Faktor Manusia Penghuni Rumah terhadap Fengshui

Apakah Feng Shui, hanya terkait aspek faktor “benda mati” seperti fisik bangunan / rumah dan tata letak maupun jenis benda-benda yang mengisi ruang di dalamnya? Lantas, apakah manusia selaku “benda hidup” yang mengisi serta menghuni suatu rumah, tidak turut membawa pengaruh sama sekali terhadap Feng Shui rumah bersangkutan?

faktor Manusia Penghuni Rumah terhadap Fengshui

Ajahn Brahm tampaknya punya jawaban yang cukup menarik untuk kita simak bersama, dimana salah satu tips yang diberikan oleh Ajahn Brahm ialah cara membangun “Tempat Suci di Rumah Anda”. Dikutip dari penulis : Ajahn Brahm, SUPERPOWER MINDFULNESS (Judul Asli : Mindfulness, Bliss, and Beyond) Penerjemah : Chuang, Cetakan 7 : Juli 2011, Ehipassiko Foundation, Jakarta.)

Pelatihan meditasi tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang mengejar pencerahan, tetapi juga bagi mereka yang mendambakan kehidupan yang lebih bahagia, lebih bermakna.

Jika Anda tidak tinggal di wihara, sangat membantu jika Anda memiliki sebuah tempat suci di rumah Anda. Tidaklah sulit membuat sebuah tempat suci di dalam rumah.

Banyak rumah modern memiliki ruang keluarga, ruang tamu, ruang pesta, serta beberapa kamar mandi. Bukankah bagus jika menambahkan sebuah ruang suci? Jika sebuah ruang yang terpisah tidak tersedia, Anda bisa menggunakan salah satu sudut hening kamar tidur Anda.

Tandailah sudut pribadi tersebut dengan alas duduk kesayangan Anda. Kitarilah sudut itu dengan simbol-simbol spiritual dan poster-poster bertema kedamaian untuk memberikan suasana keheningan. Gunakanlah sudut tersebut secara teratur untuk bermeditasi atau untuk mendengarkan atau membaca sesuatu yang mengilhami.

Jangan pernah melakukan sesuatu yang bersifat keduniawian pada tempat suci Anda dan selalulah hindari bercakap-cakap di sana. Seiring bulan belalu dan tahun terlewati, Anda akan menemukan sebuah “energi keheningan” yang lembut tercipta di tempat tersebut.

Tempat tersebut dengan cepat matang menjadi sebuah titik suci yang istimewa. Meditasi menjadi jauh lebih mudah di sana karena Anda telah membuatnya sebagai tempat kekuatan spiritual (Note Redaksi : Artinya, meditasi secara rutin pada satu bidang tanah dapat memperbaiki medan / getaran tanah pada bidang tanah tersebut sehingga kondusif untuk bermeditasi). Anda telah menciptakan sebuah tempat suci yang otentik di dalam rumah Anda sendiri.

Seorang siswa Australia mengikuti saran saya dan membuat sebuah tempat suci di sudut kamar tidurnya. Dia bermeditasi di sana secara teratur, seringkali dengan sang suami di sampingnya.

Suatu hari, tuturnya, dua anaknya yang masih kecil berperang mulut persis di depan pintu rumahnya. Putrinya yang berusia tujuh tahun mulai menangis, berlari ke dalam rumah dan masuk ke kamar tidur orangtuanya. Di sana dia duduk di alas meditasi ibunya di sudut suci tersebut, menenangkan air matanya.

Gadis kecil itu tidak pernah pergi ke sana sebelumnya. Secara intuitif dia menemukan tempat kedamaian di rumahnya, suaka untuk menyembuhkan luka tak tertahankan di hati mungilnya. Tempat suci itu menjadi sumber daya yang berharga bagi segenap keluarganya.

Bahkan di dalam sebuah kantor yang sibuk, kita bisa membuat sebuah tempat suci. Saya mendengar tentang seorang pengacara sukses yang amat mendambakan untuk bisa bermeditasi pada jam makan siang untuk meredakan stressnya yang serius. Dia kesulitan untuk menemukan sebuah tempat pribadi dimana klien-kliennya tidak dapat menemuinya dan dimana dering telepon tidak dapat menggoda telinganya.

Ada sebuah lemari kecil di kantornya yang penuh dengan kertas dan berkas. Dia mengosongkan lemari tersebut dan mengubahnya menjadi tempat sucinya.

Setiap jam makan siang, sekretarisnya akan menguncinya di dalam lemari tersebut untuk tiga puluh menit meditasi. Bilamana seorang klien mampir atau telepon berdering, dengan riang si sekretaris akan mengatakan, “Maaf, beliau sedang tidak ada. Beliau sedang di dalam lemari!”

Si sekretaris dengan senang hati mengunci si bos di tempat sucinya karena dia tahu dari pengalaman bahwa si bos menjadi bos yang jauh lebih baik pada sore hari setelah berada di dalam lemarinya. Si bos juga menyadari bahwa setengah jam yang dihabiskan dalam meditasi adalah waktu yang dengan pesat meningkatkan efisiensi dan ketajaman pikiran. Meditasi adalah investasi skala menit yang selalu memberikan hasil dalam skala jam.

Ternyata, getaran tanah pada sudut-sudut di rumah kita dapat direkayasa / diperbaiki dengan pengkondisian oleh faktor perlakuan khusus maupun kebiasaan pola hidup oleh penghuninya itu sendiri.

Logikanya sama saja dengan, Feng Shui sebuah rumah bisa jadi sudah baik dan ideal, namun bila penghuninya kerap melakukan perbuatan buruk di rumah tersebut, bisa jadi mengundang energi-energi negatif untuk masuk dan merusak getaran tanah ataupun aura dan energi di dalamnya menjadi tercemar turut negatif.

Ketika kita belum sanggup untuk pindah rumah ataupun untuk merenovasi total rumah kita, demi memiliki Feng Shui yang ideal, maka tidak ada pilihan lain, selain mengkondisikan kondisi rumah kita dengan mengkondisikan faktor manusia penghuninya, sebagai opsi paling rasional yang masih dapat kita berdayakan.

Karena KWANG akan selalu menjadi sahabat terbaik Sobat! 😅😁😇

You Might Also Like

0 comments