Yang Kuno Bukan Berarti Ketinggalan Zaman

By PUBLISHER - December 17, 2020

Yang Kuno Bukan Berarti Ketinggalan Zaman

[Keterangan Post Card : KOH LIPE Island, Thailand, Long-tail boat. Prangkonya gambar Raja Thailand yang ke-10.]

Sikap dan pendekatan ketika kita bersosialisasi, kadang perlu fleksibel serta dinamis disesuaikan dengan kondisi serta situasi yang kita hadapi. Namun, perihal prinsip hidup, harus kokoh dan kuat tanpa dapat ditawar-tawar ataupun kompromi.

Sama halnya, zaman dapat berubah, tren dapat berubah, budaya dapat berubah, semua hal dapat berubah, namun perihal prinsip-prinsip bangsa beradab, tetap perlu dijaga kemurnian serta keasliannya.

Tradisi keagamaan di masing-masing negara dan di masing-masing bangsa, bisa jadi beragam meski pada satu akar rumpun agama yang sama, namun tetap saja sumber otentik ajaran agama, yakni Kitab Suci, adalah tetap terjaga otentikasinya serta keutuhannya.

Kemajuan zaman terus berkembang dan kian maju serta kian canggih. Namun tetap saja, museum tetap berdiri dan eksis menampilkan barang-barang kuno. Semakin kuno, semakin antik, semakin bernilai harganya. Seperti lukisan dan patung para seniman kuno, dipajang dan menjadi koleksi bersejarah yang berharga pada berbagai museum di seluruh dunia.

Begitupula generasi dapat berubah dari dan dalam banyak aspek dari generasi sebelumnya, dari segi gaya hidup, kebiasaan, pola kerja, cara mengisi waktu, dan lain sebagainya. Namun tetap saja, ada beragam hal tertentu yang tidak pernah berubah.

Banyak film-film serial drama yang mengisahkan latar kehidupan masyarakat kuno, seperti yang banyak kita saksikan pada film-film Chinese drama dimana para tokohnya mengenakan busana China kuno yang cantik dan indah sedap dipandang, atau seperti di Jepang yang ada Kimono, Kebaya dan Batik asal Indonesia dan lain sebagainya.

Berbagai makanan serta minuman modern, dibuat dengan aroma serta citarasa dari perasa buah-buahan artifisial alias rasa buah sintetik buatan—yang bahkan lebih “apel daripada apel” dari segi rasa. Namun demikian tetap saja, tubuh kita membutuhkan asupan nutrisi yang bersumber dari buah-buahan asli yang sudah sejak lama dikenal dan dikonsumsi oleh para nenek moyang kita.

Anak-anak zaman dahulu kala dan anak-anak masa kini, memiliki kegemaran, hobi, dan kesibukan yang berbeda. Namun demikian tetap saja, setiap anak menyukai membaca dan mendengarkan dongeng serta kisah-kisah pertualangan serta kepahlawanan, dimana yang baik dan benar akan selalu selamat dan menang pada akhir kisahnya.

Kita selalu saja menggemari menyaksikan kisah-kisah drama klasik yang sifatnya “remake” alias buatan ulang dari versi lama sebelumnya meski dengan alur kisah yang sama, seperti kisah mengenai Cinderella, Pinokio, atau seperti The Legend of Condor Heroes, dan lain sebagainya.

Sekalipun dunia modern mengenal “dunia maya”, “jagat maya”, atau “alam digital internet”, tetap saja kita harus hidup dalam dunia nyata dan bersikap “membumi”, mengurusi masalah-masalah “bumiawi”, serta tidak dapat selamanya menghindar dari masalah-masalah “bumiawi” demikian.

Sejak zaman dahulu kala, kini, dan dimasa yang akan datang, tetap saja orang baik adalah baik adanya serta patut dikampanyekan lewat pendidikan mengenai kebaikan serta teladan nyata, dan orang jahat adalah jahat serta buruk adanya dimana harus dihindari dan tidak diberikan ruang kompromi terlebih diwariskan ataupun diberikan sebagai teladan / contoh kepada generasi selanjutnya.

Sekalipun teknologi komunikasi telah demikian canggih, tetap saja tanda kepedulian dan “pemanis” sebagai simbolisasi perhatian dan kasih-sayang, kadang perlu disampaikan dengan cara-cara konvensional yang terkadang sangat klasik sifatnya, seperti KARTU POS atau “Post Card” yang bisa menjadi suvenir serta benda kenang-kenangan bersejarah bagi kita.

