Tips Penting Mengoptimalkan Kesuksesan Menjual Barang Dagangan pada Toko Online, Sederhana Namun Signifikan

Jasa Titip, JasTip Thailand Indonesia REMEMBERTHAI
Jasa Titip, JasTip Thailand Indonesia REMEMBERTHAI

Terdapat sebuah tips sederhana, yang mungkin saking sederhananya sehingga kerap diabaikan dan tidak mendapat sentuhan perhatian secara khusus, namun dampak sebagai konsekuensinya sangat signifikan, terutama pada era dimana tingkat jual-beli via "toko online" persaingannya sangat tinggi.

Menyepelekan hal yang sederhana, kerap membawa kepada hilangnya "potential income" alias mengarahkan kita kepada "potential loss" akibat menyepelekan detail dan hal-hal yang tampak sepele di permukaan. Di mata dan di tangan seorang maestro, tiada ada yang yang namanya "sepele", detail menjadi penting sekalipun orang rata-rata hanya mampu melihat "the big picture". Itulah juga yang membedakan antara seorang maestro dan seorang rata-rata.

Percayakah Sobat KWANG, hal sekecil "batu kerikil" dapat menjadi batu sandungan dalam berbisnis secara "online". Fakta menunjukkan, pengusaha besar tidak pernah menyepelekan segala sesuatunya, sementara itu orang-orang yang gagal dalam berbisnis kerap menyepelekan segala sesuatunya. Pola pikir yang memedakan nasib masing-masing pelaku usaha, secara demikian kontras, si gagal dan si berhasil. Pepatah menyebutkan, orang jarang tersandung jatuh oleh batu besar, namun selalu oleh batu kerikil yang kecil.

Untuk memudahkan pemahaman Sobat REMEMBERTHAI, ilustrasi sederhana namun nyata dan penting berikut di bawah ini dapat menjadi bahan pelajaran sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi Sobat-Sobat yang berkecimpung dalam bidang usaha menjual berbagai produk atau barang pada toko "online".

Suatu hari, KWANG mencoba untuk kembali memesan dan mencari "Mie Keju Merek A" pada salah satu marketplace. Namun, ketika meng-input "keyword" atau kata kunci pada kolom pencarian "search" di layar laman marketplace, penjual online yang biasa menjadi langganan KWANG ternyata TIDAK MUNCUL pada hasil pencarian. Yang muncul ialah para penjual online lainnya yang menjual Mie Keju Merek A yang sedang KWANG cari.

Astaga, ada apa ini, apakah penjualnya telah tutup toko? Ketika KWANG mencoba untuk membuat "keyword" lain pada kolom pencarian di laman marketplace yang sama, dengan menghapus kata "Mie Keju" dan hanya memasukkan kata kunci berupa merek dari mie keju yang hendak KWANG pesan dan beli, yakni "Merek A", ternyata barulah muncul penjual online yang biasa KWANG pesan.

Apa yang sebenarnya terjadi? Di bawah inilah yang ternyata menjadi penyebabnya, sederhana, namun sangat signifikan dampaknya, dimana setelah Sobat REMEMBERTHAI mengetahui penyebabnya sebagaimana akan KWANG ungkap berikut ini, pasti Sobat akan berseru enteng : "Oooh, begitu rupanya".

Setelah ditelisik dan ditelusuri penyebabnya, kejadian demikian terjadi semata karena sang penjual online TIDAK membuat deskripsi produk secara lengkap dan rinci, tanpa pula menyertakan "keyword" atau kata kunci yang kerap dicari para konsumen.

Sang penjual online yang menjadi langganan KWANG hanya menyertakan nama merek mie bersangkutan, "Merek A", TANPA menyertakan kata kunci "Mie Keju" pada deskripsi produk yang dijualnya pada marketplace tersebut. Ternyata, mesin atau program pencarian pada internal laman pihak marketplace tidak atau belum secanggih mesin pencarian Google yang dapat menampilkan hasil pencarian secara tinggi relevansinya--sekalipun terkadang terlampau melebar sehingga menjadi tidak lagi relevan sebagaimana algoritma search engine Google baru-baru ini.

Itu adalah akibat menyepelekan hal-hal yang tampak remeh dan kecil, namun akibatnya ialah hampir saja KWANG memesan dan membeli dari penjual online lainnya "Mie Keju" yang sedang KWANG cari dan hendak memesannya.

Kompetitor dari sang penjual online langganan KWANG-lah, yang kemudian mendulang keuntungan dengan membuat deskripsi produk yang lengkap dan detail, sehingga produk jualannya atas merek yang sama lebih laku daripada toko online langganan KWANG tersebut.

