Tips Usaha Toko / Jualan Online, Jual Barang Dagangan yang Minim Kompetitor, Pasok Produk Impor dari Thailand

By PUBLISHER - September 09, 2020

Tips Usaha Toko / Jualan Online, Jual Barang Dagangan yang Minim Kompetitor, Pasok Impor dari Thailand

Banyak bermunculan pengusaha-pengusaha muda yang bergerak dibidang usaha jual-beli via daring (toko online), dimana trennya terus meningkat seiring waktu yang artinya berbagai kompetitor baru turut masuk sebagai "pemain" pada pasar yang sama, yang pada gilirannya mendorong terjadinya "perang harga" atas produk yang sama antar "pelapak online".

Berdagang barang-barang asesoris, kebutuhan sehari-hari, busana, garmen, tekstil, perlengkapan kesehatan dan kebersihan diri, alas kaki, obat herbal, mulai dari A hingga Z, semua itu kini dapat dilakukan proses tawar-menawar massal secara "online" semacam medium bernama "market place". Harapannya, dapat mendulang banyak keuntungan dan laba-profit dengan berjualan secara online lewat internet, termasuk lewat "market place" ataupun lewat akun sosial media yang populer di tengah masyarakat kita dewasa ini.

Namun bukan berarti tiada kendala dan kenyataan "pahit" dapat kita jumpai selama menjalani bisnis online ini, mengingat kompetitornya jauh lebih ketat daripada toko konvensional, sekalipun target marketnya lebih luas.

Justru karena sifat dari "toko online" dapat diakses oleh calon konsumen dari mana saja, secara terbuka, maka seluruh dagangan pihak kompetitor pun akan turut tampak sebagai perbandingan, terutama bila barang dagangannya sama baik dari produk hingga merek.

Mengingat banyaknya kompetitor, namun produk yang dijual adalah sama, alhasil antar satu kompetitor kepada kompetitor lainnya saling "perang harga", banting harga, menekan margin keuntungan, keuntungan tipis, sampai akhirnya tergerus karena kalah bersaing dari segi harga atas produk dagangan yang sama, dengan merek dan produsen yang sama--sehingga tidak lagi kompetitif.

Dapat kita lihat dan riset sendiri di berbagai "market place", ketika kita mencari satu produk, maka akan muncul perbandngan harga dari satu penjual / pelapak dengan pedagang online lainnya, karenanya menjual dengan tawaran harga tinggi menjadikan penjual tersebut tidak diminati serta tidak kompetitif sampai akhirnya ditinggalkan dan sepi dari "pembeli online".

Bila toko offline, semisal toko penjual alat tulis dan kantor (ATK) pada satu daerah perumahan dan pemukiman, hanya ada satu toko itu saja, maka faktor harga dapat ditentukan "sesuka hati" sang pemilik toko. Namun, dalam era serba "online" ini, jual-beli menjadi "bordeless" dan tidak lagi tersekat-sekat oleh ruang maupun waktu, bisa jadi warga pemukim membeli dan memesan dari "toko online" dengan harga produk yang lebih murah dari yang dijual toko ATK di dekat rumahnya, dan itulah trennya pada saat kini, faktor harga menjadi segalanya.

Bisa juga kita saksikan sendiri, dalam satu "market place", untuk satu jenis produk yang kita cari, terdapat puluhan penjual / pelapak online, Namun, ironisnya, hanya terdapat satu atau dua penjual yang benar-benar diminati pembeli karena faktor "harga paling murah", sementara pedagang online lainnya sepi peminat bahkan tercatat tiada pembeli sama sekali.

Itulah fakta pahit membuka bisnis "toko online", margin keuntungan tipis dan "berdarah-darah karena saling bersaing dengan puluhan kompetitor atas PRODUK YANG SAMA, sehingga dari puluhan pelapak yang berdagang secara online, hanya ada satu atau dua pedagang online saja yang mendulang keuntungan dan itu pun menurut pengakuan sejumlah pedagang online, margin keuntungannya sangat tipis karena faktor persaingan yang ketat! Menjual produk produksi dalam negeri / lokal, tentu saja kita tidak dapat berharap tiada kompetitor yang bersaing dari segi harga.

