak mungkin hingga akhirnya mendapatkan kesimpulan yang dirasa akurat.
Sayangnya, di era media sosial mereka ini, orang cepet sekali berdebat. Belum lagi dengan segera menyerbu dan mengeluarkan sumpah serapah pada orang yang beda pendapat.
Fenomena semacam itu bikin INTP sering jengah. Makanya, INTP jarang terlibat dalam keributan dunia maya, kecuali kalo mereka udah punya poin yang nggak bisa dibantah.
Menjilat.
INTP nggak memberi respek ke sembarang orang, apalagi hanya karena status dan jabatan. Buat mereka, respek dan penghormatan harus dicapai berkat prestasi dan kecerdasan. [KWANG : Tambahan dari kenalan KWANG, orang INTP juga tidak pandang status umur, orang sudah tua sekalipun, bukan menentukan selalu layak dihormati atau tidaknya.]
Dan seringkali jabatan tidak menggambarkan dua hal itu. Jadi, mereka nggak memberikan penghormatan hanya karena jabatan doang.
Hal itu juga berlaku buat dirinya sendiri; mereka nggak meminta penghormatan dari orang lain. Mereka nggak suka didekati karena ada maunya. Lain hal, mereka juga nggak mau naik jabatan karena menjilat.
Bila seorang INTP mempunyai jabatan, mereka akan jadi orang yang lumayan terbuka. Mereka akan mempertimbangkan masukan dari siapapun selama masukan itu masuk akal. Kalo gak, walaupun itu asalnya dari atasan, mereka gak akan mau dengerin masukan itu.
Dipaksa Bersosialisasi.
INTP akan berkembang melalui waktu-waktu sunyi. Ia akan menggunakan waktu sendirinya untuk bersantai, main game, atau baca buku.
INTP juga mau kok main ke luar dan ngumpul sama teman. Tapi tetep aja sebagai seorang introvert, kecenderungannya untuk kembali ke tempat sendirinya akan dengan cepat terasa.
Belum lagi INTP punya kepribadian yang pemalu, dan akan tertekan kalo harus sering-sering pergi ke acara sosial yang gede dan banyak orang yang nggak mereka kenal. Makanya, mereka nggak suka kalo dipaksa keluar dan bersosialisasi.
Kelebihan INTP.
Problem Solver.
INTP jeli atau peka dalam melihat cacat dan kekurangan dalam suatu gagasan / ide. Mereka juga bisa menemukan solusi yang logis dalam permasalahan yang kompleks.
INTP juga inovatif dan mau berpikir “di luar kotak” (out of the box) untuk menemukan jawaban.
INTP suka menyelesaikan masalah, dan akan sangat membantu ketika orang lain menghadapi masalah yang butuh mikir.
Kreatif.
INTP punya bakat imajinatif dan inovatif. [KWANG : Mereka tidak pernah merasa perlu untuk menggunakan cara-cara curang ataupun ilegal untuk mendapatkan sesuatu, terlebih mengambil keuntungan dengan cara merugikan orang lain, karena dirinya kreatif serta dapat mengandalkan kemampuannya sendiri untuk produktif dan menghasilkan sesuatu. Karenanya, orang-orang INTP tidak pernah menjadi “sampah masyarakat”, justru tergolong cukup langka.]
Mereka suka melakukan sesuatu dengan cara yang baru dan belum tereksplorasi, dan akan secara alami tertarik pada ide dan eksperimen.
INTP akan menerapkan kreativitas dan inovasinya dalam berbagai jalan; makanya kita bisa menemukan inovasi besar dari INTP semacam Albert Einstein dan John Locke.
Independen.
INTP adalah orang yang independen dan penyendiri. [KWANG : Orang INTP tidak akan pernah merasa menjadi masalah ketika harus hidup dan bekerja seorang diri, soliter, khas introvert. Karenanya, hampir mustahil seorang bertipe Sanguinis dapat disaat bersamaan menjadi seorang INTP.]
