Tips Menghargai Komplain Pembeli dan Pelanggan, Akui, Dengarkan, dan Hargai Protes Customer dan Buyer, karena itu Hak Mereka

By PUBLISHER - September 15, 2020

Tips Menghargai Komplain Pembeli dan Pelanggan, Akui, Dengarkan, dan Hargai Protes Customer dan Buyer, karena itu Hak Mereka
Saling beritikad baik antara penjual dan pembeli, terutama pada era jual-beli "(via) online" yang kian kompetitif ini, menjadi prasyarat mutlak bila seorang pebisnis online hendak tetap eksis dan memiliki reputasi yang dikenal kredibel, teruji, serta memang layak diberikan kepercayaan untuk transaksi jual-beli secara tidak bertatap-muka seperti dewasa ini.

JIka selama ini, antara penjual dan buyer ataupun customer saling harmonis, tiada salah-paham, tiada halangan seperti "keadaan kahar" (force majeure), tiada mis-komunikasi, tiada kendala logistik, maka itu hal yang bagus. Namun, ada kalanya, hubungan tidak berjalan secara mulus karena satu atau lain sebab. Inilah momen-momen paling krusial dimana penting bagi penjual untuk membuat perasaan buyer atau customer merasa dihargai, didengarkan, dan dapat dipahami oleh pihak penjual.

Pernah terjadi, KWANG memesan satu dus besar mie instan untuk stok dikala wabah. Pihak penjual di salah satu "toko online" (marketplace) tidak mencantum masa kadaluarsa produk mie. Dalam pesanan, KWANG berpesan bila kadaluarsa sudah dekat maka tidak jadi memesan produk yang dijual olehnya.

Namun, pihak penjual tetap mengirimkan dan menerima pembayaran, sekalipun ketika produk tiba ternyata masa kadaluarsa tinggal tersisa satu bulan lagi. MIE INSTAN SATU DUS BESAR DIKONSUMSI SETIAP HARINYA SEBELUM KADALUARSA SATU BULAN LAGI?

Pihak marketplace tampak tidak bertanggung-jawab, seolah menjaga jarak dari konsumen, karena tidak menyediakan nomor hotline aduan ataupun email apapun, dimana konsumen dibiarkan mengajukan komplain kepada robot pada website marketplace tempat penjual online tersebut berjualan barang. Marketplace semacam itu sebaiknya dihindari, karena Customer Care-nya ialah robot, sehingga tampak demikian berbelit-belit dan merepotkan untuk sekadar mengajukan komplain.

Pihak penjual ketika KWANG komplain, justru berkelit sedemikian rupa, membantah seolah dirinya tidak bersalah, karena mengirimkan produk yang belum kadaluarsa yakni masih tersisa masa expired satu bulan lagi. Sama sekali tidak menunjukkan gelagat empati atau sejenisnya.

Sebagaimana telah kita ketahui, produk makanan untuk konsumsi manusia, tidak lagi layak konsumsi bila menyisakan masa kadaluarsa satu bulan lagi. Mungkinkah, kita memakan habis satu dus besar mie instan dalam satu bulan alias setiap hari makan mie instan? Sejak saat itulah, KWANG tidak lagi memesan dari "penjual online" yang hanya tahu "untung besar sesaat" tersebut tanpa berani bertanggung-jawab.

Tips pertama, akui adanya ketidak-tepatan atau akurasi realisasi janji, sekalipun itu bukan kesalahan pihak penjual, semisal karena masalah faktor diluar kuasa pihak penjual seperti kendala logistik, wabah / pandemik, bencana alam, keterlambatan akibat pemeriksaan pabean, sehingga tidak perlu berkelit atau berdalih seolah-oleh pihak buyer / customer tidak membaca atau mendengar janji pengiriman dan tempo waktunya sebagaimana tempo hari kita sampaikan.

Contoh, KWANG yang menyediakan jasa pencarian dan pengiriman barang dari Thailand ke Indonesia, biasanya hanya membutuhkan waktu tempuh pengiriman sekitar satu minggu lebih beberapa hari lamanya. Namun, ternyata pada suatu saat pihak pabean di Indonesia menahan cukup lama barang-barang yang KWANG kirimkan atau karena petugas pabean sangat sedikit personelnya akibat wabah pandemik sehingga tertunda lama proses keluarnya.