Setelah mengetahui rahasia yang KWANG ungkap pada kisah nyata tersebut di atas, Sobat REMEMBERTHAI dapat mulai mengimpikan kejayaan bisnis online Sobat dengan menjual online produk-produk Thailand, dimana REMEMBERTHAI menjual Jasa Titip (JasTip) produk-produk dari Thailand dan mengirimkannya hingga ke alamat pengguna jasa (pemesan) di Indonesia--lintas negara Thailand ke Indonesia lewat kargo udara (pesawat terbang) maupun kargo kapal laut sesuai jenis barang pesanan dan kebutuhan pengguna jasa, tanpa perlu memusingkan perihal Angka Pengenal Importir ataupun seperti Bea Masuk di Pabean Indonesia hingga masalah ekspedisi kargo lintas negara. All in one, one stop service by REMEMBERTHAI.

Sebagai penutup, yang tidak kalah penting ialah agar masing-masing dari kita berdagang dan berjualan dengan memerhatikan prinsip etika berbisnis, yakni mencari nafkah dengan tidak merugikan orang lain seperti dengan tidak mengalih-fungsikan wilayah pemukiman sebagai tempat usaha berskala cukup besar dengan pegawai sebagai pekerja, dimana pastilah kurir-kurir pesanan akan mengganggu tetangga dan warga pemukin seperti akibat polusi suara, parkir liar, hingga gangguan sosial maupun tidak terkecuali masalah sampah.

Berbisnislah pada tempat yang semestinya, seperti para ruko yang menjadi tata ruang untuk kegiatan usaha. Sukses itu memang hak setiap pelaku usaha, begitupula hak untuk mencari nafkah, namun bila kegiatan usaha yang ramai konsumen ternyata dilakukan pada lingkungan perumahan dan pemukiman, yang artinya pula secara ilegal mengalih-fungsikan wilayah tata ruang pemukiman yang pastilah sedikit-banyaknya akan mengganggu ketenangan serta kedamaian hidup warga pemukim yang berhak bertempat tinggal serta beristirahat bebas dari segala gangguan maupun polusi, sama artinya kita mengundang doa serta sumpah-serapah warga sekitar yang menjadi tetangga yang sehari-harinya selama bertahun-tahun akan terganggu atau setidaknya berkurang kenyamanan hidupnya atas tempat tinggal.

Ingatlah selalu, "kutukan" dari satu orang warga pemukim yang menjdi korban polusi kegiatan usaha ilegal yang mengalih-fungsikan wilayah pemukiman, sudah terlampau banyak. Kegiatan usaha yang baik, ialah kegiatan usaha yang tidak merugikan diri sendiri serta juga tidak merugikan orang lain--itulah cara mencari nafkah yang etis dan dapat dibenarkan oleh Buddhisme.

BIla tidak dapat membawa sumbangsih positif bagi lingkungan sekitar kita, maka setidaknya jangan atau tidak membawa kerugian maupun gangguan apapun bagi warga sekitar yang menjadi tetangga kita.

Ketika kegiatan usaha rumahan skala kecil tanpa pegawai, menjelma banyak konsumen bahkan memakai mengupah pegawai sebagai pekerja layaknya perkantoran (secara "liar" di wilayah perumahan), maka sudah saatnya untuk "sadar diri" dan mulai mencari tempat usaha yang semestinya, dan secara legal disamping mengindahkan etika bisnis maupun aturan Hukum Negara serta Hukum Karma (bebas dari "kutukan" warga).

Ingatlah selalu, "kutukan" dari satu orang warga yang terganggu oleh aktivitas usaha milik seorang pelaku usaha, sudah terlampau banyak. Harta kekayaan yang diperoleh serta dihimpun secara merugikan orang lain, terlebih dengan cara merugikan warga pemukim atas hak tempat tinggalnya yang bebas dari segala jenis polusi maupun gangguan, sebanyak apapun itu, tidak akan dapat dibawa "mati". Hanya tabungan Karma Baik maupun Karma Buruk yang akan kita bawa serta kita warisi sendiri di kehidupan selanjutnya.

Jika tidak atau belum dapat menanam Karma Baik pada kehidupan sekarang ini, setidaknya kita tidak menanam benih Karma Buruk yang dapat menjadi bumerang bagi diri kita sendiri di masa mendatang ataupun dikehidupan selanjutnya. Serta ingatlah pula, berdagang, berjualan, berbisnis apapun yang baik sifatnya, ialah ketika kita tidak merugikan diri ataupun merugikan orang lain dalam mencari sumber nafkah, tanpa mengambil keuntungan diatas kerugian orang lain yang diakibatkan oleh kegiatan usaha kita.

Restu serta doa baik dari masyarakat, menjadi penting demi kelangsungan usaha kita itu sendiri. Bila tidak dapat berkontribusi dalam hal kebaikan secara nyata dalam masyarakat dan lingkungan pemukiman kita berada, maka setidaknya kita tidak membawa kontribusi negatif yang buruk yang berupa gangguan dan polusi bagi warga sekitar.