Mereka selalu berpikir bahwa mereka nggak perlu bersandar pada masyarakat dan kehidupan sosial, dan seringkali tertantang untuk menjawab keraguan orang bahwa mereka bisa kok melakukan banyak hal sendirian.
Jujur.
INTP sangat membanggakan kejujuran dan objektivitas mereka dalam menilai sesuatu. [KWANG : Bagi orang INTP, kejujuran itu “harga mati”, dan sangat tidak menyukai orang-orang yang manipulasi, ekploitatif, terlebih yang memberikan iming-iming, kepalsuan, kemunafikan, memperalat, ataupun ketidakjujuran lainnya.]
Mereka nggak suka menutupi fakta dengan bahasa yang halus, atau bohong demi menjaga perasaan. Kejujuran itu sakit, jadi terima aja deh. [KWANG : Khas bahasa seorang  INTP : “Fakta itu selalu pahit adanya, suka atau tidak suka, fakta tetap saja fakta.”
Analitis.
INTP suka membongkar-bongkar permasalahan, lalu menganalisanya sedikit demi sedikit.
INTP berbakat dalam menganalisa masalah abstrak, menyambung-nyambungkan titik-titik rumit dari berbagai fenomena, lalu secara ajaib menemukan pola-pola konsisten untuk dijadikan sebuah solusi.
Berpikiran Terbuka.
INTP berpikir bahwa semua orang berhak menjalani hidup sesuai keinginannya sendiri.
Makanya INTP bukan orang yang cupet. Mereka mau kok menerima masukan dan ide-ide baru, selama masukan itu logis dan bagus.
Malah, INTP mau mengakui kesalahan dan siap mengubah pola pikirnya kalo emang terbukti salah.
Kekurangan INTP.
Tertutup dan Menjaga Privasi.
Meskipun menjaga privasi adalah hal yang baik, tapi kadang INTP terlalu keras pada privasi, sehingga mereka menganggap semua orang adalah gangguan.
Ini bisa membuat mereka jadi terpisah sama lingkungan sosial, bahkan terisolir dari orang-orang terdekatnya.
Kelewat Kritis.
Karena INTP cepet banget menemukan kesalahan dalam argumen atau fenomena, mereka kadang jadi terlalu kritis.
Kebiasaan INTP adalah nggak mau ngedengerin argumen orang lain sampe selesai, kalau argumen itu dari awal dirasa sudah nggak masuk akal.
Cepat Berpikir, Lambat di Eksekusi.
INTP seringkali lamban dalam mengambil keputusan. Mereka suka meragukan kemampuan mereka sendiri, dan sering lamban dalam membuat komitmen. Ini membuat mereka suka menunda-nunda.
Kadang karena kelamaan menunda dan menunggu, kesempatan bisa lewat gitu aja. Dan ini kadang disesali sama mereka sendiri.
Pembangkang.
Buat INTP, beberapa peraturan dan norma sosial (salah satunya ialah budaya atau kebiasaan komunal) terasa nggak penting dan nggak masuk akal.
INTP, di masa-masa remajanya, akan cukup ekspresif dalam memperlihatkan keengganannya mengikuti norma, apalagi kalo norma itu buat mereka nggak didasari fakta.
Kebiasaan membangkang ini bisa berujung pada dua kemungkinan. Ada yang akhirnya kesulitan dalam hubungan pertemanan dan keluarga, tapi ada juga yang akhirnya menarik perhatian banyak orang.
Nggak Peka.
INTP, kayak yang kita tau, adalah orang yang suka mengkritik dan blak-blakan.
Sayangnya kritis dan blak-blakan ini nggak diimbangi sama kemampuan untuk peka sama emosi orang lain.
Bahkan, INTP menyayangkan kalo ada orang yang baperan, yang dikit-dikit pake perasaan.
Malah kadang INTP dengan sengaja menyinggung orang lain yang terlalu emosional itu, bahkan pada orang terdekatnya sendiri.