JIka masih pada era "toko off-line" sebelum booming berbagai "toko online", maka kompetitor menjadi sangat minim, terutama pada satu daerah pemukiman tiada toko serupa lainnya yang menjadi kompetitor, maka faktor harga dapat ditentukan sepihak dan sesuka hati oleh pihak penjual selaku pemilik toko--namun itu adalah "kisah lama", kita harus berevolusi dengan turut beradabtasi pada gaya berbisnis yang baru di era digitalisasi modern ini yang serba "borderless".

Akan tetapi kemudian, ketika jual-beli telah berevolusi menjadi jual-beli secara "online", maka faktor keberadaan kompetitor selalu menjadi bayang-bayang yang mengikuti yang tidak bisa dihindari, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, tetap harus dihadapi, yang artinya pula harga jual produk menjadi faktor paling sensitif sekaligus paling krusial sebagai penentu paling utama dan paling akhir, karena sangat transparan dimana calon pembeli dapat melihat dan membandingkan harga masing-masing pelapak dalam satu halaman tampilan secara "online", tiada lagi harga yang dapat ditutup-tutupi dari kompetitor, dalam artinya kita dapat melihat harga mereka dan mereka pun dapat melihat harga kita.

Ketika pula faktor logistik menjadi demikian masif, mulai dari kurir ekspedisi hingga ojek online yang dapat mengirimkan dalam hitungan jam "door to door", maka faktor monopoli toko dagang dalam satu wilayah bukan lagi menjadi penentu laku-tidaknya usaha berdagang barang, karena sekalipun tiada kompetitor pada wilayah di tempat "toko offline" buka dan berdagang, sekali lagi akan bersaing dengan harga yang lebih murah pada "toko online" yang mengusung konsep utama "BORDERLESS".

Kesimpulannya, dengan demikian, hanya satu, yakni berjualan dengan barang dagangan yang tidak dijual oleh kompetitor. Pilih barang yang bersifat substitusi, semisal produk minyak angin, jangan menjual minyak angin dari merek dan produsen lokal yang sama dengan yang dijual oleh pelapak / pedagang online lainnya, namun pasok barang dagangan online dari luar negeri yang memiliki keunikan tersendiri (seperti minyak angin plus aroma teraphy dari bahan herbal), secara impor, sehingga minyak angin dari produsen luar negeri tersebut tidak memiliki pesaing dalam artian tidak dijual oleh pedagang online lainnya.

Barang jualan online yang dipasok dari luar negeri, seperti impor dari produsen asal Thailand, pastilah memiliki keunikan yang tersendiri dan lain dari produsen asal Indonesia ("UNIK"), sehingga memiliki nilai lebih atau nilai tambah saat dijual di Indonesia oleh toko online pedagang di Indonesia.

Tiada yang lebih membuat pedagang online merasa bebas dan berdaya, selain berjualan barang-barang yang tidak memiliki kompetitornya di "market place" lokal, sehingga faktor harga tidak lagi "berdarah-darah" banting harga dan perang harga dengan selisih margin keuntungan yang sangat tipis. Margin keuntungan yang telah tipis, bagamana lagi untuk ditipiskan?

Itulah kunci sukses, agar dapat bertahan dan bersaing ditengah-tengah kian mengguritanya para pelapak / pedagang online pada satu "market place" yang sama, tanpa saling memakan satu sama lain (predatory pricing), karena memang PRODUKNYA SALING BERBEDA, YANG SATU PRODUK LOKAL DAN SATUNYA LAGI OLEH PEDAGANG ONLINE LAINNYA IALAH MENJUAL PRODUK IMPOR OLEH PRODUSEN MANCANEGARA.