Alhasil, konsumen pemesan barang merasa khawatir dan menagih realisasi pengiriman barang kepada KWANG. Faktanya KWANG telah meleset memprediksi dan menjanjikan, sehingga tetap saja KWANG perlu menyatakan permintaan maaf atas keterlambatan dan melesetnya tempo waktu sebagaimana KWANG janjikan sebelumnya.

Tips kedua, jangan pernah berpura-pura tidak ingat apa yang pernah kita janjikan atau sanggupi sebelumnya. Jika terjadi kendala diluar kuasa pihak penjual, segera informasikan kepada pihak buyer / customer, meminta maaf, dan mengakui adanya ketidak-tepatan realisasi janji ini.

Contoh, KWANG pernah menjanjikan untuk menjanjikan sebuah project kerjaan yang akan diselesaikan satu hari ke depan. Namun karena faktor kendala diluar kekuasaan KWANG, akibatnya terjadi keterlambatan pengerjaan dan penyerahannya selama dua hari. KWANG tidak menunggu untuk diberi teguran dan komplain, terlebih berpura-pura lupa atas apa yang sebelumnya telah KWANG janjikan, dan sesegera mungkin menghubungi klien untuk menjelaskan duduk masalah dan segera menuntutaskan pekerjaan yang tertunda penyerahannya.

Tips ketiga, dengarkan komplain buyer / customer kita secara penuh kesabaran dan menerimanya, tanpa berkelit, berdalih, terlebih berdebat, karena itu adalah hak dari customer kita yang berhak untuk merasa cemas serta panik karena barang pesanan belum tiba sebagaimana tempo yang telah kita janjikan sebelumnya.

Sebagai contoh, seorang kenalan KWANG membuka jasa penjualan eBook yang dikirim lewat internet. Namun ketika Internet Service Provider mengalami kendala jaringan selama dua hari, proses pengiriman eBook menjadi terhambat, pembeli pun komplain.

Namun yang perlu kita pahami pada saat itu ialah, itu adalah hak dari konsumen, tidak bisa kita larang ataupun tolak diberikan komplain. Dengan menyadari itu adalah hak konsumen, maka kita pun akan dengan bersabar diri mendengarkan dan menghargainya, sembari menjelaskan kendala yang terjadi, apa adanya tanpa bermaksud defensif atau membela diri.

Tips keempat, saling beritikad-baik satu sama lain (dan mungkin itulah tips terpenting dari segala hal penting dalam bisnis kepercayaan ini). Bila buyer ataupun customer kita telah beritikad baik dengan memberikan kita kepercayaan seperti membayar harga jual-beli sebelum barang diserahkan dan mempercayai janji yang kita tawarkan, maka kita pun harus menepati segala janji kita kepada pihak buyer dan customer.

Dalam terminologi bisnis, hal demikian disebut sebagai prinsip "RESIPROSITAS / RESIPROKAL", yang artinya saling bertimbal-balik dan saling memperlakukan hal yang sama secara berimbang. Bila pembeli atau pelanggan kita telah menunjukkan itikad baik, maka kita pun harus menunjukkan itikad baik kepada mereka dan menjaga baik-baik kepercayaan mereka sebagai hal yang paling berharga untuk dijaga. Sekali konsumen hilang kepercayaan kepada kita, selamanya kita kehilangan seorang pembeli / pelanggan potensial.

Tips kelima, jaga betul kepercayaan yang diberikan oleh pembeli atau pelanggan, sekalipun konsumen berbaik hati dengan tidak menegur atau komplain. Jangan pernah menyepelekan ataupun meremehkan penyimpangan terhadap kepercayaan yang diberikan oleh konsumen kita, terlebih menyalah-gunakan kepercayaan yang diberikan oleh konsumen kita.

Konsumen yang tidak mengajukan komplain atau klaim / protes sekalipun, bukan artinya menjadi "alasan pemaaf" terlebih sebagai "alasan pembenar" bagi kita untuk terus melalaikan janji kita. Reputasi yang baik jusru dibangun dari konsistensi integritas diri dengan dapat dipercaya dan dapat diberikan kepercayaan.