Apa sih, yang biasa dirasakan orang-orang “Deep Thinker”? Kadang mereka suka stres sendiri, tapi mereka tergolong orang-orang yang bijaksana, oleh : Kartika Dewi, dikutip dari https:// www. idntimes .com/life/inspiration/kartika-dewi-1/kebiasaan-deep-thinker-c1c2
Bagi orang yang lebih senang berkontemplasi atau berpikir secara mendalam pasti mempunyai suka duka tersendiri. Kadang di cap sebagai introvert atau terlalu pendiam sudah jadi hal yang tidak aneh lagi bagi kamu yang senang menyelami pikiranmu sendiri.
Meski mempunyai sisi positif dan negatif, 5 hal ini pasti sering kamu rasain deh buat si deep thinker!
1. Sensitif.
Orang dengan kecenderungan mempunyai pemikiran yang dalam cenderung lebih sensitif. Mereka suka memikirkan hal-hal yang sebetulnya tidak orang lain permasalahkan.
Seperti bagaimana penampilan mereka di depan orang banyak, atau bagaimana mereka harus bereaksi terhadap sesuatu. Oleh karena itu, seorang ‘deep thinker’ cenderung lebih sedikit berbicara dan lebih asyik dengan pemikirannya sendiri.
2. Butuh lebih banyak waktu untuk mengambil keputusan.
Banyaknya pertimbangan serta kemungkinan yang bisa terjadi membuat ‘deep thinker’ cenderung membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengambil sebuah keputusan. Mereka akan memikirkan secara mendetail bagaimana efek dari kemungkinan keputusan yang bisa diambil.
3. Bisa melihat gambaran permasalahan secara lebih luas.
Karena mereka lebih senang untuk memikirkan segala hal, ini juga membuat si ‘deep thinker’ mempunyai pandangan yang cukup luas dalam suatu hal. Mereka bisa melihat suatu masalah dalam sebuah gambaran besar serta beraneka perspektif untuk meninjaunya.
4. Mempunyai refleksi diri yang cukup baik (suka introspeksi diri).
Sering melakukan introspeksi diri, bagi ‘deep thinker’ melihat refleksi diri mereka merupakan hal yang tak bisa luput. Tak hanya memikirkan penampilan luar, mereka juga senang memikirkan hal-hal yang membuatnya bahagia atau bagaimana seharusnya mereka menjalani kehidupan serta menjadi pribadi yang lebih baik.
5. Selalu memikirkan rencana dengan matang.
Tak hanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengambil keputusan, mereka juga cenderung memikirkan secara matang mengenai rencana-rencana yang akan mereka kerjakan. Baik dengan membuat garis besar sebuah perencanaan hingga membuat daftar ke hal-hal yang terkecil merupakan hal yang tidak bisa lepas dari si ‘deep thinker’.
Bila sebelumnya kita telah membahas kepribadian orang INTP, kini kita akan membahas ragam yang sedikit berbeda, yakni seorang INFP, sebagaimana dalam “Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan Kepribadian INFP”, dikutip dari https:// medium .com/@sehatq123/mengetahui-kelebihan-dan-kelemahan-kepribadian-infp-6eb33a4d1f15
Secara umum, seorang INFP dikenal sebagai seseorang yang idealis. Hal ini semata-mata, karena ia memiliki keinginan yang kuat untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semua. Ia juga berkeinginan untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang di sekitarnya. Selain itu, dalam beberapa kesempatan, ketika mengambil keputusan, ia akan berpegang teguh pada prinsip yang ia bawa.
Suka menghabiskan waktu sendiri, senang tolong menolong, tidak terlalu senang dengan hal-hal detail dan berkaitan dengan angka, merupakan beberapa ciri dari kepribadian INFP.
Berbicara mengenai kelemahan dan kekurangan tiap individu, INFP juga memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri.
Hal-hal yang membuat INFP disenangi oleh banyak orang:
● Peduli terhadap sesama.
● Menghargai perasaan orang lain dan loyal.