Segmen pasarnya pun berbeda, dimana produk-produk impor asal Thailand, dikenal karena memiliki kualitas yang tinggi, sehingga dapat dijadikan produk eksklusif untuk ditawarkan bagi calon pembeli potensial yang berasal dari kalangan menengah atas yang tentunya tidak sensitif perihal harga, namun lebih kepada kualitas produk, terutama pedagang online lain yang menjadi kompetitornya ternyata tidak menjual barang serupa sehingga tidak mungkin "perang harga".

Tidak perlu pusing memikirkan bagaimana caranya impor dari Thailand atau mencari pemasok produk dari Thailand untuk dikirim ke Indonesia, karena website "JASA TITIP" ini menjadi medium kerjasama dibidang pemasok produk-produk Thailand sesuai kebutuhan pelanggan yang selama ini menekuni bidang "toko online" di Indonesia, sehingga kami yang akan mengurusi mulai dari pencarian produk sesuai minat klien, memasok, dan mengirimkannya via cargo antar negara (importasi) secara "one stop service", dimana Anda cukup berfokus menjual barang pada "toko online" Anda di Indonesia.

Solusi cerdas bagi usahawan muda yang ingin sukses dan survive di tengah kompetisi "toko online" yang saling memperebutkan "pangsa pasar" yang sama, yakni dengan tidak ikut bermain dalam "perang harga", namun kepada asal negara produsen jenis produk yang diperdagangkan, sehingga tiada lagi kompetitor untuk berperang harga.

Hubungi kami untuk penjajakan, untuk bekerja-sama terkait layanan pencarian barang, proses pemasokan, hingga importasinya dari Thailand ke Indonesia. Klien cukup berfokus berdagang "online", tanpa lagi khawatir terjebak dalam "perang harga" di Indonesia.

Salam sukses selalu bagi para "pelapak online" di Indonesia, menjadi usahawan tetap lebih baik daripada menjadi karyawan, itulah semangat yang perlu kita bangun bersama. Setidaknya berdaya dan mandiri secara ekonomi, dengan memiliki usaha "online", bukan sebagai pekerja penerima upah bulanan.

Sobat KWANG juga mungkin suka menyimak artikel terkait “layanan unggulan” kami ini: (pada link di bawah ini)

- Butuh dan Mencari Tour Guide Freelance bagi Wisatawan Indonesia yang Hendak Berkunjung ke Thailand? Hubungi Saja Tour Leader Riana (menguasai 4 bahasa : Indonesia, Mandarin, English, dan Thailand)

- Sedang Butuh dan Mencari Produk dari Thailand & Impor ke Indonesia? JasTip, Jasa Titip Barang Thailand dan Impor via Cargo

Karena KWANG adalah teman terbaik mu! 😀😁😇

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Ikuti juga sosial media kami pada business.facebook, dengan akun : "Expat 2 Local Thai" / @guideriana

Rincian layanan JasTip (Jasa Titip) produk Thailand, dapat dilihat pada menu "Jasa Pencarian, Jasa Titip, dan Pengiriman Produk Thailand ke Indonesia".

Rincian layanan Private Tour Guide di Bangkok-Thailand, dapat dilihat pada menu "Private Tour Guide Riana".

NOTE REDAKSI : Seluruh info kontak dalam website ini diperuntukkan khusus untuk tujuan pemesanan dan bagi pengguna jasa layanan yang kami tawarkan dalam website ini. Menghubungi kami diluar peruntukan tersebut, dimaknai sebagai menyalah-gunakan nomor / email kontak kerja profesi kami, tidak akan ditanggapi.

Mohon kesediaan menunggu sejenak bila belum ada tanggapan secara segera, karena faktor kesibukan atau karena lain sebab. Pemesanan akan kami respons sesegera yang kami mampu.

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 [PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon];
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Konsumen / pengguna jasa dapat melakukan pemesanan pada nomor kontak / email yang tercantum dalam menu "HUBUNGI KAMI" atau pada rincian "contact person" di atas, bukan pada kolom komentar pada posting website.

Kami tunggu pesanan teman-teman sekalian dimana pun berada, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.

Salam hangat dari Bangkok, Thailand.
ttd
GUIDE RIANA