Tips keenam, hindari sikap mudah berkelit atau berdalih. Jika salah, katakan salah, apa adanya. Sebaliknya, jika customer atau buyer kita ingkar janji atau melakukan kekeliruan, kita selaku pihak penjual pun tidak perlu sungkan untuk menegur atau mengingatkan, mungkin pembeli / pelanggan kita tersebut tidak ingat (lupa), atau bahkan baru sadar telah keliru (salah kaprah) terhadap pihak penjual. Konsumen yang baik, akan merasa senang bila ditegur atau diingatkan, mungkin saja mereka tidak sengaja dan benar-benar lupa, serta akan berterimakasih dan sangat terbantuk karena telah ditegur dan diingatkan.

Tips ketujuh, jangan takut untuk menolak menjadi penyedia barang atau jasa konsumen tersebut. Bila memang tidak bisa kita sanggupi, maka sebaiknya tidak kita sanggupi atau bila seperti ada hambatan regulasi sebagai contohnya sehingga tidak memungkinkan dilangsungkan. Reputasi serta kredibilitas lebih penting daripada sekadar keuntungan sesaat.

Tips kedelapan, sepanjang kita berjualan secara jujur dan akuntabel, maka kita tidak perlu anti terhadap kritik ataupun komplain dari buyer ataupun customer.

Pernah seorang kenalan KWANG, yang telah mengirimkan produk kepada pembeli, namun pihak pembeli bersikukuh belum menerima produk kiriman, dan mencaci-maki pihak penjual. Bila pihak penjual telah jujur dalam berjualan, maka secara moralitas tidak ada cacat cela, sehingga cukup tampil bak "batu karang yang tidak tergoyahkan walaupun dihempas ombak dan badai".

Banyak sekali suka dan duka berbisnis online. Bila Sobat memiliki kisah inspiratif serupa, bagikan dalam kolom komentar di bawah. Semoga ulasan singkat ini membawa manfaat serta insipirasi untuk terus sukses dalam ber-bisnis online. Salam sukses selalu bagi kita semua dimana pun berada.

Sobat KWANG juga mungkin suka menyimak artikel terkait “layanan unggulan” kami ini: (pada link di bawah ini)

- Butuh dan Mencari Tour Guide Freelance bagi Wisatawan Indonesia yang Hendak Berkunjung ke Thailand? Hubungi Saja Tour Leader Riana (menguasai 4 bahasa : Indonesia, Mandarin, English, dan Thailand)

- Sedang Butuh dan Mencari Produk dari Thailand & Impor ke Indonesia? JasTip, Jasa Titip Barang Thailand dan Impor via Cargo

Karena KWANG adalah teman terbaik mu! 😀😁😇

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 (PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon);
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Untuk memesan Asesoris Perhiasan Imitasi Impor Berkualitas KWANG EARRINGS. baik eceran maupun dengan grosiran, silahkan kirimkan pemesanan Anda (Mohon cantumkan link url asesoris yang dipesan untuk kami pastikan ketersediaan stok produk). Tidak ada minimum pembelian jumlah item secara eceran, Bagi yang membeli secara grosir, mendapat diskon khusus. namun disertai ongkos kirim kurir JNE dari Jakarta, Indonesia:
- instagram dengan ID kwang_earrings
- email, telepon ataupun chatting online via Google Hangout : kwang.earrings@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA
- WhatsApp : (+62) 0817-4924-150.
- Juga Follow kami di Facebook: kwang_earrings

Syarat & Ketentuan:
- kerusakan dalam proses pengiriman, diluar tanggung jawab kami selaku penjual / supplier.
- tidak disertakan garansi, karena produk yang kami kirimkan dipastikan dalam kondisi baik dan utuh saat proses pengepakan dan pengiriman ke alamat pembeli.
- produk yang telah dipesan dan dikirimkan, tidak dapat dibatalkan ataupun ditukar.
- jika pelanggan puas atas layanan dan produk kami, mohon kesediaannya untuk dipromosikan ke rekan-rekan dan kerabat.

KWANG EARRINGS mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta pembeliannya. Kami senang dapat membantu para wanita untuk tampil cantik dan manarik, dimana dan kapan pun berada, berapa pun usianya (tanpa batasan umur).
Berjiwa muda dan tampil belia, adalah keajaiban yang dapat dibantu oleh asesoris yang menawan sekaligus memikat. Kami senang dapat menyediakan pilihan perhiasan imitasi yang terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas produk yang kami tawarkan secara eceran maupun grosiran.

Kami tunggu pesanan Anda, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.
Salam hangat!