● Sensitif dan peka terhadap penderitaan orang lain.
● Visioner dan ‘deep thinker’.
● Bekerja dengan baik tanpa campur tangan orang lain.
Walaupun begitu, INFP juga memiliki kekurangan:
● Terkadang terlalu idealis.
● Perasaannya sensitif dan mudah tersinggung.
Sulit untuk dimengerti.
● Mudah lupa dengan hal detail.
Dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, INFP dapat menjadi teman dan pasangan yang baik, karena sangat menyayangi dan berkomitmen terhadap hubungan yang ia miliki. Selain itu, INFP cenderung akan menghindari konflik yang mungkin dapat muncul dalam suatu hubungan. Walaupun begitu, ia memiliki kemampuan sebagai mediator atau penghubung, ketika orang-orang di sekitarnya dalam masalah.
Pekerjaan yang cocok bagi kepribadian INFP.
Apakah Anda percaya bahwa kecenderungan atau kepribadian seseorang dapat berpengaruh terhadap karier atau pilihan kerja orang yang bersangkutan? Begitulah yang terjadi pada kepribadian INFP.
Beberapa orang mengenali INFP karena kemampuannya dalam bidang kreatif. Ia juga dikenal memiliki kemampuan yang sangat baik dalam hal tulis menulis dan berbahasa (baik bahasa ibu atau bahasa asing lain). Ia akan sangat bersemangat dalam setiap pekerjaan yang dapat menggambarkan visi dan idenya.
Nah, adapun pekerjaan yang dianggap sangat cocok dengan kemampuannya:
● penulis.
● seniman.
● konselor.
● desain grafis.
● pustakawan.
● psikolog.
● pekerja sosial.
Beberapa nama ternama, seperti William Shakespeare, Alicia Keys, Julia Roberts, Johnny Depp, hingga Tom Hiddleston, memiliki kepribadian INFP.
Ternyata, disamping INTP dan INFP, ada juga istilah orang dengan tipe INFJ. Seorang pengajar pernah membuat ulasan dalam “Terlangka di Dunia, Apakah Anda Manusia INFJ?”, Philip Manurung, dikutip dari https:// www. kompasiana .com/philipmanurung/5d4905ab097f36512014e215/terlangka-di-dunia-apakah-anda-manusia-infj?page=all
Apakah Anda sering merasa diri berbeda dan terasing dalam pergaulan? Anda introvert tetapi teman-teman Anda mengatakan bahwa Anda sangat peka terhadap perasaan manusia? Jika semua jawaban Anda "ya", Anda mungkin berkepribadian INFJ dan perlu dilestarikan.
Orang-Orang Pilihan.
INFJ (Introverted, iNtuitor, Feeler, Judger) adalah salah satu dari 16 tipe kepribadian yang dirumuskan dalam Myers Briggs Type Indicator (MBTI). MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers sejak tahun 1940.
Manusia berkepribadian INFJ adalah yang terlangka di dunia. Diperkirakan hanya 1% dari seluruh populasi laki-laki yang memilikinya, 2% dari seluruh wanita.
Ini membuktikan bahwa "orang-orang pilihan" (the chosen ones) itu memang ada.
Tipe INFJ mengindikasikan seorang yang suka menghabiskan waktu merenung (introvert), lebih menyukai konsep dan gagasan ketimbang fakta dan detail (intuitive), membuat keputusan berdasarkan perasaan (feeling), dan cenderung merencanakan ketimbang bersikap spontan dan fleksibel (judging).
Orang-orang bertipe INFJ memiliki setidaknya satu dari beberapa hobi ini: menulis, mengunjungi galeri seni atau museum, mengikuti acara-acara budaya, membaca, mendengar musik, menonton drama atau film sejarah.
Terlahir untuk Konseling.
Berorientasi kepada manusia dan peka terhadap perasaan, merupakan ciri khas orang-orang berkepribadian INFJ.
Mereka dapat memahami perasaan Anda bahkan sebelum Anda dapat mendeskripsikannya.