Ketika kita bisa melangsungkan kegiatan usaha sebagai sumber nafkah dan mata pencarian kita, tanpa merugikan orang lain, itulah yang disebut sebagai KREATIF serta POSITIF THINKING. Tidak ada yang betul-betul dapat kita curangi dalam hidup ini, kita semua adalah makhluk hidup yang tunduk pada Hukum Karma, tanpa terkecuali, "be a subject of karmic law".

Bagaimana mungkin, kita hendak memberi makan keluarga kita dengan nafkah yang bersumber secara merugikan orang lain? Uang yang kotor adalah "kotor", tidak akan pernah dapat menjadi makanan yang menyehatkan jiwa terlebih membersihkan mental, karena dihimpun secara kotor dengan cara-cara yang kotor.

Bila kita betul-betul menyayangi diri kita sendiri dan keluarga kita, maka carilah nafkah secara legal dan tanpa tercela secara hukum maupun secara etika dan moraltias. Siapa bilang kita tidak bisa mencari nafkah dengan cara yang "lurus selurus-lurusnya"? Orang baik tidak pernah mencari-cari alasan untuk pembenaran diri.

Bila terdapat pihak-pihak yang menyatakan adalah mustahil untuk mencari nafkah secara "lurus" tanpa merugikan ataupun tanpa "memakan" orang lain, maka itu sama artinya sedang mendiskreditkan pelaku usaha-pelaku usaha yang selama ini berbisnis secara etis dan "lurus selurus-lurusnya".

Berhasil menanam Karma Buruk bukanlah suatu keuntungan, namun suatu kerugian, sebesar apapun profit usaha atau laba berupa uang yang diperoleh oleh suatu kegiatan usaha yang merugikan dan mengganggu ketenangan hidup warga pemukim. Kutukan dari satu orang warga yang merasa terganggu dan terampas haknya atas pemukiman tempat tinggal yang bebas dari segala jenis gangguan, sudah terlampau banyak.

Berbisnislah secara etis, dimana bila orang atau pengusaha lainnya bisa, mengapa kita tidak? Ingin tidur nyenyak dan tutup usia dengan tenang, maka berkegiatan usalah secara etis, tidak ada cara yang lain, terlebih cara instan seperti berusaha secara ilegal dan mengambil keuntungan dengan cara merugikan pihak lain.

Mungkin juga dapat kita sebutkan, rahasia berbisnis secara paling sukses, bukanlah dengan cara "main curang", "bersikap curang", seolah dapat mencurangi Hukum Karma. Namun, rahasia sukses dalam kehidupan maupun dalam karir dan bisnis, ialah ketika kita mampu dan sanggup berbisnis dan berniaga secara etis, tanpa melanggar hukum, tanpa melanggar rambu-rambu moralitas, serta tanpa menanam benih Karma Buruk--itulah juga yang disebut sebagai serangkaian kesuksesan. Itulah definisi kesuksesan KWANG selama ini dalam mengelola bisnis REMEMBERTHAI. Sebuah rahasia, yang kini diungkapkan apa adanya.

Para anggota team REMEMBERTHAI patut berbangga diri serta berbesar hati, karena mampu menjalankan kegiatan usaha secara penuh idealisme, bertanggung-jawab atas setiap kegiatan usahanya serta atas buah Karma di masa mendatang. Kita sendiri yang menanam, maka kita sendiri pula yang memetiknya.

Berdaganglah secara jujur, jangan pernah sekalipun melakukan praktik penipuan ataupun menjual barang yang berbeda dari apa yang kita tawarkan dalam iklan. Tanpa pernah menyepelekan perasaan para konsumen kita, terlebih meremehkan konsumen yang merasa kecewa. Jaga betul kepercayaan yang diberikan konsumen sebagai hal paling berharga. Membangun reputasi membutuhkan komitmen serta kejujuran, etika bisnis jangka panjang.

Menanam kebaikan, memetik kebaikan. Menanam keburukan, berbuah keburukan. Tiada yang diuntungkan maupun dirugikan, selain diri kita sendiri, atas Karma kita sendiri masing-masing. Menjadi bertanggung-jawab atas diri kita sendiri dengan cara menjadi pribadi serta pelaku usaha yang dapat bertanggung-jawab terhadap pihak lain.

Cari Nafkah secara Baik dan Benar, Tanpa Mengganggu Ketenangan Hidup Orang Lain
Cari Nafkah secara Baik dan Benar, Tanpa Mengganggu Ketenangan Hidup Orang Lain, Itulah arti KREATIF!

Semoga dapat menjadi inspirasi berharga bagi para pelaku usaha secara "online" maupun secara "offline", dimana pun berada. Jabat erat dan salam peluk hangat dari KWANG.

Best Regards, 💝🎀📦🛩✈🚢🛳

-Remember Thai Team-

Bangkok, Thailand. Jakarta, Indonesia.

You Might Also Like

0 comments