Coba bayangkan, bila pada suatu hari Sobat berkencan, setelah menunggu-nunggu lama hari kencan tiba dengan pacar terkasih, sang pacar datang membawakan sekuntum bunga mawar. Betapa romantisnya... Namun, ketika Sobat mencoba menyentuh dan mencium aroma bunga mawar tersebut, ternyata “bunga PALSU” alias “bunga mawar BUATAN” terbuat dari plastik!

Sejak dahulu kala, kini, dan dimasa mendatang, kecantikan internal (inner beauty) selalu menjadi kecantikan yang tertinggi dan lebih tidak lekang oleh waktu. Kecantikan tubuh eksternal dapat dibentuk secara instan lewat make-up, operasi plastik, dan lain sebagainya. Namun kecantikan internal, dibentuk secara berangsur-angsur lewat kebiasaan sehari-hari.

Sama halnya, secanggih apapun evolusi manusia nantinya, tetap saja kini saat kini dan generasi penerus kita tetap harus makan nasi—yang konon kata orang Indonesia : “Jika belum makan nasi seolah belum makan.” Tetap saja kita harus makan buah-buahan dan sayur-sayuran asli, bukan yang buatan yang ataupun yang terbuat dari plastik buatan.

Secanggih apapun kendaraan bermotor saat kini, yang sangat memanjakan kita, tetap saja kita butuh berolah-raga dan secara rutin berjalan kaki serta mengeluarkan keringat agar hidup sehat. Tetap saja kita butuh menghirup oksigen asli yang diproduksi oleh pepohonan, “back to the nature”.

Herbal, racikan bahan jamu-jamuan dari alam, Traditional Chinese Medicine (TCM), akupuntur, pijat siatsu, maupun olah-raga bela diri seperti Thai Chi, Wing Chun, Karate, Kung Fu, Taek Won Doo, Muay Thai Boxing, hingga meditasi, dan lain sebagainya, bahkan tari-tarian tradisional dapat menjadi objek wisata itu sendiri untuk disuguhkan kepada pelancong lokal maupun wisatawan asing.

Tidak terkecuali menu hidangan tradisional, seperti tempe (tempe yang terbuat dari biji-bijian kedelai disertai ragi), ternyata juga terdapat pada beberapa pasar tradisional di Thailand, bukan hanya di Indonesia, seperti halnya tahu, maupun kue-kue jajanan pasar tradisional, masih eksis dan laku hingga saat kini. Sekalipun berbagai toko "online" kian menjamur, tetap saja toko "offline" akan tetap eksis.

Karena KWANG akan selalu menjadi sahabat terbaik Sobat! 😀😁😇
💝🎀📦✈🛩🛳🚢

Yang Kuno Bukan Berarti Ketinggalan Zaman

 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Ikuti juga sosial media kami pada business.facebook, dengan akun : "Expat 2 Local Thai" / @guideriana

Rincian layanan JasTip (Jasa Titip) produk Thailand, dapat dilihat pada menu "Jasa Pencarian, Jasa Titip, dan Pengiriman Produk Thailand ke Indonesia".

Rincian layanan Private Tour Guide di Bangkok-Thailand, dapat dilihat pada menu "Private Tour Guide Riana".

NOTE REDAKSI : Seluruh info kontak dalam website ini diperuntukkan khusus untuk tujuan pemesanan dan bagi pengguna jasa layanan yang kami tawarkan dalam website ini. Menghubungi kami diluar peruntukan tersebut, dimaknai sebagai menyalah-gunakan nomor / email kontak kerja profesi kami, tidak akan ditanggapi.

Mohon kesediaan menunggu sejenak bila belum ada tanggapan secara segera, karena faktor kesibukan atau karena lain sebab. Pemesanan akan kami respons sesegera yang kami mampu.

Khusus untuk keperluan pemesanan barang dari Thailand, pemesanan dompet impor souvenir resepsi pertunangan / perkawinan, maupun untuk jasa PRIVATE TOUR GUIDE LEADER FREELANCE RIANA di Thailand, contact person:
- WhatsApp : (Thailand prefiks +66) 977-146-077 [PENTING : Pastikan simbol "+" disertakan sebelum input prefiks "66" dalam daftar nomor kontak pada perangkat seluler penelepon];
- email: guide.riana@gmail.com
- LINE : RIANASHIETRA

Konsumen / pengguna jasa dapat melakukan pemesanan pada nomor kontak / email yang tercantum dalam menu "HUBUNGI KAMI" atau pada rincian "contact person" di atas, bukan pada kolom komentar pada posting website.

Kami tunggu pesanan teman-teman sekalian dimana pun berada, akan kami kirimkan pesanan Anda dengan hati yang penuh kehangatan untuk Anda atau untuk buah hati dan keluarga yang Anda kasihi.

Salam hangat dari Bangkok, Thailand.
ttd
GUIDE RIANA