Didukung intuisi yang baik, mereka berbakat menolong seseorang menemukan solusi bagi masalah-masalah pribadinya.
Karena itu, orang-orang dengan kepribadian INFJ cenderung berkarir sebagai konselor, guru, psikolog, terapis, pembimbing rohani atau pendeta. Tidak heran, tipe kepribadian ini sering dijuluki "Konselor" atau "Penasihat".
Beberapa tokoh terkenal yang disinyalir berkepribadian INFJ adalah: Carl Jung, Eleanor Roosevelt, Florence Nightingale, Fyodor Dostoevsky, Jimmy Carter, Mahatma Gandhi, dan Martin Luther King.
Terkait sisi introvert, mereka cukup selektif membuka diri terhadap orang lain. Kalaupun membuka suara, mereka tidak suka basa-basi dan menghindari membicarakan topik-topik yang tidak penting.
Mereka akan mati gaya bila Anda menceritakan berita infotainment terbaru atau kabar yang sedang viral di media sosial. Sebaliknya, mereka akan "menyala-nyala" bila membicarakan kondisi mutakhir dunia atau kasus-kasus kejiwaan.
Berpotensi Menjadi Pemimpin yang Efektif.
Di balik sikap introvert itu, orang-orang yang berkepribadian INFJ sesungguhnya adalah para pemikir yang serius (deep-thinker) yang diam-diam menimbang banyak aspek dari sebuah persoalan.
Jika diberi kesempatan, mereka berpotensi menjadi pemimpin yang efektif. Sebab, mereka cenderung mengambil keputusan demi hasil yang terbaik bagi semua yang terlibat.
Integritas mereka tidak diragukan sebab mereka tidak berorientasi pada kekayaan dan kemasyhuran.
Sementara orang lain mengukur kesuksesan dari besarnya penghasilan, orang-orang berkepribadian INFJ merasa bahagia jika mereka dapat menolong orang lain memenuhi panggilan hidupnya.
Di samping itu, orang-orang berkepribadian INFJ meyakini bahwa semua manusia setara di hadapan Tuhan.
Dalam lingkungan kerja, mereka percaya bahwa setiap orang harus dihargai. Seorang pemimpin tidak berarti apa-apa tanpa kontribusi dari setiap anggota.
Pemimpin yang berkepribadian INFJ tidak keberatan melakukan pekerjaan-pekerjaan seorang bawahan. Mereka tidak mencari pujian atau pengakuan.
Mungkin Anda Salah Satunya.
Apakah kedengarannya mereka terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan? Tidak heran orang-orang jenis ini paling sulit ditemukan di dunia.
Bisa jadi Anda salah satunya.
Jika Anda tertarik untuk memeriksa apakah Anda berkepribadian INFJ, berikut beberapa tandanya.
1. Pemikiran Anda jauh di atas langit.
Ketika orang-orang di sekitar Anda bergosip, atau membicarakan film terbaru atau promo diskon, atau hal-hal sepele lainnya, Anda sedang berpikir tentang perjalanan antar-dimensi atau nasib manusia di akhir zaman.
Ketika semua orang menulis tentang isu terbaru, Anda berkutat dengan tulisan mengenai keunikan suatu budaya yang jauh di negeri orang.
Kadangkala Anda merasa seperti Kierkegaard yang terdampar di tengah pasar. Namun, Anda tidak berusaha mengarahkan percakapan karena tahu mereka tidak akan mampu mengikuti Anda.
2. Anda merasa berbeda dari teman-teman seangkatan sejak kecil.
Bahkan, sejak kecil Anda sering merasa tidak selevel dalam pemikiran dengan teman-teman sebaya di lingkungan Anda.
Kadang-kadang Anda harus berpura-pura mengikuti permainan mereka agar Anda diterima.
Tindakan ini dapat diterima sebab kita adalah makhluk sosial dan secara alami ingin harmonis dengan orang-orang di sekitar kita.
3. Anda gemar menyelidiki pergumulan batin orang lain.
Dorongan ini tidak sama dengan kepo. Anda tidak mencari tahu kemana tetangga Anda berlibur atau apa yang baru mereka beli.
Anda tertarik untuk menggali pikiran dan perasaan orang lain. Dan, Anda cukup peka melihat di balik "topeng" yang mereka pasang.
4. Anda tempat curhat favorit semua orang.
Orang-orang nyaman curhat dengan Anda sebab Anda tidak menggurui atau menasihati. Sebaliknya, Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuka pemahaman mereka akan situasi dan perasaan yang mereka alami.
Anda tidak mengarahkan mereka kepada sebuah pilihan, tetapi menjabarkan semua opsi. Pendekatan ini umumnya dipakai para konselor profesional.
5. Anda berani memutuskan hubungan.
Sekalipun suka menyenangkan orang lain tetapi Anda tidak segan-segan memutuskan hubungan dengan orang-orang yang telah melukai atau mengecewakan Anda berulang kali.
Orang terdekat mengatakan Anda terlalu sensitif terhadap perkataan orang lain. Anda menganggap merekalah yang tidak peka sehingga Anda harus melindungi diri sendiri.
6. Anda peka terhadap suasana dan perasaan orang.
Seringkali Anda dapat merasakan suasana hati orang-orang di sebuah ruangan ketika Anda memasukinya. Anda pun cepat beradaptasi terhadap perubahan mood di sekitar Anda. Bila mereka bersedih, Anda turut bersedih.
Namun, Anda selalu waspada untuk tidak terhisap terlalu jauh.
7. Anda menyukai kualitas yang terbaik.
Anda memilih barang-barang berkualitas seperti makanan mewah, pakaian branded, dan barang-barang hand-made. Anda lebih suka memiliki dua kemeja kualitas terbaik ketimbang sepuluh kemeja diskonan. Anda pengagum keindahan dan kesempurnaan, meskipun pada dasarnya Anda seorang minimalis.
Jadi, apakah Anda bertipe INFJ?
Orang-orang baik dan langka, harus dilestarikan, bukan untuk dimanipulasi, diekploitasi, diperalat, terlebih ditipu dan dijadikan sasaran “mangsa empuk”. Menjadi orang jahat, itu mudah. Namun, tidak pernah mudah menjadi atau hidup sebagai orang baik, karena selain memang “tidak mudah”, juga harus senantiasa dijadikan “mangsa empuk”.
Karena KWANG akan selalu menjadi sahabat terbaik Sobat! J

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Ikuti juga sosial media kami pada business.facebook, dengan akun : "Expat 2 Local Thai" / @guideriana

Rincian layanan JasTip (Jasa Titip) produk Thailand, dapat dilihat pada menu "Jasa Pencarian, Jasa Titip, dan Pengiriman Produk Thailand ke Indonesia".

Rincian layanan Private Tour Guide di Bangkok-Thailand, dapat dilihat pada menu "Private Tour Guide Riana".

NOTE REDAKSI : Seluruh info kontak dalam website ini diperuntukkan khusus untuk tujuan pemesanan dan bagi pengguna jasa layanan yang kami tawarkan dalam website ini. Menghubungi kami diluar peruntukan tersebut, dimaknai sebagai menyalah-gunakan nomor / email kontak kerja profesi kami, tidak akan ditanggapi.

Mohon kesediaan menunggu sejenak bila belum ada tanggapan secara segera, karena faktor kesibukan atau karena lain sebab. Pemesanan akan kami respons sesegera yang kami mampu.

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 [PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon];
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Konsumen / pengguna jasa dapat melakukan pemesanan pada nomor kontak / email yang tercantum dalam menu "HUBUNGI KAMI" atau pada rincian "contact person" di atas, bukan pada kolom komentar pada posting website.

Kami tunggu pesanan teman-teman sekalian dimana pun berada, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.

Salam hangat dari Bangkok, Thailand.
ttd
GUIDE RIANA